Para lansia sebentar lagi bisa mendapatkan teman baru di situs Facebook, berkat perpustakaan New York yang menawarkan kelas untuk membantu lansia belajar keterampilan jaringan sosial.
Sebagai contoh, Perpustakaan Spuyten Duyvil di Bronx membantu para lansia terhubung dengan menawarkan kelas "Facebook bagi Lansia".
Menurut Pew Internet & American Life Project, lebih dari setengah lansia berusia 65 ke atas sekarang bisa mengakses internet.
Bagi warga lansia, terutama yang hidup sendiri, situs jaringan sosial menawarkan peluang untuk tetap berkomunikasi, berbagi foto, mencari teman baru dan reuni dengan teman lama.
Selama kursus berdurasi 90 menit yang dipimpin Josh Soule, pustakawan senior di Perpustakaan Spuyten Duyvil, menjelaskan apakah Facebook itu, bagaimana membuka akun, menangani notifikasi, newsfeed, jadwal dan masalah privasi.
[Josh Soule, Pustakawan Senior]:
"Mereka lebih tahu teknologi dari yang mereka kira. Saya lihat, mereka cenderung tidak yakin pada diri sendiri, mereka butuh dukungan dan beberapa tips bagaimana mengoperasikan dengan lebih baik."
Kelas ini sangat populer dan menarik kaum lansia dari segala usia.
Rosalind Licht merasa facebook merupakan cara tepat untuk berhubungan dengan cucunya.
[Rosalind Licht, Murid Lansia, kelas Facebook]:
"Saya mengerti orang muda dan cucu. Sekarang mereka jarang pakai email. Mereka hanya memakai Facebook, jadi saya rasa ini cara lain untuk berkomunikasi dengan mereka."
Bagi lansia privasi merupakan masalah besar.
[Carol White, Murid Lansia, Kelas Facebook]:
"Saya marah karena tanggal lahir lengkap saya tercantum, dan siapa pun yang ingin, mereka bisa dapat banyak informasi, jika mereka punya tanggal lahir lengkap Anda, mereka mungkin bisa mencuri identitas. Saya tidak senang dengan hal ini."
Kelas gratis ini memungkinkan banyak lansia di daerah New York terhubung dengan keluarga dan temannya melalui facebook.