Home Blog Page 785

390.000 Penduduk dari 2 Kabupaten di Henan, Tiongkok Dipaksa Mengungsi karena Rencana Waduk Membuka Pintu Air

0

oleh Jing Zhongming

Hujan lebat turun di Provinsi Henan, Tiongkok selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir terjadi di lebih dari 10 kota termasuk Zhengzhou. Untuk melindungi kejadian yang tidak diinginkan dari rencana waduk membuka pintu air, pihak berwenang memaksa penduduk dari 2 kabupaten wilayah Zhoukou yang berjumlah 390.000 orang lebih untuk mengevakuasi diri ke tempat lain yang dianggap aman

Menurut media pemerintah ‘The Paper’, pada 21 Juli, Markas Pengendalian Banjir dan Kekeringan Kota Zhoukou mengeluarkan perintah untuk memaksa semua desa administratif di timur Dalanggou dan barat Sungai Qingshui di Kabupaten Fugou, yang mencakup juga desa administrasi di 9 kotapraja dan kecamatan, serta beberapa desa administrasi di 5 kotapraja  untuk mengevakuasi diri sebelum pukul 18:00. 

Dilaporkan juga di Internet bahwa Sekretaris Komite Partai Kabupaten Xihua Lin Hongjia, telah mengeluarkan perintah lisan ke kota tertentu di bawah yurisdiksinya. Isi perintah meminta semua pihak menggunakan tindakan paksaan untuk memindahkan semua personel ke sebelah timur dari Sungai Qingshui. Kepada para pembangkang akan dikenakan tindakan tegas.

Media Tiongkok ‘Red Star News’ melaporkan pada 22 Juli, bahwa ketinggian air Sungai Jialu terus meningkat melebihi daya tampungnya, sehingga kabupaten Fugou dan Xihua di Kota Zhoukou harus menanggung beban berlebihan. Sebanyak 390.000 orang lebih telah dipindahkan ke tempat yang dianggap aman. Dan, masih banyak penduduk desa yang masih dalam perjalanan mengevakuasi diri.

Berita di Internet menyebutkan bahwa, otoritas Kabupaten Fugou masih terus memobilisasi seluruh warga untuk mengungsi.

Beberapa netizen dari Kabupaten Fugou mengungkapkan bahwa demi tujuan “melindungi Zhengzhou, mempertahankan Henan”, lebih dari 700.000 orang warga di seluruh kabupaten dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka.

 Awalnya, pihak otoritas mengatakan bahwa rencana tersebut dimaksudkan untuk menyelamatkan kabupaten, tetapi situasi saat ini menunjukkan bahwa mereka bahkan gagal untuk mewujudkan tujuan itu.

Menurut laporan media resmi, lebih dari 73.000 orang warga An’yang, Henan juga telah dievakuasi.

Daerah yang penduduknya diungsikan oleh pihak berwenang kali ini, adalah daerah yang mereka sebut sebagai lokasi untuk menampung luapan air sungai. Jadi, mereka setiap saat harus siap menghadapi kenyataan akan kebanjiran. 

Meskipun pihak berwenang mengaku menyuruh mengungsi demi melindungi keselamatan penduduk, tetapi mereka hampir tidak memberikan bantuan kepada penduduk. 

Mereka dengan entengnya mengatakan “Berlindung saja di rumah-rumah kerabat atau teman baik”. Membiarkan penduduk mengevakuasi diri dengan caranya masing-masing. Kasihan buat penduduk yang kemampuannya terbatas, mereka bahkan menghadapi berbagai “tindakan paksaan” dari petugas berwenang.

Di media sosial mulai ditayangkan lagi video adegan-adegan tragis tahun lalu, ketika para penduduk desa mengungsi dengan membawa perlengkapan hidup bersama anggota keluarga mereka saat banjir melanda di wilayah selatan. (sin)

Hasil Penelitian Menunjukkan Efektivitas Pencegahan dari Vaksin Sinopharm Rendah

oleh Li Yan

Sebuah studi baru yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang diluncurkan oleh China National Pharmaceutical Group, Sinopharm menghasilkan respon antibodi yang rendah terhadap  virus varian Delta

Studi laboratorium berdasarkan sampel orang yang mendapat vaksinasi di Sri Lanka menunjukkan, bahwa orang yang menerima vaksin BBIBP-CorV yang diproduksi oleh Sinopharm, memiliki tingkat antibodi 1,38 kali lebih rendah untuk varian Delta daripada untuk virus yang awalnya ditemukan di Kota Wuhan pada akhir tahun 2019.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Sri Jayewardenepura, Dewan Kota Kolombo Sri Lanka dan Universitas Oxford Inggris.

Virus komunis Tiongkok (COVID-19) varian Delta pertama kali ditemukan di India pada akhir tahun lalu (2020), sejak itu menjadi virus paling menarik perhatian karena penyebarannya yang cepat dan mematikan, selain telah menyebar sampai ke 104 negara di seluruh dunia. 

Baru-baru ini, tingkat infeksi di banyak negara, termasuk Inggris, Indonesia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan melonjak, sehingga varian ini dituding sebagai biang keladinya.

