China - Beijing merupakan rumah bagi lebih dari 20 juta orang. Kepadatan ini berimpilkasi pada tingkat kemacetan yang cukup parah. Belum lama ini, ribuan mobil dan truk terjebak kemacetan selama sembilan hari, hingga deretan kendaraannya sepanjang 60 mil.
Menyikapi hal tersebut, baru-baru ini Song Youzhou, seorang engineer China, mencetuskan sebuah konsep untuk mengurangi kemacetan, yaitu “Bus Cepat Mengambang/ Mengangkang.”
Bus ini dapat menampung 1400 penumpang di atas jalanan. Metode 'mengangkang' yang diterapkan, memungkinkan mobil dapat lewat di bawahnya. Ia mengambil konsep pembangunan sistem kereta bawah tanah. Bus ini juga ramah lingkungan.
“Bus Cepat Mengambang adalah proyek rendah karbon, berefisien tinggi dan melindungi lingkungan. Ia menyelesaikan masalah bus biasa yang makan bahan bakar, berpolusi, beremisi karbon, mengambil tempat dan tidak efisien. Bus Cepat Mengambang menggabungkan keuntungan BRT atau Bus Rapid Transit, dan kereta bawah tanah,” ujar Song Youzhou, penemu bus cepat mengambang/ mengangkang ini.
Bus ini memerlukan tenaga listrik yang cukup besar yang diproduksi oleh tenaga surya di panel atapnya. Bus juga menggunakan teknologi radar untuk memperingatkan pengemudi mobil di bawahnya, jika mereka terlalu dekat dengan ban, atau memberikan sinyal ke truk jika mereka terlalu besar untuk lewat dibawahnya.
China berencana untuk mengetesnya dalam jalan sepanjang 200 mil di masa depan. Song cukup yakin bahwa bus ini akan lolos ujian, dan akan menjadi solusi terbaik bagi kota-kota termacet di dunia.