Presiden baru terpilih, Mohamed Mursi, menghadiri upacara ditengah konflik dengan militer, atas keputusannya memulihkan kembali parlemen negara.
Kejutan ini, bertentangan dengan keputusan dewan militer yang membubarkan parlemen, setelah mahkamah agung memutuskan konstitusi pemilu tidak sah.
Ini tanda presiden baru akan mengabaikan hukum untuk menerapkan agendanya.
[Sylvia, Warga Mesir]:
"Setidaknya ini merupakan kurangnya penghormatan atas keputusan pengadilan. Seharusnya kita menjadi negara hukum dan kita mesti menghormati hukum."
Yang lainnya memuji Mursi untuk menentang militer yang berkuasa sejak revolusi 2011.
[Ahmed Moslem, Warga Mesir]:
"Kami, 30 juta warga mesir, memilih seorang Majelis Rakyat. Dewan Militer dan hakimnya yang terpilih tidak bisa dengan hanya sebaris kata, memutuskan bahwa parlemen ini dibubarkan."
Menurut hukum, keputusan Makamah Konstitusi Agung tak dapat ditantang.
Keputusan Mursi merupakan perebutan kekuasaan yang berkepanjangan di demokrasi baru Mesir.