Hasil penelitian ini telah dikeluarkan pada Senin 19 Juli menunjukkan, meskpun belum ditinjau oleh rekan sejawat. Laporan tersebut menunjukkan bahwa vaksin Sinopharm telah mengurangi tingkat antibodi terhadap varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan sebanyak 10 kali.

Kedua dosis vaksin tersebut merupakan salah satu vaksin COVID-19 yang paling banyak digunakan di daratan Tiongkok. Perusahaan Sinopharm setuju untuk mengirimkan hingga pertengahan tahun 2022, 170 juta dosis vaksinnya kepada COVAX.

Pekan lalu, Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (Global Alliance for Vaccines and Immunization. GAVI) mengumumkan telah menandatangani perjanjian pembelian vaksin dengan Sinopharm dan Sinovac. Vaksin yang diproduksi oleh kedua perusahaan ini akan dimasukkan dalam perpustakaan vaksin COVAX yang akan dimulai paling cepat bulan ini.

Kepala Badan Pembangunan Internasional (USAID) dari pemerintahan Biden menyatakan bahwa pemerintah komunis Tiongkok memilih untuk menjual vaksin ke COVAX demi menggaet keuntungan, daripada memilih untuk menyumbang atau memberikan bantuan keuangan. Ini mengerikan dan mencengangkan.

Media ‘Voice of America’ memberitakan bahwa Samantha Power, Direktur Badan Pembangunan Internasional menyampaikan pernyataan di atas, saat ia menghadiri sidang dengar pendapat tentang anggaran untuk tahun 2022 di Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang diadakan oleh Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada Rabu (14/7/2021). (Sin)

Pemerintah AS Menyerukan Segera Hentikan Penganiayaan Terhadap Falun Gong

ETIndonesia- Rezim Komunis Tiongkok sudah menganiaya Falun Gong selama 22 tahun. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price pada Senin (19/7/2021) mendesak pihak berwenang Tiongkok untuk segera menghentikan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.

Ia  mengatakan “Besok (20 Juli) adalah peringatan 22 tahun tindakan penganiayaan Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong. Jutaan praktisi Falun Gong, advokat, dan pembela hak asasi manusia bekerja keras untuk melindungi hidup mereka.”

Price menunjukkan bahwa ribuan praktisi Falun Gong menghadapi penahanan, intimidasi dan penyiksaan setiap tahun karena mereka menolak untuk melepaskan latihan iman yang damai dari mereka .

Ia juga mengatakan : “Kami mendesak Tiongkok (Komunis Tiongkok) untuk segera menghentikan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong dan membebaskan mereka yang ditahan karena keyakinan mereka.”

Ini adalah tahun kedua berturut-turut Departemen Luar Negeri AS berbicara menentang penganiayaan Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong.

Pada 20 Juli tahun lalu, mantan Menteri Luar Negeri AS Pompeo mengeluarkan pernyataan resmi yang mendesak Komunis Tiongkok untuk segera menghentikan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. (hui)

Sumber : NTD

https://www.youtube.com/watch?v=BFF0OnPeNY4

Aturan Naik Pesawat, Pemerintah Terapkan Bukti PCR & Vaksinasi dengan Aplikasi Pedulilindungi

ETIndonesia – Pemerintah mulai Senin (19/7/2021) akan menerapkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara. Langkah ini diharapkan mampu mencegahnya adanya pemalsuan dokumen perjalanan yang menjadi kewajiban.

Melansir dari Situs Kemenkes RI, aturan ini akan berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Informasi hasil tes swab PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara juga akan secara otomatis tercantum di aplikasi Pedulilindungi sehingga akan membantu masyarakat untuk dapat melakukan check in secara online.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi,menyatakan bahwa integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan.

“Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama 2 minggu dan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, mulai Senin (19/7) kebijakan tersebut diberlakukan secara resmi karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian.

“Karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan,” ujar drg. Oscar.
 
Oscar Primadi menambahkan bahwa dengan mekanisme tersebut, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

“Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi,” kata drg. Oscar.
 
“Saat ini sudah ada 742 Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR,  sehingga hanya hasil swab PCR dari lab tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan,” tambahnya. (asr)

Sumber : Kemenkes RI

Dokter Keluarga di Kanada : 62% Pasien Alami Trombosis Setelah Vaksinasi

0

oleh Zhou Xing

Setelah memeriksa pasiennya, seorang dokter British Columbia, Kanada mempertaruhkan kehilangan lisensi praktik medisnya untuk memberi peringatan kepada masyarakat, bahwa trombosis yang merugikan kesehatan yang merupakan resiko “tidak terhindarkan” sangat mungkin timbul setelah seseorang mendapatkan vaksinasi untuk COVID-19

Menurut media berita ‘Western Standard’, dalam beberapa pekan terakhir, seorang dokter keluarga bernama Charles Hoffe yang berpraktik kedokteran di British Columbia, Kanada  selama 28 tahun, mencari pasien yang dalam 4 hingga 7 hari terakhir menerima vaksinasi COVID-19. Dokter Charles Hoffe melakukan tes D-dimer, satu-satunya tes yang dapat mendeteksi adanya gumpalan darah baru terhadap para pasien ini.

