Umat Kristen yang berencana untuk mengadakan layanan terbuka di Beijing pada hari Minggu, dihalangi polisi, lalu dibawa pergi dengan bus.
Para anggota Gereja Shouwang, berjumlah sekitar 1000 umat Kristen Protestan berkata, mereka melakukan layanan diluar karena pemerintah memaksa mereka keluar dari tempat sewaan.
Ada lebih dari 40 juta orang Kristen Protestan di China, dan banyak yang lebih memilih gereja bawah tanah dibandingkan gereja resmi yang dikendalikan rezim China.
Tetapi, pilihan ini cukup beresiko. Pihak berwenang secara rutin menutup kegiatan mereka dan menangkapi anggotanya.
Pendata Shouwang Yuan Ling memberitahu Associated Press bahwa ia dan sedikitnya enam anggota lainnya ditahan rumah, di malam sebelum pertemuan.
Saksi mata memperkirakan mereka yang ditangkap berkisar puluhan hingga ratusan orang.
Presiden China Aid yang berbasis di A.S, Bob Fu berkata, pelanggaran HAM terhadap umat Kristen di China telah menguat tahun ini.
[Bob Fu, Presiden Asosiasi China Aid]:
"Kami telah melihat pemerintah menggunakan taktik yang sangat keras terhadap penganut kepercayaan termasuk prosedur ekstra-legal seperti penghilangan paksa, dan penculikan beberapa aktivis HAM Kristen yang paling menonjol."
Penangkapan mulai dikuatkan atas kampanye Partai Komunis China terhadap para pembangkang, sebagai respon dari protes gaya Timur Tengah. Polisi menangkap puluhan pengacara, penulis dan aktivis termasuk seniman kontemporer terkenal Ai Weiwei.