[Maryanne Venables, Pasien Asma]:
"Saya tidak dapat berpergian tanpa teman kecil saya, penghirup ventolin."
Seperti penderita asma umumnya, dia berharap ada obat baru yang membuat kondisinya lebih baik.
Kini, ada harapan.
Dalam Jurnal Kedokteran "The Lancet", peneliti Australia berkata mereka menemukan kesamaan pada gen asma dengan penyakit radang sendi.
Di pasaran, telah tersedia obat bagi penyakit radang sendi yaitu Tocilizumab.
Diharapkan obat yang digunakan untuk mengobati radang sendi ini, juga bisa untuk penyakit asma.
[Dr. Manuel Ferreira, Peneliti]:
"Obat ini bisa menurunkan gen aktif yang sekarang diketahui berhubungan dengan asma."
[Maryanne Venebles, Pasien Asma]:
"Saya pikir penemuan itu nampaknya belum pernah dibahas sebelumnya."
Lebih dari 235 juta orang diseluruh dunia menderita asma. Organisasi WHO mengatakan, penyakit ini umumnya diderita oleh anak-anak.
[Maryanne Venables, Pasien Asma]:
"Seya menggunakan alat pencegah dan penghirup. Jika ada uji klinis di masa depan, saya ingin berpartisipasi jika memenuhi syarat."
Para peneliti berkata, perlu penelitian lebih lanjut untuk menilai efektifitas dalam pengobatan ini.