Dia mengatakan : “Sejauh ini, 62% dari mereka memiliki bukti adanya pembekuan darah. Ini berarti bahwa kebanyakan orang memiliki gangguan berupa trombosis, tetapi mereka bahkan tidak tahu bahwa sedang menghadapi masalah ini”.

6 Orang pasien Hoffe memiliki gejala penurunan toleransi usaha (effort tolerance), yang berarti bahwa mereka tidak dapat bekerja atau bermain sekeras waktu sebelumnya.

“Begitu sejumlah besar pembuluh darah di paru-paru Anda tersumbat, jantung Anda akan memompa darah dengan menemui resistensi yang lebih besar … Kondisi ini disebut hipertensi pulmonal atau hipertensi paru”, kata Hoffe.

Dia mengatakan : “Hal yang menakutkan adalah pasien dengan gejalah hipertensi pulmonal biasanya meninggal dalam waktu 3 tahun akibat gagal jantung bilik kanan. Oleh karena itu, kekhawatiran besar terhadap mekanisme cedera ini adalah vaksinasi COVID-19 akan menyebabkan kerusakan permanen”.

Charles Hoffe mengatakan bahwa gumpalan darah ini kecil-kecil, tetapi tersebar luas dan berjumlah cukup banyak, selain itu tidak dapat terdeteksi oleh CT scan, angiografi atau MRI, 

“Ada beberapa jaringan di dalam tubuh Anda, seperti usus, hati dan ginjal, mereka dapat beregenerasi dengan tingkat yang sangat baik. Tetapi otak, sumsum tulang belakang, otot jantung dan paru-paru tidak bisa beregenerasi. Begitu rusak, ya rusak permanen”. 

Hoffe mengatakan : “Tidak hanya prospek jangka panjangnya yang sangat suram, tetapi setiap kali vaksin disuntikkan kembali, kerusakannya akan terus bertambah. Ini kumulatif lho”.

Efek samping vaksin adalah topik sensitif

Hoffe mengatakan bahwa 10 orang pasiennya mengalami sesak napas atau masalah neurologis terus-menerus setelah menerima vaksinasi. Ketika dirinya mulai melihat timbulnya gangguan kesehatan baru atau yang sudah lama pada diri pasiennya setelah vaksinasi, dia mengirim email ke institusi perawatan kesehatan setempat, menyarankan mereka agar menghentikan atau menunda penyuntikan vaksin, dan melakukan penilaian yang lebih mendalam.

Selanjutnya, College of Physicians and Surgeons of British Columbia melarang Hoffe membuat komentar yang bertentangan, agar tidak menimbulkan keragu-raguan masyarakat terhadap vaksinasi. Dia juga dilarang memasuki bangsal darurat rumah sakit setempat, tetapi dia masih diperbolehkan untuk berpraktik sebagai dokter keluarga.

Warga Kota Saskatoon, suami dari Kathryn van Dam yang berusia 64 tahun, meninggal dunia tak lama setelah menerima vaksin dosis kedua. Dokter mengatakan bahwa dia meninggal karena serangan jantung, tetapi Kathryn van Dam berpendapat bahwa vaksin-lah yang menyebabkan kematian suaminya.

Suaminya menerima vaksin dosis pertama pada 5 April, kemudian mengalami rasa sakit yang hebat dari punggung bawah hingga samping tubuhnya.

Dua minggu sebelum suaminya mendapat suntikan dosis kedua, Kathryn mencoba membujuknya untuk menghentikan vaksin. “Tetapi sikapnya tegas, dia mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya cara bagi kita untuk mengembalikan dan menjalankan roda ekonomi, dan juga memungkinkan kita untuk berwisata”.

Sang suami menerima suntikan vaksin dosis kedua pada 9 Juni. Hari Rabu itu kondisinya tampak baik-baik saja. Tetapi dia menjadi banyak tidur pada hari Kamis dan Jumat. Dan, pada hari Sabtu, dia bangun pagi seperti biasa, membuat kopi, kemudian tidur-tiduran lagi selama kurang lebih 1 jam di sofa. Sejak itu, dia tidak bangun lagi.

Kathryn van Dam mengatakan bahwa, dia telah bertanya kepada dokter forensik apakah otopsi dapat menentukan apakah penyebab kematian terkait dengan vaksin. Dokter forensik  mengatakan bahwa itu tidak mungkin dilakukan.

Kemudian Kathryn van Dam pergi menemui seorang ahli penyakit menular untuk menanyakan hal yang sama. Dia mengatakan bahwa sulit untuk memastikan apakah kematian itu terkait vaksinasi. Bahkan dia belum mendengar adanya kematian yang diakibatkan oleh vaksinasi. Kathryn van Dam mengatakan bahwa ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar kematian, “Saya pikir cara ini tidak ada artinya, mereka semua berbohong”.

