Mega Virus ditemukan oleh para ilmuwan saat ekspedisi di lepas pantai Chili. Virus Mega Chilensis ini lebih besar daripada pemegang rekor sebelumnya, Mimi, dan adalah organisme yang rumit.
[Jean-Michel Claverie, Peneliti, Pusat Penelitian Genomik Perancis]:
"Ini adalah virus terbesar dilihat dari ukuran partikelnya. Sedikit lebih besar dari Virus Mimi, dan lebih mengagumkan dilihat dari ukuran gen dan muatan DNA-nya.”
Virus Mimi dan Virus Mega memiliki 594 gen dan dapat membentuk keluarga virus baru, yaitu “Megaviridae”
Biasanya, virus tidak memiliki banyak gen. Contohnya, virus flu atau HIV hanya memiliki sepuluh gen.
Walaupun Virus Mega tidak berbahaya bagi manusia, para ilmuwan masih meragukan satu hal, yaitu bahwa virus ini memiliki gen yang seharusnya tidak ada di sana. Gen-gen itu biasanya ditemukan dalam sel manusia atau organisme selular.
[Jean-Michel Claverie, Peneliti, Pusat Penelitian Genomik Perancis]:
“Ini telah menempatkan virus kembali ke dunia organisme hidup, benda hidup. Teori sebelumnya mengatakan, virus dimulai dengan sangat kecil dengan sedikit gen, dan akhirnya mencuri gen dari sel. Tapi yang kita tunjukkan sekarang adalah justru kebalikannya. Barangkali virus-birus besar ini sudah lebih besar sebelumnya, dan mereka mengurangi ukuran perlahan-lahan, karena mereka adalah parasit. Parasit selalu kehilangan gen dan fungsinya, sejalan dengan waktu.”
Hal ini biasa disebut “evolusi reduktif”, dimana virus kehilangan fungsi saat menemukan gen di sel yang mereka pengaruhi.
Tim ini berencana akan kembali ke Chili untuk mengumpulkan contoh-contoh baru.