Era Baru News >> NTD Video >> NTD Video >> UU Perlindungan Pasangan Imigran di Korea Selatan
UU Perlindungan Pasangan Imigran di Korea Selatan
Ditulis oleh NTD NEWS Sabtu, 11 Februari 2012



altIrena asal Uzbekistan, datang dan tinggal di Korea Selatan bersama suaminya enam tahun yang lalu. Dia salah satu dari banyaknya pasangan yang menikah dengan pria Korea Selatan.
 
[Irena, Istri Pria Korea Selatan]:
"Saat pertama bertemu dengannya saya tidak terpikir untuk menikah dengan orang Korea, tapi saya menyukai wajah pemalu dan kepribadiannya. Saya tertarik, jadi kami ke Korea dan menikah."
 
Pria dari daerah perdesaan sering kesulitan mencari istri. Mereka kemudian sering menggunakan kontak jodoh antar negara.
 
Kim Yejin adalah pekerja sosial yang bekerja dengan pengantin asing.
 
[Kim Yejin, Pekerja Sosial]:
"Rendahnya angka kelahiran menjadi masalah besar saat ini, itulah alasan pemerintah mendorong pernikahan antar-negara."
 
Ada kekhawatiran wanita-wanita ini sering mengalami tindakan kekerasan, sehingga Kongres HAM menyerukan reformasi UU Imigrasi Korea untuk melindungi mereka.
 
[Kim Yejin, Pekerja Sosial]:
"Saat ini, pasangan yang datang ke Korea untuk memperbaharui visa harus didampingi suaminya. Kebanyakan bukan meminta kewarganegaraan, melainkan hanya untuk memperpanjang visa. Jika suaminya tidak mendampingi, atau jika ia kabur dari rumah karena masalah kekerasan atau lainnya, tidak ada yang melindunginya.”
 
[Irena, Istri Pria Korea Selatan]:
"Sebagian orang berpikir istri dari negara lain statusnya lebih rendah dan mereka sering diperlakukan buruk karena tidak bisa berbahasa Korea. Jika ada perubahan UU,  mereka akan lebih mampu melindungi diri dan memiliki kebebasan."
 
NTD News, Korea Selatan
 
 
English Version Click Here