Badan Meteorologi Islandia melaporkan, letusan yang disertai semburan
lava pijar dari gunung berapi Islandia, kembali terjadi minggu ini.
Namun awan debu vulkanik yang sempat menutupi langit, kini memudar dari
radar.
[Arni Sigurdsson, Ahli Meteorologi]:
"Pagi ini sebelum pukul 8, kami melihat ketinggian debu vulkanik
mencapai empat hingga lima kilometer di radar. Namun setelah pukul 8
malam, tidak terlihat lagi. Kami belum bisa mengamatinya dari permukaan
dan kami belum memiliki laporan jatuhnya abu. "
Sekarang, para ilmuwan mulai mendekati lokasi gunung berapi, untuk
menyelidiki sinyal acak dan ledakan pada dasar gletser, sekitar 75
kilometer arah tenggara Reykjavik.
Sementara itu, dunia penerbangan menunggu intruksi dari pihak berwenang,
yang menyatakan bahwa, awan debu dan material vulkanik lainnya, bisa
merusak mesin pesawat yang terbang di langit Eropa.
Awan debu vulkanik, bergerak ke selatan, memaksa maskapai Spanyol
menutup jalur penerbangannya yang menuju wilayah utara.
Menurut Euro control, ribuan jadwal penerbangan telah dibatalkan. Euro
Control merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas keselamatan
penerbangan di 40 negara, termasuk Eropa dan Baltik.
[Brian Flynn, Petugas Operasional Eurocontrol]:
"Sangat disayangkan. Situasi sepertinya makin memburuk hari ini. Kami
berharap bisa mengantisipasi agar 4.000 penerbangan bisa beroprasi hari
ini di Eropa."
Maskapai penerbangan KLM dan Lufthansa, melakukan uji coba penerbangan
pada Sabtu malam, namun belum ada laporan mengenai kerusakan mesin atau
masalah lain selama penerbangan. Pihak KLM berharap bisa membuka jalur
penerbangan di awal minggu ini.