Seorang petisioner China Zheng Dajing menyebut penjara yang ada di dekat stasiun Kereta Api Selatan Beijing adalah "penjara hitam," tempat diamana ia ditahan dua tahun lalu karena masalah pengaduan tempat tinggal.
Zheng, salah satu dari puluhan ribu warga sempat melakukan perjalanan ke Beijing untuk mengadu pada kantor pemerintah bagian "petisi dan permohonan," namun usahanya mengakibatkan siksaan fisik.
[Zheng Dajing, Pemohon]: "Setelah mereka menangkap saya, mereka mendorong saya ke dalam penjara, mereka ada tiga orang, dua orang duduk di atas saya, semuanya menekan saya kebawah, saya bahkan tidak bisa bernapas, mereka sengaja berusaha untuk menyakiti saya."
Perlakuan ini seharusnya bertindak sebagai saluran bagi keluhan publik, tetapi keluhan dihitung sabagai catatan politik dan prospek promosi bagi para pejabat yang menghadapi tekanan kuat untuk membatasi banyaknya pemohon.
Pada hari Kamis, beberapa hari sebelum Presiden AS Barack Obama melakukan kunjungan pertamanya ke China, Human Rights Watch menerbitkan laporan bahwa direktur Sophie Richardson mengatakan, penahanan secara meluas dalam pusat-pusat penahanan ilegal disangkal pemerintah China.
[Sophie Richardson, Direktur Pengacara, Human Rights Watch Asia Div.]: "Kami telah mendokumentasikan semua pelecehan sexual dan bentuk-bentuk pelecehan psikologis lainnya, mereka juga memenjarakan anak-anak, ada juga yang berusia enam tahun, kekerasan fisik yang mengerikan, pencurian dan pemerasan."
Menjelang empat hari perjalanannya, Obama mengatakan ia berencana untuk menekan China mengenai hak asasi manusia, tetapi Richardson mengatakan tindakan pemerintah sejauh ini telah mengecewakan.
[Sophie Richardson, Direktur Pengacara, Human Rights Watch Asia Div.]: "Saya pikir pemerintahan Obama sedang diuji. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Beijing dan saya pikir China akan memutar balik keras, sehingga seberapa jauh mereka bisa melihat, dan terus memperlakukan hak asasi manusia menjadi lebih rendah, dan lebih rendah
Human Rights Watch memperkirakan, di Beijing sendiri terdapat tujuh hingga 50 lokasi "penjara", pemerintah daerah membayar petugas lebih dari $ 40 per hari sehingga para pemohon tidak mengetahuinya.