Faktanya, pada 18 Mei, catatan Uni Eropa telah menunjukkan bahwa ada 10.570 orang meninggal karena vaksin COVID-19. Pada 7 Juni, ada 5.888 orang meninggal karena efek samping dari vaksin buatan AS.  (sin)

Jokowi Cek Langsung Ketersediaan Obat di Apotek, Tak Temukan Obat Antivirus Oseltamivir dan Favipiravir Hingga Antibiotik Azithromycin

ETIndonesia- Presiden Jokowi mengecek secara langsung di salah satu apotek di Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 23 Juli 2021. Pada kesempatan itu,  Jokowi ingin mengecek ketersediaan beberapa jenis obat dan suplemen yang dibutuhkan masyarakat untuk penanganan Covid-19.

Setelah tak menemukan adanya keberadaan obat yang dimaksud, Jokowi langsung menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan ketersediaan obat-obatan tertentu.

“Pak, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Oseltamivir, enggak ada. Cari lagi, obat antivirus yang Favipiravir juga enggak ada, kosong. Saya cari yang antibiotik, Azithromycin, juga enggak ada,” ujar Presiden kepada Menkes dikutip dari siaran pers BPMI Setpres.

Setelah melakukan pengecekan, Menkes pun memberikan data terkait stok obat-obatan yang dicari Presiden tersebut di sejumlah apotek lain di Kota Bogor.

“Itu ada data online yang ada di rumah sakit, nah itu bisa dilihat by kota segala macam, berikut apoteknya, Kimia Farma, Century, Guardian, K24,” jelas Menkes di ujung telepon.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ untuk memudahkan masyarakat mengecek ketersediaan obat dan vitamin, terutama bagi pasien Covid-19. Situs tersebut mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan obat dan vitamin tersebut untuk mengecek terlebih dahulu di https://farmaplus.kemkes.go.id/ (BPMI Setpres/asr)

Ketika Tiongkok Memproduksi Setengah Kendaraan Energi Baru di Dunia, Baterai yang Tak Terpakai Dapat Menyebabkan ‘Polusi Bahan Peledak’

Katie Jiang dan Jennifer Zeng

Dikarenakan produksi New Energy Vehicle (NEV) atau kendaraan energi baru Tiongkok tumbuh dengan pesat, di mana setengah produksi global kini berasal dari Tiongkok, sejumlah besar baterai yang tidak terpakai dapat menyebabkan masalah-masalah lingkungan yang “membahayakan”  dan “polusi bahan peledak,” kata media milik pemerintah Xinhua

Menurut Xinhua, baterai yang tidak terpakai kumulatif di Tiongkok akan memiliki mencapai 200.000 ton (sekitar 25 GWh) pada tahun 2020 dan akan bertambah menjadi 780.000 ton (sekitar 116 GWh) pada tahun 2025.

Namun, lebih dari setengah baterai yang tidak terpakai, tidak didaur ulang melalui saluran yang tepat, tetapi “dijebak” oleh pabrik kecil yang tidak memenuhi syarat, ditambah lagi  tidak banyak berinvestasi dalam perlindungan lingkungan hidup, kata laporan itu.

Secara umum, masa pakai baterai kendaraan energi baru adalah sekitar 5-8 tahun. Jika baterai yang tidak terpakai tidak dibuang dengan benar, baterai tersebut akan menyebabkan pencemaran yang merusak lingkungan hidup, meskipun faktanya kendaraan-kendaraan energi baru ini dirancang untuk menjadi “bersih” dan ramah lingkungan.

Profesor Wu Feng di Institut Teknologi Beijing mengatakan kepada media Tiongkok, “Satu baterai telepon seluler seberat 20 gram dapat mencemari tiga kolam renang standar, dan jika dibiarkan di darat, baterai tersebut dapat mencemari 1 kilometer persegi tanah selama sekitar 50 tahun.”

Dibandingkan dengan baterai telepon seluler, polusi yang disebabkan oleh baterai kendaraan energi baru yang besar adalah lebih serius.

Baterai-baterai ini mengandung logam berat seperti kobalt, mangan, dan nikel, yang tidak terdegradasi dengan sendirinya. Mangan, misalnya, mencemari udara, air, dan tanah, dan lebih dari 500 mikrogram per meter kubik  di udara dapat menyebabkan keracunan mangan.

Pada tahun 2010, terjadi sebuah kedaruratan air minum di Provinsi Guangdong, Tiongkok, ketika mangan dalam air minum melebihi tingkat standar yang aman.

Sumber polusi utama lainnya dalam baterai ion lithium adalah elektrolit. Litium heksafluorofosfat dalam elektrolit dengan mudah dihidrolisis di udara untuk menghasilkan fosfor pentafluorida, hidrogen fluorida, dan zat-zat berbahaya lainnya, yang merupakan sebuah ancaman utama bagi sumber daya tanah dan air.

Fosfor pentafluorida adalah sebuah penyebab iritasi yang kuat pada kulit, mata, dan selaput lendir manusia, dan juga merupakan sebuah senyawa yang sangat reaktif. Bahkan, akan terhidrolisis dengan keras di udara yang lembab, untuk menghasilkan asap  putih hidrogen fluorida beracun dan korosif.

