Penindasan Falun Gong Merusak Seluruh Bangsa
Sebelas tahun yang lalu, Partai Komunis China (PKC) memulai kampanye untuk memberantas Falun Gong, sebuah latihan spriritual yang damai dan populer yang dilatih oleh puluhan juta rakyat China. Tapi para praktisi Falun Gong bukanlah korban satu-satunya, dan kehilangan dan kehidupan yang hancur bukanlah satu-satunya korban.
Menyusul keputusan PKC untuk menekan Falun Gong pada 20 Juli 1999, buku-buku Falun Gong dibakar secara massal di depan umum dan media yang dikelola pemerintah membanjiri dengan propaganda untuk memfitnah Falun Gong. Para praktisi Falun Gong dicabut hak mereka untuk kebebasan berekspresi, praktek keagamaan, dan perlindungan hukum. Sekolah-sekolah mengusir para siswanya karena berlatih Falun Gong, dan di tempat-tempat kerja menyerahkan karyawannya yang berlatih Falun Gong untuk dipenjara dan disiksa. Sekarang ini, praktisi Falun Gong merupakan tawanan kemanusian terbesar di dunia, dengan ratusan ribu ekstra yudisial dipenjarakan setiap waktu. Puluhan ribu telah disiksa dalam tahanan dimana para penjaga penjara berusaha memaksa mereka untuk melepaskan kepercayaan mereka. Mereka disiksa secara keji. Disetrum dengan tongkat listrik, dibakar, digantung di langit-langit, dan dipukuli. Mereka tidak diberikan gizi yang memadai, dan dipaksa makan cabai dan kotoran manusia. Wanita diperkosa, tidak ada ampun bagi anak-anak dan orang tua mereka juga dipenjara dan dilecehkan. Bukti yang menggunung menunjukkan ribuan telah dibunuh karena penganiayaan itu dan organ-organ vital mereka dijual. Di tahun 2009, lebih dari 109 dilaporkan tewas akibat penganiayaan dalam tahanan. Bahkan di luar perbatasan China, pengikut Falun Gong tidak bebas dari ancaman pengintaian, intimidasi, pencemaran nama baik, dan bahkan kekerasan di tangan para agen PKC. Tapi kampanye penekanan PKC bukan hanya tentang keamanan fisik para pengikut Falun Gong. Sebaliknya, ini merupakan ancaman bagi sesuatu yang jauh lebih mendasar dan abadi. Hak-hak individu untuk berusaha memperbaiki diri sendiri dan nila-nilai kolektif dan integritas seluruh bangsa. Menekan KepercayaanKetika penindasan dimulai pada 1999, praktisi Falun Gong belum pernah mengungkapkan ambisi politik apa pun. Mereka bukanlah gerakan bawah tanah. Mereka tidak menganjurkan untuk transformasi politik, dan hanya mencari transformasi bagi hati mereka sendiri saja. Tetapi meskipun mereka bukan pembangkang politik, mereka adalah pembangkang spiritual. Dalam sebuah negara dimana kekerasan dimuliakan oleh PKC, mereka memilih untuk percaya pada belas kasih dan kesabaran. Pada sistem politik yang dirasuki oleh penipuan dan korupsi, mereka berlatih kebenaran. Di antara mantra baru China "menjadi kaya adalah mulia," mereka mencari arti hidup bukan dengan pengejaran uang, melainkan melalui meditasi, dan refleksi diri, dan praktek untuk mementingkan kepentingan orang lain. Sebagaimana Falun Gong tumbuh di China (diperkirakan 70 juta orang berlatih pada 1999) popularitasnya membangkitkan kemarahan para pemimpin terkemuka partai komunis, yang memandang filosofi moralnya sebagai persaingan ideologis. Dinamis ini diuraikan pada 27 Juli 1999, editorial Xinhua News Agency, corong PKC mengatakan bahwa prinsip sejati, baik, dan sabar yang diajarkan Falun Gong tidak ada kesamaan dengan etikal sosialis dan kemajuan budaya yang berusaha dicapai." Penganiayaan ini tidak bertujuan untuk membunuh praktisi Falun Gong, kematian di dalam tahanan pada umumnya adalah sebuah produk sampingan. Tujuan PKC sebenarnya adalah pemaksaan untuk mengubah kepercayaan. Individu yang bercita-cita untuk menjalani kehidupan bermoral, yang bercita-cita untuk mementingkan kepentingan orang lain dan kebaikan, dipenjara, difitnah, dan disiksa dengan tujuan untuk mengubah mereka menjadi orang-orang tanpa keyakinan spiritual. Setelah mereka "direformasi" melalui paksaan dan penganiayaan, mereka kemudian dipaksa untuk mengambil bagian dalam "transformasi" praktisi Falun Gong lain. Dalam arti, tujuan