| Pencarian Untuk Reformasi di China: Kasus Wen Jiabao |
| Ditulis oleh Oleh: Heng He | Sabtu, 21 Agustus 2010 |
|
Pertanyaannya apakah seseorang dapat menjadi reformis di dalam Partai Komunis China (PKC)? Lebih dari satu tahun yang lalu, para penulis di situs web Maois mulai menerbitkan artikel yang menyerang pidato-pidato Wen yang membahas tentang nilai-nilai universal, demokrasi, dan isu-isu lainnya. Di sisi lain, beberapa majalah dan surat kabar yang memiliki reputasi untuk mendukung ide-ide terbuka, seperti Southern Weekend dan China Through the Ages ("Yan Huang Chun Qiu") telah secara berkala menerbitkan artikel yang mendukung gagasan yang dipromosikan oleh Wen, mengenai martabat manusia, reformasi politik, dan sebagainya. Tetapi dukungan terhadap Wen hampir tidak kentara, dengan namanya yang tidak disebut-sebut. Namun, baru-baru ini satu artikel memecahkan es itu. Du Guang, mantan sarjana di Sekolah Partai Pusat PKC, pada 14 Juli menerbitkan artikel "Analisis Konteks Gelombang Pengkritik Wen Jiabao" di situs berbahasa mandarin di luar China. Artikel ini telah diposting secara luas di situs-situs di luar China dan beberapa di dalam China. Sehari setelah itu, pada 15 Juli, situs web Deutsche Welle berbahasa mandarin menerbitkan artikel "Sebuah Pengecualian Nama: Pertarungan Antara Saya Kiri dan Kanan di Sekitar Perdana Menteri China" membahas kontroversi seputar Wen. Dua artikel tersebut, terutama tulisan Du Guang, berpendapat bahwa mereka yang menyerang Wen adalah dari garis keras Maois dan elit penguasa. Meskipun kedua kelompok ini sama sekali berbeda, mereka cenderung baru-baru ini membentuk sebuah gabungan kekuatan. Yang membela Wen dikatakan adalah yang mewakili keinginan untuk reformasi. Du Guang mengutip pendiri dan pemimpin China lintas jaman, Du Daozheng, mengatakan ada dua ide dan dua kekuatan di antara pemimpin-pemimpin puncak di Zhongnanhai, kepemimpinan PKC bergabung di Beijing. Satu menekankan pada menjaga situasi saat ini, mewakili kekuatan elit yang korup. Lainnya mendorong ke reformasi dan keterbukaan, mewakili "kekuatan terdepan yang sehat." Kedua artikel mengatakan bahwa mengekspos perbedaan-perbedaan pemimpin-pemimpin puncak kepada publik adalah sesuatu yang sangat tidak biasa. Arti ReformasiReformasi setidaknya memiliki dua makna, yakni ekonomi dan politik. Selama 30 tahun terakhir di China, reformasi hanya disebut sebagai perubahan dalam perekonomian dan tidak pernah memiliki arti politik. Lebih baik bertanya, "Siapakah reformis itu?" Mungkin lebih baik bertanya, "Siapa yang bukan reformis?" Pada 1992, Deng Xiaoping mengatakan, "Pembangunan adalah satu-satunya kebenaran." Dalam pengejaran "kebenaran keras," dalam bentuk di mana orang-orang memiliki kekuatan politik untuk menjadi kaya, seluruh birokrasi di China seharusnya dipertimbangkan sebagai reformis. Maois garis keras, juga disebut Marxis ortodoks, tidak memiliki pengaruh politik dan ekonomi di China saat ini. Jika seseorang menjadi kaya dalam 30 tahun terakhir melalui kekuatan politik dan reformasi ekonomi, ia harus dianggap sebagai seorang reformis, tidak peduli apa yang diklaimnya. Di China sekarang ini, sudah tidak ada Maois sejati di antara para penguasa. Pangeran MudaSebuah kasus ilustratif antara elite kekuasaan Bo Xilai. Putra seorang anggota terkemuka PKC dari generasi yang melawan revolusi, Bo adalah "putra mahkota." Sebagai walikota dari kota pesisir Dalian, ia menyokong proyek-proyek pajangan yang dimaksudkan untuk membawa pembangunan pada kotanya. Dalam peranannya ini, Bo sepertinya sangat mirip dengan khas seorang "reformer." Sebagai Walikota Dalian, bagaimanapun, Bo juga berkepentingan untuk menggantung potret Jiang Zemin di jalan-jalan ketika Jiang masih menjadi kepala PKC, memasang kembali pemujaan personal PKC. Baru-baru ini, sebagai kepala Partai di Chongqing, metropolitan barat, Bo telah memimpin kampanye untuk "bernyanyi lagu-lagu merah [komunis]," mencari cara untuk merangsang kesetiaan terhadap Partai. Dalam kegiatan-kegiatan ini, Bo sangat ortodoks dan jauh dari seorang reformis politik. Dia belum menargetkan Wen dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Ini hanyalah cara ia dan pangeran muda lainnya tunjukkan bahwa mereka adalah penerus terpercaya untuk kekuasaan politik. Semua pangeran muda memperoleh keuntungan dari reformasi ekonomi. Selama 30 tahun, semua kebijakan telah condong ke elit penguasa. Memperhatikan sistem harga ganda. Pada 1980-an, Partai ingin mereformasi sistem harga dari ekonomi terencana. Partai melakukannya dengan menciptakan dua set harga. Satu harga untuk bahan baku dikontrol oleh negara, tapi ada kuota pada seberapa banyak bisa dijual dengan harga yang dikontrol. Harga lainnya