Pembuangan Baterai Bekas dan Limbah Baterai Secara Ilegal dan Tidak Benar 

Di daratan Tiongkok, tidak jarang elektrolit-elektrolit baterai  dibuang langsung tanpa pengolahan.

Pada tahun 2015, Pengadilan Rakyat Distrik Tianhe di kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, menjatuhkan sebuah vonis atas sebuah kasus pembuangan ilegal baterai bekas dan limbah baterai.

Menurut vonis tersebut, terdakwa membongkar baterai bekas dan membuang elektrolit langsung ke tanah. Nilai pH, seng, tembaga, kromium, timbal, dan polutan-polutan air lainnya di tempat sampel-sampel melebihi standar-standar pembuangan yang ditetapkan dalam “Batas-Batas Debit Polusi Air Standar Setempat di Guangdong,” di mana konsentrasi seng melebihi standar dengan faktor 4,73, tembaga dengan faktor 5,29, timah dengan faktor 5,42, dan kadmium dengan faktor 27,1.

Pada tahun 2016, kasus polusi baterai yang pertama di kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, dibawa ke pengadilan dan pria yang terlibat digugat karena secara langsung melakukan dumping  elektrolit. Pada November 2016, pria itu dijatuhi hukuman enam bulan penjara.

Pada tahun 2018, polisi di kota Shenyang, provinsi Liaoning, menyita  kilang timah ilegal di sebuah taman industri di kota Tieling, Liaoning, dan menyita 330 ton baterai bekas.

Polisi menemukan bahwa kilang timah ilegal itu “menggunakan kekuatan untuk membongkar baterai-baterai secara tidak benar”. Bahkan, secara ilegal mengeluarkan 50 ton asam sulfat secara  langsung ke tanah di dekatnya, yang mana menyebabkan polusi yang serius dan tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula.

Kasus di atas hanyalah tiga contoh. Ada lebih banyak laporan mengenai kekuatan baterai yang dibuang yang menyebabkan banyak polusi pada air, tanah, dan udara di Tiongkok.

Li Yongwang, manajer umum Synfuels China, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media Tiongkok Yicai bahwa, baterai kendaraan energi baru cenderung menyebabkan polusi yang jauh lebih banyak, daripada polusi gas buang bahan bakar kendaraan.

Li Yongwang mengatakan bahwa sementara polusi knalpot dapat dikendalikan, daur ulang baterai energi baru adalah sulit, biayanya tinggi, dan setelah total volume kendaraan listrik mencapai 10 persen dari total jumlah kendaraan, banyak masalah “bencana” akan terjadi.

Cao Hongbin, seorang peneliti di Institute of Process Engineering of the Chinese Academy of Sciences, mengatakan kepada media milik pemerintah Xinhua, bahwa karena baterai bekas masih mengandung tegangan tinggi, berkisar antara 300 hingga 1000 volt. Jika baterai bekas tidak ditangani dengan benar selama daur ulang, pembongkaran baterai bekas, dan tahap pemrosesan, dapat mengakibatkan kebakaran, ledakan,  polusi logam berat, dan emisi organik, antara lain.

Kurang dari Setengah Baterai yang Tidak Terpakai Didaur Ulang melalui Saluran yang Tepat

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok merilis “Langkah-Langkah Sementara untuk Pengelolaan Baterai Tenaga Kendaraan Energi Baru yang   Didaur Ulang” pada tahun 2018, menempatkan tanggung jawab utama untuk daya daur ulang baterai, pada produsen kendaraan dan mencakup 27 perusahaan dalam daftar yang memenuhi “Spesifikasi Industri dari Pemanfaatan Komprehensif dari  Baterai Tenaga Limbah Kendaraan Energi Baru” atau “daftar putih.”

Namun, media milik pemerintah People’s Daily menunjukkan bahwa, banyak baterai yang tidak terpakai diambil oleh produsen kecil yang tidak memenuhi syarat, dengan “harga yang tinggi.”

Feng Xingya, manajer umum kelompok GAC, mengatakan kepada People’s Daily bahwa “semua pabrik besar berupaya mendaur ulang baterai, tetapi tidak banyak pabrik besar yang benar-benar mampu memulihkan.”

Menurut media Tiongkok Caixin, Yang Xulai, profesor di   Perguruan tinggi Hefei dan mantan wakil direktur Institut Teknologi Tinggi Guoxuan, mengatakan bahwa limbah baterai dan baterai bekas sebagian besar berasal melalui tiga saluran: penjualan mobil dan toko servis, mobil bekas, dan produk sisa dari perusahaan baterai.

Yang Xulai  mengatakan, hanya produk-produk sisa dari perusahaan-perusahaan baterai yang masuk saluran daur ulang yang tepat, sementara tidak ada yang tahu ke mana baterai dari saluran lain pergi.

