Enam bulan telah berlalu sejak gempa bumi di daerah Tohoku, Jepang. Sejak itu, industri turisme Jepang telah mengalami pukulan berat, dan mereka tengah berjuang untuk menarik kembali turis asing.
Pameran Visit Japan Travel Mart yang dinaungi oleh Agen Turisme Jepang, bertujuan untuk mendorong agen biro perjalanan luar negri datang ke Tokyo dan memahami situasi sesungguhnya.
[Hideo Oniki, Direktur Deputi, Agen Turisme Jepang]:
“Sejak Juli, kami telah mengundang sekitar 1000 orang agar mereka dapat melihat situasi sesungguhnya dan keamanan di Jepang.”
Rosaline Lam datang mewakili biro perjalanannya dari Hong Kong.
[Rosaline Lam, Manajer, Sunflower Travel]:
“Pada bulan-bulan pertama, seperti Juni, Juli, Agustus, kami mempromosikan harga murah ke Jepang dan didukung oleh penerbangan dan hotel di Jepang. Hasilnya baik. Tetapi pada bulan Oktober, November, daerah paling buruk adalah Tokyo. Banyak berita buruk, tak ada berita baik. Saya pikir pemerintah Jepang harus berbuat sesuatu.”
Jason Murray dari Kalifornia berkata, yang sulit adalah mendapat informasi benar dan cepat dari tangan pertama.
[Jason Murray, Presiden, Pacific Reach]:
“Informasinya bercampur-campur, kadang-kadang sulit untuk mendapat informasi yang benar dengan cepat. Khususnya di AS, kami tidak memiliki banyak akses, khususnya mengenai bencana di Fukushima.”
Walaupun begitu, Murray berkata, sungguh menghibur untuk melihat reaksi orang-orang di Jepang.
[Jason Murray, Presiden, Pacific Reach]:
“Orang-orang tidak terlihat terlalu kuatir, kelihatannya mereka tahu dimana yang aman dan tidak aman. Mereka tidak terlihat berdiam terlalu lama, menyenangkan untuk melihatnya.”
Jepang telah memulai kampanye “Big Welcome” bulan November, agar orang-orang dapat mengunjungi Jepang dengan biaya murah.
Liliana Chandra melaporkan untuk NTD News dari Tokyo Jepang.