Era Baru News >> NTD Video >> NTD Video >> “Jalan Kecil Injil” Dibuka di Israel
“Jalan Kecil Injil” Dibuka di Israel
Ditulis oleh NTD NEWS Kamis, 08 Desember 2011



altInilah Galilea, sebuah wilayah pegunungan di Israel Utara, dimana warna hijau menjadi dominan di bulan November. Menurut Kitab Perjanjian Baru, Yesus melewati bukit dan lembah ini 2000 tahun yang lalu, menyebarkan ajarannya.
 
Menteri Pariwisata Israel baru-baru ini membuka Jalan Kecil Injil, sebuah jalan setapak dari Nazaret ke Capernaum, yaitu desa nelayan kuno di pantai Laut Galilea.
 
Mentri Pariwisata Stas Miseznikov hadir untuk meresmikannya.
 
[Stas Misezhnikov, Menteri Pariwisata Israel]:
“Ini adalah langkah kaki Yesus Kristus dan mereka yang mengikutinya dengan jalannya dari Nazaret. Di sana Ia dikeluarkan sebab Ia tidak diinginkan, dalam perjalanannya ke Capernaum.”
 
Menteri Pariwisata berharap bahwa jalur sepanjang 63 kilometer ini akan dikunjungi oleh peziarah dan turis Kristiani dari seluruh dunia.  
 
Nama “Jalan Kecil Injil” diambil dari ajaran dan pesan-Nya ke orang-orang di dunia.
 
[Uri Sharon, Administrasi Pemasaran, Kementrian Pariwisata]:
”Saya pikir Yesus menekankan cinta pada sesama. Itu mungkin adalah salah satu firman terpenting, yang Ia pikir penting pada masanya. Ia berkata: Anda tak hanya harus mencintai sesama, tetapi juga orang yang membencimu dan musuhmu.”
 
Dari Gunung Beatitudes yang merupakan salah satu tempat pemberhentian, terhampar pemandangan Laut Galilea. Yesus dipercaya telah menunjukkan keajaiban kelima-Nya dengan berjalan di atas air disini.
 
[Yossi Granit, Pemandu Wisata]:
”Saat berbicara tentang Kristiani, kita berbicara tentang tiga langkah. Langkah pertama adalah disini. Saat Ia datang dari Nazaret, 500 meter di atas laut ke tempat terendah disini, yaitu 200 meter dibawah ketinggian laut, Ia bertemu Petrus. Waktu itu namanya bukan Petrus, tapi Simon.”
 
Untuk menarik lebih banyak turis, Israel telah menginvestasi sekitar 900.000 dolar untuk merenovasi jalan ini. Menurut Mentri Pariwisata, tahun lalu saja ada 69 persen penganut Kristiani yang mengunjungi negara tersebut.
 
 
English Version Click Here