Bao Wei, manajer umum perusahaan yang masuk daftar putih, Zhejiang Huayou Recycling Technology, mengatakan bahwa saat ini, kurang dari setengah  baterai yang tidak terpakai sedang didaur ulang melalui saluran yang tepat.

Pertumbuhan yang Cepat

Sementara masalah daur ulang baterai belum terpecahkan, jumlah baterai yang tidak terpakai meningkat pesat dengan  pengembangan kendaraan energi baru yang pesat di Tiongkok.

Jumlah kendaraan energi baru di Tiongkok telah meningkat dari 75.000 unit pada tahun 2014 menjadi 1.367.000 unit pada tahun 2020.  Pada Mei 2021, kendaraan energi baru Tiongkok terus-menerus menetapkan catatan produksi dan penjualan bulanan yang baru.

Menurut Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok, per akhir Mei 2021, jumlah kendaraan energi baru di Tiongkok sekitar 5,8 juta, terhitung sekitar setengah jumlah total kendaraan energi baru di dunia.

Hal ini disertai dengan pesatnya perkembangan industri baterai dan peningkatan besar-besaran pada baterai yang tidak terpakai.

Pada tahun 2020, kapasitas baterai terpasang kumulatif di Tiongkok mencapai 63,6 GWh, naik 2,3 persen tahun-ke-tahun.

Menurut Everbright Securities, dari tahun 2020 hingga 2060, permintaan kumulatif untuk baterai lithium akan mencapai 25TWh. Karena   baterai 1GWh sesuai dengan 600 ton lithium karbonat, permintaan untuk lithium karbonat akan mencapai 15 juta ton.

Kebijakan Industri yang Agresif

Peningkatan secara  besar-besaran pada baterai yang tidak terpakai, tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan kendaraan energi baru yang meledak, yang mana pada gilirannya tidak dapat terpisah dari kebijakan industri Partai Komunis Tiongkok yang agresif.

Pada tahun 2009, Komisi Pembangunan dan Reformasi Partai Komunis Tiongkok, Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian

Industri dan Teknologi Informasi meluncurkan “Sepuluh Kota, Seribu Proyek Kendaraan”, yang bertujuan untuk meluncurkan 1.000 kendaraan energi baru, di 10 kota setiap tahun dalam tiga tahun melalui subsidi-subsidi keuangan. Kota-kota ini kemudian akan menjadi “kota-kota model” untuk diikuti oleh kota-kota lain.

Sejak itu, Partai Komunis Tiongkok memperkenalkan serangkaian kebijakan untuk mendukung  pengembangan industri kendaraan energi baru.

Pada tahun 2014, Dewan Negara menyetujui pembebasan pajak untuk pembelian  kendaraan energi baru, dan pada April 2015, Kementerian Keuangan menerbitkan

“Pemberitahuan mengenai Kebijakan Dukungan Keuangan untuk Promosi dan Aplikasi Kendaraan Energi Baru dari tahun 2016 hingga 2020,” yang memberikan subsidi kepada konsumen yang membeli kendaraan energi baru.

Pada September 2017, Kementerian Perindustrian dan  Teknologi Informasi, Kementerian Keuangan, dan lima kementerian lainnya bersama-sama mengeluarkan “Peraturan Pengelolaan Paralel Konsumsi BBM Rata-Rata dari Poin-Poin  Perusahaan-Perusahaan Kendaraan Penumpang dan Kendaraan Energi Baru,” juga dikenal sebagai peraturan “Poin Ganda”. 

Peraturan-peraturan itu menyatakan bahwa jika sebuah produsen mobil tidak memproduksi kendaraan energi baru atau tidak memproduksi cukup kendaraan energi baru, maka produsen mobil tersebut akan dihukum dengan diskors dari memproduksi mobil konsumsi bahan bakar tinggi.

Sebelum peraturan ini diberlakukan, produsen mobil hanya akan  ditangguhkan untuk produksi mobil konsumsi bahan bakar tinggi, atau mendapatkan izin untuk memproduksi mobil konsumsi bahan bakar tinggi, jika produsen mobil gagal mencapai standar rata-rata konsumsi bahan bakar.

“Kebijakan ini menghasilkan sebuah industri yang berkembang pesat,” kata analis keuangan Hong Kong  Jiang Tianming mengatakan kepada Epoch Times.

 “Namun, jika baterai yang tidak terpakai tidak dapat didaur ulang secara efektif dan secara ramah lingkungan, pernyataan bahwa mobil energi baru adalah ‘bersih’ dan ‘berwawasan ramah lingkungan’ tidak diragukan lagi merupakan sebuah proposisi yang salah.” (Vv)

600 Pasien Berbagai Gejala dalam Bahaya Karena Banjir dan Pemadaman Listrik di Rumah Sakit Zhengzhou, Tiongkok

0

Luo Tingting

Saat sejumlah kota dilanda banjir, Kota Zhengzhou, Tiongkok juga dilanda hujan deras. Seluruh kota tertutup lautan luas, stasiun kereta bawah tanah berubah menjadi sungai, dan beberapa tempat telah banjir sampai lantai tiga. Lokasi rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou berada di jalan layang. Pada (20/7/2021), lantai pertama rumah sakit  benar-benar terendam.

