| Jakarta Seriuskan Pembangunan Menara Tertinggi di Dunia | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Sunardi - NTDNews |
| Jumat, 23 Januari 2009 09:11 |
|
Berlokasi di areal seluas 5,3 hektar di wilayah Bandar Baru Kemayoran, Jakarta Pusat, proyek pembangunan Menara Jakarta akan segera diseriuskan kembali. Menara yang akan mencapai ketinggian 558 meter ini akan mengalahkan ketinggian menara tertinggi saat ini, yakni Canadian National Tower di Toronto, Kanada, yang mencapai ketinggian 553 meter. Proyek yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar 3 triliun rupiah ini rencananya akan dijadikan sebagai “Sentra Gaya Hidup”, beberapa bidang usaha yang sudah dipastikan akan meramaikan ketinggian Menara Jakarta antara lain pusat multimedia telekomunikasi dan penyiaran, pusat pendidikan dan pelatihan, pusat perkantoran, sebuah hotel berbintang yang dilengkapi restoran berputar, serta sebuah mall berkelas, dan tak ketinggalan, puncak dari Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat pengamatan sebagai daya tarik pariwisata. Menanggapi kelanjutan pembangunan Menara Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, sangat mendukung upaya penyelesaian proyek yang direncanakan rampung tahun 2012 mendatang ini. Menurutnya, fungsi Menara Jakarta yang akan menjadi pusat telekomunikasi dan penyiaran sangat membantu pemprov DKI Jakarta dalam membereskan kesemerawutan menara BTS (Base Transceiver Station) di Jakarta yang mencapai lebih dari 3400 menara. [Fauzi Bowo – Gubernur DKI Jakarta] Disamping menjadi tempat ideal bagi bidang telekomunikasi dan penyiaran, Menara Jakarta juga telah dilengkapi dengan system manajemen bencana (disaster management system) yang dapat menjamin keamanan data-data dari berbagai jenis bencana. [Roesdiman Soegiarso – Direktur Proyek Menara Jakarta] Ide pembangunan Menara Jakarta dimulai sejak tahun 1995 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pembangunan menara tertinggi di dunia ini rencananya akan dijadikan sebagai ikon nasional bangsa Indonesia. Maka itu pada tahun 1996, digelarlah sayembara desain Menara Jakarta yang berhasil dimenangkan oleh Murphy/Iohn asal A.S. Namun karena proyek desain ini terlalu mahal untuk direalisasikan, maka pemerintah Indonesia memilih desain menara dari pemenang kedua, yakni East Chine Architecture Design & Research Institute (ECADI), yang juga ikut mendesain Shanghai Oriental Pearl Tower di China. Namun pada tahun 1998, pekerjaan pembangunan menara ini terhenti total akibat krisis moneter berkepanjangan yang melanda Indonesia. (ntd-news/sun) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Normalisasi Waduk Pluit Dimulai dengan Penggusuran
- Tikus Yongzhou
- Rahasia Tidur Nyenyak
- Hidup Kembali dengan Mesin CPR Setelah Meninggal 40 Menit


Mozilla Firefox