Era Baru News >> NTD Video >> NTD Video >> Harapan dan Kemarahan: Reaksi Kematian Kim Jong Il
Harapan dan Kemarahan: Reaksi Kematian Kim Jong Il
Ditulis oleh NTD NEWS Selasa, 03 Januari 2012



altBanyak warga Korea Selatan yang berkumpul di Imjingak, dekat perbatasan Korea Utara untuk merayakan kematian Kim Jong Il. Kematiannya telah mengundang banyak reaksi, tetapi bagi orang-orang ini besar artinya. Mereka adalah warga Korea Utara yang mempertaruhkan nyawa untuk lari ke Korea Selatan. Kini mereka merayakannya dengan mengirim pesan ke Korea Utara lewat balon yang diisi 200.000 selebaran.
 
[Jang Saeyul, Wakil Direktur, Liberasi untuk Korea Utara]:
“Saya menunggu hari ini sejak lama. Saya harap kematian Kim Jong Il bisa menjadi kesempatan baik untuk Tiongkok dan 23 juta warga Korea Utara untuk berdamai dengan negara lain.”
 
Di Korea Utara dimana informasi dikontrol ketat, mendapatkan berita dari luar harus dilakukan melalui balon. Aktivis dari Korea Utara juga menyelipkan berita tentang kejatuhan kediktaktoran lain.
 
[Han Changkweon, Ketua, Perkumpulan Aktivis Terhadap Korea Utara]:
“Kim Jong Il seharusnya meninggal seperti Saddam Hussein atau Kolonel Gaddafi, digantung lehernya oleh negara, tetapi dia justru meninggal secara alami.”
 
Setelah kematian Kim Jong Il, pasar saham Korea tiba-tiba jatuh, dan nilai kurs meninggi. Tetapi pebisnis Korea bereaksi dengan tujuan yang lebih besar.
 
[Ha Jing, Direktur Cabang, Konstruksi Hyundai]:
“Situasi ini sebagian mempengaruhi ekonomi Korea Selatan. Tetapi tidak berpengaruh jangka panjang, karena Korea Selatan memiliki dasar ekonomi kuat. Ini juga bisa menjadi kesempatan baik bagi warga Korea Utara untuk meningkatkan hidup dan mendorong persatuan damai.”
 
Kita bisa berkata bahwa di Seoul, banyak yang berharap untuk kemerdekaan dan kedamaian, lebih dari masalah ekonomi.
 
NTD News, Seoul, Korea Selatan.
 
 
English Version Click Here