Lantai pertama atau lantai dasar rumah sakit itu biasanya berisi peralatan berharga dan instrumen presisi seperti CT, NMR, DR, USG Doppler warna, PET-CT, akselerator linier, pisau gamma, ruang oksigen hiperbarik, dan lain-lain yang semuanya kebanjiran. Orang dalam memperkirakan bahwa kerugiannya mencapai 1 miliar yuan.

Pada 21 Juli, Liu Zhangsuo, direktur rumah sakit, mengatakan kepada media bahwa rumah sakit itu, tidak hanya banjir karena hujan lebat, tetapi area rumah sakit yang berafiliasi dengan rumah sakit itu mengalami pemadaman listrik, lift tidak berfungsi, dan genset cadangan tidak tersedia.

Puluhan ribu pasien terkena dampaknya. Beberapa pasien dipindahkan ke lantai yang lebih tinggi. Akibat pemadaman listrik, pasien kritis tidak bisa menggunakan ventilator. Bagi pasien yang membutuhkan oksigen, petugas medis dengan tangan meniup airbag untuk menyuplai oksigen secara manual.

Keterangan Foto : Pada tanggal 20 Juli, lantai pertama Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou di Provinsi Henan kebanjiran dan listrik di seluruh rumah sakit padam. (Tangkapan layar video)

Liu Zhangsuo mengatakan bahwa, satu unit kendaraan darurat catu daya  sudah dikerahkan dan sedang mengatur pemulihan pasokan listrik, Ia mengatakan, jika hanya satu unit tidak cukup. Tapi minimal empat hingga lima unit. 

Dia berkata, “Tanda-tanda vital pasien yang sakit kritis sekarang stabil, tetapi bahayanya meningkat.”

Dia juga mengatakan bahwa rumah sakit memiliki sekitar 600 pasien yang sakit kritis dan secara aktif mengoordinasikan pemindahan.

Seorang netizen “@白菜兔兔丸女孩” memposting di Weibo untuk meminta bantuan pada malam 20 Juli, mengatakan bahwa ayahnya diintubasi dan memakai ventilator yang terbaring di unit perawatan intensif departemen pernapasan di Gedung 11. Dia tidak dapat ke rumah sakit karena hujan deras. 

Dia mengetahui listrik di rumah sakit mati dan ventilator tidak berfungsi. Ia khawatir tentang kondisi ayahnya. Dia meminta penyelamat untuk menghidupkan listrik rumah sakit terlebih dahulu, atau memindahkan pasien ke rumah sakit lain untuk perawatan.

Netizen lain “@一罐可乐_k” mengatakan bahwa Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zheng dan gedung rawat jalan di area rumah sakit juga  kebanjiran. Lebih dari 10.000 pasien, orang tua dan anak-anak telah terjebak. Tidak ada listrik, air, makanan , dan tidak ada tempat duduk. Keluarganya telah terjebak di rumah sakit, dan telepon selulernya sudah tidak memiliki listrik.

Selain Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou, ada informasi di Weibo pada 21 Juli bahwa Rumah Sakit Bersalin dan Anak Henan juga mengalami pemadaman listrik dan kebutuhan mendesak akan generator.

Staf lembaga  kepada media mengatakan bahwa memang ada kekurangan generator, dan jenis generator menggunakan BBM untuk menghasilkan listrik. Pasien membutuhkan oksigen, dan unit perawatan neonatus membutuhkan tenaga generator.

Pada 21 Juli, pemadaman listrik telah terjadi di banyak tempat di Zhengzhou, dan netizen lokal meminta bantuan di Weibo: “Pemadaman listrik dan air, lapar.”

“Zhengzhou hampir tenggelam karena kebanjiran… dan terjadi pemadaman listrik dan pemadaman air. Saya tidak tahu harus berbuat apa.” tulis netizen lainnya. 

Ada juga yang menulis : “Kapan listrik akan diperbaiki? Telepon saya telah lowbat. Saya benar-benar takut.”

Lainnya mengeluh : “Kapan listrik akan nyala? Setelah sehari semalam, telepon telah lowbat. Tolong segera hidupkan listrik. Saya tidak bisa melakukan apa-apa.”

Warga lainnya juga menulis : “Oh , telepon kehabisan daya, Anda tidak bisa bermain lagi, dan power bank hampir habis. Lantai bawah komunitas penuh dengan air. Mendengarkan suara hujan di luar dan suara mobil polisi dan ambulans, saya masih tidak berani tidur. Saya berharap hujan segera berhenti. Semua orang bisa hidup dengan damai, Henan dapat bertahan!!!”

Ada lagi yang mengeluhkan dengan menceritakan situasinya : “Keluarga teman saya sekarang ada di Unit 1, Gedung A, Yaxin Mansion, Dingsheng Avenue, Songshan Road. Lantai 12 Keluarga ini sedang menunggu . Jika ada yang bisa membantu bisakah Anda membantu mengantar makanan atau air? Atau jika ada yang menjual tolong katakan  Saya membeli sedikit, hanya sedikit untuk mengganjal rasa lapar mereka saja, tolong, tolong.”