penganiayaan adalah mengubah orang-orang yang menghadap kebaikan dan taat hukum menjadi orang yang melaporkan dan menyiksa teman-teman mereka. Perampokan Integritas Praktisi Falun Gong bukanlah satu-satunya korban penganiayaan di China. Penindasan terhadap Falun Gong telah diarahkan oleh PKC dan pasukan keamanannya, tapi telah dilaksanakan dengan bantuan dan persetujuan dari ratusan juta rakyat China. Polisi yang memasuki profesi mereka untuk melindungi orang telah dipaksa untuk memenjarakan perempuan tua karena bermeditasi di taman. Penjaga kamp kerja paksa terancam kehilangan pekerjaan jika mereka tidak mengambil bagian dalam penyiksaan dan penganiayaan terhadap tahanan Falun Gong, dan para wartawan dan editor dipaksa untuk mencetak pidato kebencian terhadap latihan tersebut. Guru-guru sekolah diharuskan untuk memastikan bahwa tidak ada siswa mereka yang percaya pada Falun Gong, dan para pengusaha dibuat untuk mengirim karyawan produktifnya ke kamp kerja paksa. Warga biasa ditawarkan hadiah uang untuk menginformasikan tetangga mereka yang berlatih Falun Gong, dan hakim-hakim tidak diperbolehkan untuk memberikan keadilan ketika tahanan Falun Gong dibawa ke hadapan mereka. Dan jika tidak ada yang lain, warga negara China diberitahukan oleh pemimpin negara mereka yang membenci Falun Gong, untuk merasa jijik dengan ajaran sejati, baik, dan sabar, dan tetap diam ketika berhadapan dengan ketidakadilan. Ini adalah korban-korban lain dari penindasan terhadap Falun Gong. Benar, mereka memang tidak ada dibalik jeruji, atau kehilangan pekerjaan, dan pendidikan karena kepercayaannya. Tapi mereka telah membantah sesuatu yang bahkan lebih penting daripada kebebasan fisik, sebuah hati nurani yang bersih. Integritas mereka telah dirampok, dibutakan dari kebenaran. Dan untuk orang-orang yang mana pengikut Falun Gong di China terus membahayakan jiwa mereka. Mengubah OrangSejak penindasan terhadap Falun Gong dimulai 11 tahun yang lalu, reaksi para praktisi Falun Gong telah menjadi sebuah jalan upaya tanpa kekerasan untuk mendidik rekan-rekan mereka dari kebenaran. Mereka telah membantah rentetan propaganda resmi dengan rumah-rumah percetakan bawah tanah, di mana mereka membuat materi-materi informatif tentang sifat asli dari keyakinan spiritual mereka. Mereka telah meluncurkan satelit stasiun televisi untuk menyiarkan berita ke China, dan mengembangkan piranti lunak untuk menerobos sensor internet, memungkinkan jutaan warga China untuk secara bebas mengakses informasi. Mereka bahkan telah membuat kelompok-kelompok seni peran dan visual untuk membawa pesan-pesan damai, kasih sayang, dan kebenaran kepada orang-orang China. Saat ini, ada alasan untuk optimis. Sebagaimana berlalunya waktu, semakin banyak orang China yang menolak untuk terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong. Dengan ratusan ribu, mereka menulis surat kepada situs-situs Falun Gong mengekspresikan dukungan dan solidaritas mereka dengan penganiayaan terhadap para pengikutnya. Puluhan pengacara hak asasi manusia sekarang aktif mencari cara untuk membela pengikut Falun Gong, meskipun mereka tahu hal tersebut akan mengakibatkan pencabutan izin praktek mereka dan juga kemungkinan penyiksaan. Semakin dan semakin banyak orang China yang menolak untuk ditakut-takuti dengan ancaman kekerasan, karena mereka tahu bahwa hidup yang tanpa kebebasan hati nurani bukanlah sebuah hidup yang layak. Mereka menyadari bahwa hak untuk mencari kebenaran dan untuk mengejar aktualisasi diri adalah apa yang membuat kita manusia. Ini adalah apa yang membuat orang kuat. Adalah apa yang memberikan nilai dan arti pada hidup. Ini adalah apa yang memungkinkan sebuah negara atau budaya untuk berkembang, dan inilah hal-hal yang, suatu hari, benar-benar dapat membuat bangsa China mencapai potensi penuhnya. (EpochTimes/khl) Levi Browde adalah direktur eksekutif Falun Dafa Information Center (Faluninfo.net). |
Comments
buktinya banyak protes2 saat di tutup oleh pemerintah.
RSS feed for comments to this post.