Lebih dari setengah dari semua pria, dan empat dari sepuluh perempuan, akan menderita kerontokan rambut selama hidup mereka.
Hingga kini, hampir tak ada obat yang benar-benar mampu menumbuhkan rambut kembali, namun sekarang, ada sedikit harapan.
Para peneliti di Universitas California berkata, mereka tak sengaja menemukan senyawa penumbuh rambut kuat, saat menguji stress pada tikus.
Dr Million Mulugeta dan timnya sedang mempelajari bagaimana stres mempengaruhi fungsi pencernaan, dengan tikus yang telah dimodifikasi secara genetika, untuk menghasilkan hormon stres yang disebut Faktor Pelepas Kortikotropin, atau CRF.
Tikus dibuat kehilangan rambut di punggungnya, seolah-olah akan botak. Peneliti kemudian memantau pengobatannya, dan menemukan hal yang mengejutkan.
[Dr. Million Mulugeta, UCLA]:
"Kami melihat beberapa tikus yang disuntik dengan penghalang reseptor hormon stres, telah tumbuh kembali rambutnya tiga bulan kemudian. Ini adalah kejutan yang tidak kami sangka.”
Penghalang hormon stres yang disebut astressin-B, berefek kuat dan tahan lama.
Pertumbuhan rambut di antara tikus botak sangat efektif, mereka tidak bisa lagi dibedakan dengan yang lainnya.
[Dr. Million Mulugeta, UCLA]:
"Antagonis yang kami suntikkan sangat sedikit, dalam mikrogram, yaitu seperjuta gram. Lima suntikan, satu per harinya. Cukup untuk mengembalikan rambut rontok.”
Pertanyaannya sekarang, apakah astressin-B akan berefek sama pada manusia.
[Dr. Million Mulugeta, UCLA]:
"Apakah ini bekerja pada manusia atau tidak, adalah sesuatu yang menarik dan ingin kami tindaklanjuti. Untuk saat ini kami tidak tahu, tapi ada beberapa bukti yang memberi harapan bahwa ini akan bekerja. Jika tidak untuk berbagai jenis kebotakan, setidaknya untuk populasi yang menderita kebotakan akibat stres.”
Kata Dr Mulugeta, alasan ini cukup untuk melanjutkan usahanya. Ia percaya bahwa laboratorium tikusnya telah membuka pintu bagi penemuan-penemuan baru.