Era Baru News >> Opini >> Opini >> Mengapa Saya Protes Hu Jintao di Gedung Putih
Mengapa Saya Protes Hu Jintao di Gedung Putih
Ditulis oleh Oleh: Wenyi Wang Kamis, 20 Januari 2011

alt

Cerita Dibalik Protes 2006

Pada 20 April 2006, saya menyela pidato pemimpin tertinggi partai komunis China Hu Jintao pada sebuah konferensi pers di Gedung Putih dengan sebuah protes yang sederhana: Saya berteriak dan mengangkat sebuah spanduk.

Dalam protes, saya menerteriakan dua frase dalam bahasa Mandarin. Pertama saya menerteriakan “Hentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.” Saya melakukannya untuk mencoba menghentikan kekejaman yang sedang berlangsung di China. Kami telah mendapati bahwa pengambilan organ dari praktisi Falun Gong hidup-hidup meningkat drastis.

Pada 9 Maret 2006, The Epoch Times telah membongkar cerita tentang bagaimana rumah sakit-rumah sakit di China telah mengambil organ-organ para praktisi Falun Gong yang masih hidup untuk memenuhi pasokan industri transplantasi yang melonjak tajam.

Setelah cerita itu terbongkar, saya ditugaskan bekerja penuh untuk cerita itu. Saya adalah seorang M.D. dalam patologi dan Ph.D. untuk neuropharmocology. Selama ini saya bekerja dengan para saksi pengambilan organ setiap harinya. Saya juga seorang praktisi Falun Gong.

Falun Gong adalah latihan spiritual yang meliputi lima latihan meditasi sederhana dan hidup menurut prinsip-prinsip Sejati - Baik - Sabar.

Setelah Mr. Li Hongzhi mulai mengajarkan latihan ini ke publik pada 1992, dengan cepat telah menjadi sangat populer di China – beberapa outlet berita Barat melaporkan pada awal 1999, telah ada 100 juta orang China yang sedang latihan Falun Gong, atau satu dari setiap 12 orang China.

Kemudian popularitas ini membuat takut  pemimpin tertinggi partai komunis Jiang Zemin dan ia memerintahkan bahwa latihan damai ini harus ‘diberantas.’ Sebuah penganiayaan skala penuh dimulai pada 20 Juli 1999.

Sebelum penganiayaan terhadap Falun Gong, telah terjadi kekurangan organ-organ untuk transplantasi di China. China tidak memiliki sistem donor organ seperti yang telah didirikan di masyarakat Barat. Hal ini sebagian karena orang China memiliki tradisi panjang untuk menjaga seluruh tubuh utuh setelah kematian, yang menjamin jiwa orang yang telah meninggal bisa naik ke surga. Hanya beberapa kerabat yang mendonorkan organ mereka untuk anggota keluarganya.

Namun, ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah operasi transplantasi setelah penganiayaan dimulai pada tahun 1999. Dari dua saksi yang melarikan diri dari China, kami mengetahui bahwa praktisi Falun Gong ditahan sebagai bank organ hidup dan digunakan setelah pencocokan organ – ribuan dari mereka sedang dibunuh sehingga organ-organ mereka dapat digunakan untuk memenuhi permintaan transplantasi.

Hati, ginjal, jantung, dan kornea mata telah diambil secara hidup-hidup, para pengikut Falun Gong yang terbius, dengan tipe darah yang cocok, dijual kepada para pejabat partai dan orang putus asa lainnya, juga orang-orang kaya dari China dan luar negeri. Panggilan telepon para penyelidik ke rumah sakit-rumah sakit China telah merekam dalam kaset tape para dokter yang membual tentang praktek ini.

David Kilgour, mantan sekretaris negara Kanada untuk Asia-Pasifik, dan David Matas, seorang pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) internasional, telah secara efektif merincikan bukti atas pengambilan organ dalam laporan mereka dan buku " Bloody Harvest ."

Setelah The Epoch Times mengekspos horor ini, rezim komunis China mengeluarkan instruksi menghentikan pengambilan organ pada 1 Juli (pada kenyataannya pengambilan organ tidak berhenti sampai hari ini). Sebagai tanggapan, para dokter di China bergegas untuk menyelesaikan sebanyak mungkin operasi transplanstasi yang dapat mereka lakukan, mendesak pasien untuk datang ke China melakukan operasi secepatnya. Kami mempunyai rekaman-rekaman percakapan telepon di mana para dokter melakukan itu.

Dengan protes saya, saya berharap mendapatkan perhatian internasional untuk menghentikan  kekejaman pengambilan organ dan penganiayaan, yang mana pengambilan organ adalah salah satunya. Saya ingin membantu mengakhirinya.

Pembalasan

Saya juga ingin Hu Jintao melakukan sebuah perbuatan baik. Hari itu di Gedung Putih, kalimat kedua yang saya teriakkan dalam bahasa Mandarin adalah “pembalasan karma.”

Peradaban orang China telah lama mempercayai bahwa perbuatan baik akan mendapatkan berkah dan kejahatan akan mendapatkan balasan.
Tidak ada yang bisa lolos dari penghakiman atas apa yang telah mereka lakukan. Tingkah laku setiap orang atau bangsa baik atau jahat akan membawa keberuntungan atau bencana bagi para individu dan bangsa.

Saya ingin Hu Jintao memahami bahwa jika ia terus melanjutkan kebijakan penganiayaan warisan Jiang Zemin, seperti Jiang, ia akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan.

Saya juga berharap untuk menyadarkan Presiden Bush akan tanggung jawab Amerika Serikat untuk menentang kejahatan-kejahatan terhadap Falun Gong di China saat itu. Saya ingin Presiden Bush meluruskan dengan kebaikan melawan kejahatan dan membawa nasib baik bagi dirinya sendiri dan Amerika Serikat.  (EpochTimes/khl)

Setelah protesnya di Gedung Putih, Wenyi Wang mengundurkan diri dari The Epoch Times. Ms. Wang bertindak berdasarkan hati nuraninya sendiri. The Epoch Times tidak memiliki pemberitahuan awal atas protes itu dan juga tidak akan menyetujuinya jika ditanyai. Ms.Wang terus menggalakkan kesadaran akan pengambilan organ dari para praktisi Falun Gong hidup-hidup di China.

CNN Interview WENYI WANG