adalah yang ditetapkan oleh pasar dan tidak ada kuota. Mereka yang harus membayar dengan harga pasar membayar lebih banyak untuk bahan-bahan pokok daripada mereka yang membayar dengan harga dikontrol. Para pangeran muda memulai karir pencetak uang mereka dengan mampu membeli dengan harga yang dikontrol dan menjualnya dengan harga pasar. "Reformasi" ini mengatur pola untuk reformasi lain yang mengikutinya, dalam perawatan kesehatan, pendidikan, dan perumahan. Dalam setiap kasus, sistem ini direformasi sehingga para pangeran muda bisa menjadi kaya. Para pangeran muda adalah kelompok yang paling kaya dan berkuasa di China. Berbeda dengan para pemilik perusahaan swasta, kekuasaan dan kesejahteraan para pangeran mahkota adalah tidak terpengaruh oleh perubahan iklim politik. Jiang Mianheng, putra Jiang Zemin, mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dengan mengoperasikan sekitar selusin perusahaan dan firma investasi di belakang layar, termasuk perusahaan kapalnya, China Netcom. Dia juga wakil ketua Proyek Penerbangan Ruang Angkasa Berawak Nasional dan wakil presiden dari Akademi Ilmu Pengetahuan China. Tidak puas dengan kekayaan besar, dia juga menginginkan kekuasaan politik. Jiang Mianheng tidak sendirian. Li Xiaopeng, putra mantan perdana menteri Li Peng, juga merupakan salah satu pengusaha terkaya di China. Dia tiba-tiba memutuskan untuk masuk ke dalam kancah politik dan, tanpa pengalaman politik, menjadi wakil gubernur Provinsi Shanxi dalam semalam. Kekayaan para pengeran muda ini datang melalui keuntungan politik warisan dari orang tuanya dan dari reformasi ekonomi tanpa reformasi politik sedikitpun. Mereka tidak punya niat untuk mengubahnya. Kekuasaan Bukan IdeologiJintao, kepala PKC, bukanlah seorang pangeran muda. Dia berasal dari kelompok kekuasaan politik lainnya, mereka yang bangkit dalam PKC dari Liga Pemuda. Mereka juga telah mendapatkan keuntungan dari reformasi ekonomi. Bantuan dari posisi mereka di dalam struktur kekuasaan China, memungkinkan mereka juga telah mengumpulkan kekayaan. Perbedaan antara mereka dan para pangeran muda adalah bahwa jika mereka tidak beruntung, beberapa dari mereka mungkin kehilangan kekuasaan, kekayaan, dan bahkan jiwa dalam perjuangan mereka untuk kekuasaan. Jika anggota di kelompok ini cukup beruntung untuk hidup sampai pensiun, putra putri mereka akan menjadi pangeran mahkota baru. Mereka tidak memiliki motif untuk mengubah situasi saat ini, tidak ada motif untuk mempromosikan reformasi politik yang akan membatasi hak-hak mereka. Di China hari ini, tidak ada hal yang namanya "kekuasaan yang sehat" dalam kelas-kelas penguasa. Pertempuran antara kelas-kelas penguasa adalah kekuasaan, bukan ideologi. Mungkin niat Wen Jiaboa baik, dan dia benar-benar percaya pada nilai-nilai universal dan percaya bahwa orang-orang China pantas mendapatkan demokrasi dan kebebasan. Tapi jika demikian, keyakinan-keyakinan ini tidak akan mempunyai dampak pada masa denpan China. Jika ada argumen dalam Partai antara para reformis dan penganut garis keras Mao di akhir 1970-an dan awal 80-an, argumen itu akan berakhir. Pembahasan siapa reformis dan siapa melawan reformasi adalah tidak berarti di China hari ini. Dalam lingkaran kekuasaan politik, semua orang adalah penerima keuntungan dari kebijakan saat ini. Pada awal dan pertengahan 1940-an, Harian Xinhua, publikasi resmi PKC, menerbitkan editorial hampir setiap bulan mempromosikan demokrasi dan kebebasan gaya Amerika. Setelah PKC memenangkan perang, mereka segera menghentikan propaganda pro-demokrasi itu. Setelah mengambil alih China, ia mulai menekan tanda-tanda perbedaan pendapat. Para pemimpin yang mempromosikan dan kemudian menekan demokrasi dan kebebasan adalah orang yang sama. Mereka tidak berubah. Mereka hanya tidak perlu menyamarkan diri mereka lagi setelah memiliki kekuasaan, Dalam artikel Du Guang, dia menyinggung bahwa sejak Partai menguasai para reformis, seperti para mantan kepala Partai Hu Yaobang dan Zhao Ziyang, tidak alasan untuk percaya bahwa tidak akan ada orang lain lagi. Pada kenyataannya, contoh-contoh dari Hu Yaobang dan Zhao Ziyang menunjukkan persis mengapa tidak akan ada reformis politik lainnya. Jika pemimpin top seperti Hu Yaobang dan Zhao Ziyang dapat dengan mudah dicopot dan dihancurkan oleh Partai setelah mereka menyimpang dari garis Partai, maka selama PKC bertahan, tidak akan adal reformasi politik. (EpochTimes/khl) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi

Semacam percekcokan sastra telah meletus di China atas peran Perdana Menteri Wen Jiabao sebagai seorang reformis. Kedua pihak baik yang menyerang Wen maupun yang membelanya, bagaimanapun juga, telah luput dari poin mendasar. 





Mozilla Firefox