Pada 13 September, tiga anggota Kongres AS- Dana Rohrabacher, Randy Forbes dan Ted Poe memperkenalkan RUU , untuk melawan keunggulan media China di Amerika Serikat.
Rohrabacher berkata, pemerintah AS harus lebih memperhatikan konflik penyiaran dengan China, artinya AS harus meningkatkan siaran di China.
RUU Pertukaran Media China 2011 akan menentukan, visa yang dikeluarkan Departemen untuk pekerja China harus sama dengan jumlah yang dikeluarkan China untuk wartawan AS yang bekerja untuk Dewan Penyiaran Gubernur (BBG).
Tahun 2010, 650 orang China ke Amerika Serikat dengan visa jurnalis internasional, sedangkan wartawan Amerika yang berbasis di China hanya dua orang.
Polisi China terus-menerus mengganggu dua koresponden Amerika di Beijing. Voice of America dan Radio Free Asia sering disumbat oleh rezim China.
Mantan asisten berita New York Times menganggap RUU ini sangat bagus, tapi harus mencakup lebih banyak.
[Zhao Yan, Mantan Asisten Berita New York Times]:
"Di jaringan kabel TV AS ada TV Phoenix dan CCTV, termasuk TV berbahasa China. Namun, bisakah kita tonton CNN Amerika, TV Kolombia , Fox , ABC, NBC, dan media lainnya, termasuk VOA dan Free Asia ? Dapatkah mereka disiarkan atau diterbitkan di China? Tidak dapat ditemukan di China. "
Ahli China dan pengacara Gordon Chang yakin banyak wartawan China di Amerika Serikat adalah mata-mata.
[Gordon Chang, Ahli China]:
"Mereka lebih dari sekedar wartawan. Kebanyakan dari mereka sebenarnya bekerja untuk Dinas Intelijen China, seharusnya jangan membiarkan mereka ke Amerika Serikat. Kita harus lebih hati-hati dan harus lebih banyak orang AS di China. "
Rezim China menginvestasikan 45-miliar dolar untuk mendukung Berita Xinhua dan Central TV China (CCTV). Pada bulan Mei, Xinhua meluncurkan biro Amerika Utara di Times Square New York. Yang diperluas dengan tujuh kantor siaran bahasa Inggris dan program 24 jam.
English Version Click Here