| Shen Yun : Simbol Kebebasan Hong Kong |
| Ditulis oleh oleh Li Tianxiao, The Epoch Times | Senin, 15 Februari 2010 |
Pembatalan Shen Yun di Hong Kong adalah sebuah penyangkalan kebebasan
Dalam Kebangkitan dari Pengunduran Diri Lima konstituen dan protes terhadap hubungan jaringan ke China, insiden ini telah menimbulkan gelombang protes lainnya di Hong Kong. Organisasi non-pemerintah (LSM) dan para pendukung pertunjukan Shen Yun Hong Kong bergabung melakukan pawai dan rapat umum. Harapannya adalah bahwa pemerintah Hong Kong akan memperbaiki cara-caranya, dengan jelas menenangkan PKC di China. Menyangkal hak sebuah group pertunjukan yang prestisius untuk tampil adalah sebuah insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah budaya komunikasi Hong Kong. Setiap tahun, banyak group seni dan budaya mengunjungi Hong Kong: di antara mereka adalah musikal Broadway, seperti Cats, Miss Saigon, The Phantom of the Opera dan Oklahoma. Sejauh yang saya tahu, tidak satu pun yang ditolak masuk ke negara ini, dikarenakan staf perusahaan tersebut menjadi ancaman bagi peluang kerja dari "para buruh kerja" di Hong Kong sendiri. Tidak heran bila semenjak penolakan visa itu dipublikasikan, orang-orang telah menunjuk pemerintah Hong Kong sebagai pemerintah yang "kotor dan tak tahu malu". Banyak orang telah menyatakan kekecewaan, kemarahan dan keheranan mereka, sementara yang lain merasa hal itu tidak mengherankan sama sekali bahwa pemerintah Hong Kong akan tunduk membungkuk untuk menyemir sepatu Beijing, karena, sejauh keprihatinan mereka, Slogan "satu negara dua sistem" dianggap benar-benar sebagai kebohongan. Kesedihan, kemarahan dan kesadaran, semuanya adalah tanggapan yang normal terhadap ketidakadilan. Bagi mereka yang harus melewatkan pertunjukan dan menderita kerugian ekonomi karena campur tangan pemerintah Hong Kong, hal itu wajar bagi mereka dengan menegur tindakan tersebut sebagai "tak tahu malu." Bagi mereka yang dibesarkan di dunia yang bebas dan telah menyaksikan Shen Yun, kejadian itu mengejutkan karena pemerintah Hong Kong yang dicap sebagai bebas dan taat hukum, akan mengambil jalan seperti skandal tipu muslihat itu. Tetapi orang-orang yang tahu Partai Komunis China (PKC) lebih baik, mereka yang telah dianiaya oleh PKC, telah mempunyai kesimpulan yang lebih rasional: di tangan PKC, Hong Kong akan mengalami banyak hal kecuali kebebasan dan demokrasi. PKC takut dan terganggu dengan Shen Yun, karena Shen Yun adalah ekspresi otentik kebudayaan Cina. PKC, sebagai pengikut doktrin Marxis asing, telah memerintah Cina dengan patriotisme dan nasionalisme palsu. PKC telah merekayasa "budaya tradisional" palsu dengan film seperti Confusius, Hero dan Curse of Golden Flower, dan bahkan acara seperti upacara pembukaan Olimpiade 2008. Namun, Shen Yun, sebagai akhir, representasi artistik dari budaya Cina asli, telah mengugkap wajah asli PKC. Tidak sulit membayangkan rasa takut dan kecemburuan yang hina dari PKC. Jika penindasan PKC terhadap Shen Yun karena rasa takutnya begitu nyata, apa yang pemerintah Hong Kong harap dapat diperoleh dari sikap tunduk merendahkan diri sepertinya sulit ditebak-tebak. Mungkin beberapa pujian acak dari pemerintah. Tapi apa yang hilang dan kerugiannya jauh lebih besar daripada pujian kosong tersebut. Pertama, pemerintah Hong Kong akan kehilangan dukungan rakyat. Dengan menyangkal hak Shen Yun untuk pentas, rakyat Hong Kong-lah yang benar-benar terluka. Tiket pertunjukan Shen Yun yang dijual perusahaan Hong Kong terjual habis dalam waktu seminggu-ini adalah bukti begitu banyak orang-orang Hong Kong sangat menghargai Shen Yun. Hal ini jelas bertentangan dengan keinginan PKC untuk melarang Shen Yun tampil. Insiden ini bukan hanya tentang pembatalan pertunjukan; ini tentang PKC menggunakan pemerintah Hong Kong untuk menghalangi rakyatnya dari kebebasan mereka. Dengan membatalkan pertunjukan Shen Yun, pemerintah Hong Kong hanya digunakan untuk mengingatkan orang-orang, pada berbagai cara untuk memenuhi keinginan PKC, melawan kebebasan Hong Kong. Contoh lain termasuk Undang-Undang Dasar Hong Kong Pasal 23, penundaan pemilihan umum dan merupakan usaha lain PKC untuk melawan kebebasan. Sama seperti Pasal 23, yang membuat ratusan ribu orang turun ke jalan-jalan, penindasan terhadap pertunjukan Shen Yun dapat memicu protes skala besar lain terhadap PKC dan pemerintah Hong Kong. Kedua, nasib orang yang tunduk menyemir sepatu PKC kemungkinan besar akan diserahkan menjadi tumpukan sampah - seperti lap. Kerjasama penuh dengan dikte politik PKC mungkin tidak menghasilkan imbalan menguntungkan. Ketika orang telah bangkit untuk menyuarakan kemarahan mereka, secara historis kita ketahui, PKC telah mengorbankan kambing hitam. Pejabat Hong Kong mungkin juga terkena nasib serupa. Mantan Sekretaris Keamanan, Regina Ip (Lau Suk-yee) marah terhadap rakyat Hong Kong, yang secara aktif mendukung Pasal 23. Dia kemudian mengundurkan diri, di bawah tekanan dari PKC. Saat ini pejabat Hong Kong harus belajar dari pelajaran jatuhnya kekuasaan Regina Ip. Ketiga, pejabat Hong Kong yang terlibat pada akhirnya akan membebani diri dengan tanggung jawab pribadi dan rasa bersalah atas perilaku mereka. Bahkan saat berada di bawah ancaman berat PKC, hal ini masih menjadi masalah pribadi setiap orang, pilihan moral tentang bagaimana harus bertindak. Ini adalah pilihan bagi peajabat Hong Kong antara bekerja untuk PKC atau bagi rakyat Hong Kong. Protes rakyat dapat membantu mendorong para pejabat di Hong Kong menuju arah yang benar. Penindasan pertunjukan Shen Yun di Hong Kong, sekali lagi telah mengungkapkan sifat jahat PKC. Seperti diungkapkan dalam "Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis", sifat natural PKC tidak pernah berubah. Kejahatan semacam itu memanjang dari inti daratan rezim, Beijing, langsung ke pusat pemerintahan di Hong Kong.(lsn) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Cerita Tentang Einstein
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Kepala Babi Kembali Ditemukan di Depan Masjid
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Perusahaan yang berbasis di New York, Shen Yun Performing Arts, yang secara luas mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah di seluruh dunia, terpaksa membatalkan pertunjukannya di Hong Kong, karena pemerintah Hong Kong menolak mengeluarkan visa bagi beberapa anggota staf kunci perusahaan.





Mozilla Firefox