Fosil 155 juta tahun, "Xiaotingia" seukuran ayam yang baru ditemukan di Provinsi Liaoning China, menantang kepercayaan tradisional ilmuwan dalam evolusi burung.
Archaeopteryx, yang ditemukan 150 tahun lalu, diyakini menjadi penghubung dinosaurus dan burung.
Namun, dengan penemuan terbaru ini, Archaeoperyx mungkin tidak lebih dari dinosaurus berbulu, tidak seperti yang dulu diyakini ilmuwan sebagai burung pertama.
Fosil baru, Xiaotingia, dan Archaeoperyx, memiliki kemiripan yang luar biasa, dan keduanya lebih berhubungan dengan burung.
[Profesor Xing Xu, Paleontolog, Akademi Sains China]:
"Akhirnya kami menyimpulkan Archaeopteryx dan Xiaotingia zhengi dari keluarga yang sama, dan mereka seharusnya di bawah grup Deinonychosauria, bukan pada burung."
Archaeoperyx dulu dianggap sebagai hubungan evolusi yang hilang antara burung dan dinosaurus sejak ditemukan tahun 1861. Sekarang semua kembali menjadi misteri.