Para remaja Israel ini hanya memiliki 174 galon es krim, dan berton-ton semangat. Tujuan mereka, membangun piramida es krim terbesar di dunia. Ini dilakukan untuk meningatkan kesadaran tentang diabetes juvenile, dan memecahkan rekor dunia Guinness.
Amir Kasher dan kelompoknya, memimpin acara ini.
[Amir Kasher, Penyelenggara]: "Ironinya adalah, seorang anak dengan diabetes juvenile tidak bisa makan es krim, ia selalu diberitahu tak bisa makan es krim atau gula. Tapi kemudian, ia memecahkan rekor Guinness untuk piramida terbesar (es krim).”
Anat, gadis 15 tahun, didiagnosa menderita diabetes juvenile tiga tahun lalu. Sejak itu, hidupnya berubah total.
[Anat Besor, Penderita Diabetes Juvenile]: “Sejak saat itu, anda harus mengecek segala yang anda makan, berapa banyak, juga harus seimbang, dan harus mengecek kadar gula. Anda tak bisa keluar rumah tanpa membawa tas dengan semua yang dibutuhkan, bahkan jika hanya ke tetangga.”
Roni hanya berumur lima tahun. Dia harus memakai pompa insulin.
[Meirav Brenner, Ibunda Roni]: "Pankreas dari pasien diabetes juvenile berhenti bekerja, dan tidak membuang insulin. Jadi, ia dihubungkan ke sebuah pompa insulin yang menirukan cara kerja pankreas asli di orang sehat.”
Kaos bertuliskan angka 12 ini juga membawa arti simbolik.
[Madi Jacobson, Badan Peneliti Diabetes Juvenile]: "Hari ini, setiap orang memakai kaos berangka 12, untuk menegaskan bahwa pasien diabetes harus menyuntik dirinya 12 kali per hari, untuk tetap hidup dan sehat."
Ribuan skop es krim kini telah lengkap tersusun di piramida. Ini adalah misi besar yang terselesaikan, dan para penyelenggaranya berharap rekor ini akan diakui.
[Amir Kasher, Penyelenggara]: “Semua yang kami lakukan baik. Walaupun tidak memecahkan rekor, ini berharga.”