
Wawancara dengan Manfred Nowak: Bagian IPelapor Khusus PBB mengenai penganiayaan: Gao Zhisheng dan Hu Jia Profesor Manfred Nowak, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai penyiksaan dan kebrutalan lain, kekejian atau penghinaan, berbicara kepada The Epoch Times mengenai pengacara hak asasi manusia terkenal, Gao Zhisheng, dan aktivis AIDS dan pro-demokrasi China, Hu Jia.
Mr. Gao terakhir terlihat pada 4 Februari 2009, ketika dia sedang dibawa dari rumah keluargaya oleh belasan petugas Biro Keamanan Publik di kampung halamannya di Propinsi Shaanxi. Keberadaannya saat ini masih belum diketahui. Mr. Hu telah dihukum tiga setengah tahun penjara atas tuduhan "menghasut gerakan bawah tanah terhadap kekuasaan negara." Mr. Gao menderita penyiksaan ekstensif di tangan rezim Komunis karena tiga surat terbukanya yang menyerukan untuk mengakhiri penganiayaan terhadap Falun Gong.
"Kami sudah jelas, berdasarkan kesaksian yang dapat dipercaya bahwa dia telah menjadi subjek penyiksaan berat, dan kemudian dilepaskan dan ditempatkan di bawah tahanan rumah," kata Mr. Nowak. "Pada tahun 2007 dalam sebuah surat yang diterbitkan untuk umum, dia menguraikan penyiksaan-penyiksaan terhadap dirinya dengan terperinci sekali. Dan menurut saya semua itu sangat bisa dipercaya. Saya baru-baru ini telah, sekali lagi, campur tangan demi kepentingannya dan mencoba kepada pemerintah China untuk memberikan izin imigrasi kepadanya, tapi itu kelihatannya tidak bagus." Rezim China belum menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai penyiksaan terhadap Mr. Gao. "Tentu saja rezim menuduhnya dengan tuduhan klasik mereka, mengarang banyak lainnya: telah membuat pernyataan palsu mengenai status hak asasi manusia di China," kata Mr. Nowak. "Pemerintah China tidak memperdulikan pertanyaan-pertanyaan mengenai penyiksaannya - baik menyangkal maupun mengakuinya." Pada tanggal 15 Maret tahun ini, istri Mr. Gao, Geng He dan anak perempuan 16 tahun dan anak laki-laki 5 tahun tiba di Amerika Serikat setelah meloloskan diri melalui Thailand. "Yang terakhir saya tahu adalah pelarian Ms. He yang mengerikan dari China dengan anak perempuannya ke Thailand. Tekanan terhadap pemerintah Thai besar sekali - untuk memulangkannya kembali ke China. Tapi melalui interfensi besar-besaran dari AS dan Uni Eropa, mereka berdua datang ke AS. Peristiwa ini malah membuat situasi Mr. Gao lebih meledak. Hubungan terakhir saya adalah sebelum pelarian itu. Kami khawatir dia di bawah paksaan yang berat dikarenakan pelarian istrinya," jelas Mr. Nowak. Kedua, Mr. Gao (sekali) dan Mr. Hu (dua kali) telah dinominasi untuk Penghargaan Nobel Perdamaian. "Mereka adalah orang-orang pemberani yang dalam menghadapi tekanan keras yang terus meningkat sebelum Olimpiade mempertunjukkan ketabahan untuk terus melakukan pembelaan bagi rakyat tertindas dan hak asasi manusia," kata Mr. Nowak. "Mereka pantas menerima penghargaan ini... Ya, salah satu, atau kedua-duanya." Tentang Gao ZhishengBerdasarkan pernyataan rezim China pada 2001, Gao Zhisheng adalah salah satu dari 10 pengacara top di China, namun dia dipecat oleh penguasa komunis pada 2005 setelah menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gaong dalam seri surat terbukanya kepada rezim China. Sejak itu Gao telah melaporkan ancaman terhadap jiwanya dan telah beberapa kali ditahan. Awal tahun ini, keluarganya menerbitkan sebuah surat dari Gao yang menceritakan detail siksaan kejam yang dia derita selama periode dua bulan di dalam penjara. Tentang Hu JiaPada Desember 2007, Hu jia berpartisipasi dalam banyak gerakan sosial dan hak asasi manusia. Dia telah ditahan oleh rezim China atas tuduhan "menggulingkan kekuatan negara," dan telah dihukum tiga setengah tahun penjara pada Maret 2008. Menurut laporan dari AFP pada 9 Oktober 2008, ketika Hu menerima nominasi untuk Penghargaan Nobel Perdamaian pada September 2008, rezim China meminta kepada komite untuk mempertimbangkan untuk tidak memberikan penghargaan kepada seorang "kriminal". Kutipan dari Gao Zhisheng yang menceritakan 50 hari penyiksaan terhadap dirinya tahun lalu. "Selama waktu penyiksaan, saya pingsan dari waktu ke waktu karena kekurangan air dan makanan, dan keluar keringat hebat. Saya terbaring telanjang di lantai yang dingin. Saya merasa beberapa kali seseorang datang dan membuka mata saya dan menyinari dengan senter untuk melihat apakah saya masih hidup. Ketika saya sadar, saya mencium bau busuk air kencing yang kuat. Wajah, hidung dan rambut saya penuh dengan bau itu. Jelas sekali, tapi saya tidak tahu kapan, seseorang telah mengencingi wajah dan kepala saya. Saat itu, tongkat listrik telah disetrumkan ke seluruh bagian tubuh saya. Dan seluruh tubuh, hati, paru-paru, dan otot-otot saya secara tidak terkontrol mulai berkelojotan di bawah kulit. Saya menggeliat kesakitan di atas tanah, mencoba untuk merangkak pergi. Kemudian Wang menyetrum penis saya. Permohonan saya kepada mereka untuk menghentikan hanyalah menghasilkan tawaan dan penyiksaan yang lebih tidak dapat dipercaya lagi. Setelah beberapa jam saya sudah tidak mempunyai tenaga untuk memohon lagi, apalagi mencoba untuk melepaskan diri." Pada Desember 2004, Gao Zhisheng menulis surat terbuka pertamanya kepada para pemimpin tertinggi China, "Sebuah Surat Terbuka untuk Kongres Nasional Rakyat China." Yang diikuti dengan surat terbuka kepada Hu Jintao, pimpinan Partai Komunis China, dan Wen Jiabao, perdana menteri China, "Hentikan Penganiayaan Orang-Orang Penganut Kepercaya akan Kebebasan dan Perbaiki Hubungan dengan Rakyat China" ditulis pada Oktober 2005. Pada 12 Desember 2005, dia kembali menulis surat terbuka lain lagi kepada Hu dan Wen, "Mengapa Salah Satu Pengacara Top China Putus dengan Partai Komunis." Pada September 2007, Gao menulis Surat Terbuka kepada Kongres AS. Manfred Nowak, dari Austria, telah menjadi Pelapor Khusus PBB masalah penyiksaan sejak 2004. Dia juga profesor hukum di University Vienna dan merupakan salah satu hakim dari Majelis Hak Asasi Manusia untuk Bosnia dan Herzegovina antara Maret 1996 dan Desember 2003. (Florian Godovits/EpochTimes/khl) Read original article in Germam
|