Perayaan Hari Lingkungan Hidup oleh PBB tahun ini merupakan peristiwa global ketika sebuah mobil listrik, dengan tanpa pengawalan, menempuh 4.800 kilometer melewati Afrika Timur.
Di proyek “Mission Africa” ini, mobil Citroen Berlingo oranye mengikuti jejak David Livingstone menjelajahi Kenya, Tanzania, Zambia, Botswana, dan Afrika Selatan. Baterai mobil tersebut diisi ulang di komunitas-komunitas setempat setiap malamnya.
Teknologi mobil ini dikembangkan oleh pabrik Venturi di Perancis, yang telah mencetak rekor dunia menempuh 13.400 kilometer dari Shanghai sampai Paris. Meski begitu, misi ini merupakan tantangan yang baru.
Sang pengemudi, Xavier Chevrin, menjelaskan.
[Xavier Chevrin, Pengemudi dan Guru Bahasa Inggris]:
“Pertama, kami berada di benua Afrika, dimana sumber daya listrik tidak terlalu mudah didapat. Kedua, teknologi listrik pada alat transportasi yang kita pergunakan ini masih dalam tahap permulaan. Ketiga, kami akan bergantung pada penduduk setempat yang kami temui dalam perjalanan ini untuk mendapat ijin mengisi baterai mobil setiap sorenya.”
Model mobil berkecepatan maksimum 110 kilometer per jam ini sama dengan mobil yang digunakan jasa pelayanan pos di Perancis.
Menemukan tempat untuk mengisi baterai di komunitas dengan sumber listrik yang tak dapat diandalkan adalah sebuah tantangan misi yang bertujuan menyelamatkan lingkungan ini.
Jejak karbon yang akan ditinggalkan mobil ini sangat sedikit karena kebanyakan tenaga listrik di wilayah tersebut adalah listrik tenaga air.
Waktu berbicara di Zambia, Chevrin menekankan pentingnya misi lingkungan ini.
[Xavier Chevrin, Pengemudi dan Guru Bahasa Inggris]:
“Kami berada di Afrika, benua yang memiliki asset untuk membuat energi alternatif, seperti tenaga matahari, angin atau air. 100% tenaga listrik di Zambia dihasilkan dari tenaga air dengan bendungan di negara ini. Perjalanan kami ini tidak menghasilkan emisi karbon, dan ini merupakan hal yang menakjubkan. Sekarang kami hampir sampai ke air terjun Victoria, yang merupakan warisan alam dan satu simbol alamiah dan ekologi. Ini adalah tempat yang tepat bagi kami untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup.”
Mobil dengan jarak tempuh 500 kilometer itu berangkat dari kaki gunung Kilimanjaro 11 Mei lalu.