|

Lajang di China Akan Capai 40 Juta Dalam 10 Tahun
Pada tahun ke-30 dari program 1 anak ini (2010 lalu), telah menyebabkan China menjadi negara yang memiliki ketimpangan jenis kelamin kelahiran tertinggi di dunia.
Menurut Financial Times Inggris edisi Juli 2011, di antara bayi yang baru lahir di China, perbandingan jumlah bayi laki-laki adalah 20% lebih banyak daripada bayi perempuan. Dalam sensus penduduk pada 2010, jumlah penduduk laki-laki melebihi jumlah penduduk perempuan, yakni berselisih 34 juta jiwa. Ini setara dengan jumlah seluruh penduduk laki-laki di Prancis.
Para ahli statistik populasi memperkirakan, hingga 2020, jumlah laki-laki siap nikah di China akan mencapai 30-40 juta jiwa lebih banyak. Hal ini berarti rata-rata pada setiap 5 orang pria, terdapat 1 di antaranya yang tidak dapat menemukan pasangannya, dan akan terdapat puluhan juta pria tidak bisa menikah, dan akan menjadi lajang, dan fenomena seperti ini sudah mulai terlihat. Melihat angka ini, para pakar khawatir hal ini akan memicu terjadinya kekacauan di tengah masyarakat.
Slogan Sebagai Bukti Program Perencanaan Kelahiran Berdarah
“Satu orang kelebihan anak, seluruh desa di-tubektomi”, “Canangkan 1 Anak, Kendalikan 2 Anak, Musnahkan Anak ke-3”, “Lebih baik bertambah 10 kuburan, daripada bertambah 1 penduduk”, “Lebih baik banjir darah, daripada kelebihan anak”.
Berbagai slogan propaganda di atas tersebar di berbagai pelosok negeri China. Hal ini sudah cukup dijadikan bukti bahwa di balik kebijakan 1 anak selama lebih dari 30 tahun, betapa banyak tindak kekerasan dan penerapan hukum yang bengis di baliknya.
Namun pihak pemerintah telah mengendalikan media massa agar tidak memberitakan hal-hal negatif seperti ini. Seorang tuna netra dari Shandong bernama Chen Guangcheng dikurung selama lebih dari 200 hari karena telah mengungkap kejahatan pada penerapan program 1 anak di Desa Linyi, dan pada Agustus 2006, Chen divonis penjara 4 tahun 3 bulan dengan tuduhan “sengaja merusak harta benda serta menggalang massa dan mengacaukan lalu lintas”.
Pada 9 September 2010, setelah masa tahanannya berakhir, seluruh keluarga Chen tetap tidak dapat menikmati kebebasan. Pada Februari 2011, setelah rekaman video disekapnya Chen sekeluarga oleh pemerintah setempat terungkap ke publik, keadaannya justru semakin parah. (EpochTimes/lie)
(Bersambung)
|
Comments
"Barang siapa yang tidak mengasihi manusia, dia tidak dikasihi ALLAH. "(Riwayat At Termizi)
"Barang siapa yang tidak mengasihi manusia, dia tidak dikasihi ALLAH. "(Riwayat At Termizi)
"Kasihilah siapa sahaja yang ada di bumi nescaya akan mengasihi kamu siapa-siapa sahaja (malaikat) yang di langit." (Riwayat Abu Daud)
"Barang siapa yang tidak mengasihi manusia, dia tidak dikasihi ALLAH. "(Riwayat At Termizi)
RSS feed for comments to this post.