“Mari kita perhatikan Kota Mihe, Kota Gongyi, Provinsi Henan. Hampir semua kota terendam banjir, komunikasi terputus, anggota keluarga tidak dapat dihubungi, dan tim penyelamat tidak dapat masuk!”

Sejumlah besar video yang diposting di Internet menunjukkan bahwa bencana di Zhengzhou serius. Jalan-jalan kota menjadi sungai. Banyak orang hanyut oleh jeram. Ratusan orang terperangkap di kereta bawah tanah. Air telah sebatas dada mereka. Di stasiun kereta bawah tanah Jalan Shakou, ada  gadis muda tergeletak di tanah, dan beberapa orang melakukan pernapasan buatan.

Seorang netizen Weibo “@易经学会谭霖” mengatakan bahwa sampai lebih dari jam 10 malam, orang-orang masih diselamatkan di kereta bawah tanah, dan “banyak orang meninggal dunia.” (Hui) 

https://www.youtube.com/watch?v=qYtvkF2-cO0
https://www.youtube.com/watch?v=vcuRWAnB1LQ
https://www.youtube.com/watch?v=ciD_fDatsV0

Hadiah Tiga Gelang Giok Karena Telah Berbuat Baik

ETIndonesia-Ada seorang gadis kecil, namanya Yang Bao, ia sangat suka makhluk kecil, Kalo ketemu anjing atau kucing yang tak terawat, ia pasti sedih dan membawanya pulang, merawat mereka dengan teliti.

Ayah Yang Bao seorang pedagang kecil, ibunya sakit-sakitan, NAMUN MEREKA TIDAK PERNAH MENCELA YANG BAO TELAH MEMBEBANI KELUARGA, SELALU MEMBIARKANNYA MEMBAWA PULANG MAHLUK2 KECIL DAN MERAWATNYA DI RUMAH.

Hari ini, ayah dan anak pergi ke kota untuk membeli barang. Mereka melewati padang belantara. tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara cit… cit: “Ayah, coba dengar, ada burung yang sedang menangis.”

Dengan senyum ayahnya menjawab: “Kamu jangan berpikir yang bukan-bukan. Ayo… kita segera ke kota untuk membeli barang, jika masih ada waktu, ayah akan membelikan pakaian baru untukmu, ayo… cepatlah!”

“Cit…cit…cit..cit..” suara mencicit itu berulang lagi. “Ayah,dengar kan? Burung ini pasti kesakitan, dan perlu bantuan kita. Saya tidak mau pakaian baru, hanya ingin menolong burung itu, tidak keberatan bukan?”

Ayah mengangguk tanda setuju.

Mereka menemukan burung yang luka itu. Sayap patah, dadanya robek, bulu-bulunya yang kuning menjadi merah oleh darah! Bola matanya meneteskan air mata saking pedihnya.

Ayah berkata: “Wah! Begitu parah lukanya, mungkin tidak tertolong lagi, lebih baik kita pergi saja!”

Yang Bao menangis: “Ayah mohon tunggu sejenak, saya akan cari dedaunan obat untuk menghentikan darah, siapa tahu masih bisa menyelamatkan burung itu!”

Ayahnya tidak tega menolaknya “Baiklah.”

Yang Bao menemukan daun-daunan lalu menumbuknya dengan batu sampai hancur kemudian ditempelkan ke dada dan darah itu berhenti. Ayah menyambung kembali sayap yang patah, lalu membetulkan letak sayapnya dengan dahan pohon.

Yang Bao berkata:“Terima kasih, ayah! Kita bawa pulang dan merawatnya baik-baik, ayo berangkat.”

Yang Bao menceritakan peristiwa yang terjad pada ibunya. Dengan arif sang ibu membelai kepala Yang Bao: “Meskipun usiamu masih begitu belia, tapi penuh kasih sayang, saya dan ayah merasa sangat gembira!”

Yang Bao merawat burung itu dengan telaten. Ia sediakan sangkar kayu. dan memberinya makan dengan beras yang dihaluskan atau memberinya makan serangga kecil.

Sayap yang patah dan luka di dadanya itu berangsur-angsur membaik. Anak-anak tetangga pada kagum: “Burung ini begitu elok, betapa beruntungnya seandainya ini milikku!”

Tiba-tiba sekelompok burung berdatangan. Mereka bercicit nyaring pada burung Yang Bao, dan burung itu menjulurkan lehernya mulai berkicau di hadapan mereka.

Melihat pemandangan ini, Yang Bao tahu bahwa rekan-rekan burung itu datang menyuruhnya pulang, dan setelah direnungkan sejenak, lalu Yang Bao membuka pintu sangkar itu.

Begitu burung itu keluar dari pintu sangkar, ia tidak segera terbang berlalu, bahkan dengan bulunya yang lembut mengelus perlahan wajah Yang Bao. Yang Bao membelai-belai burung itu dan dengan perlahan berkata: “Terbanglah mungil! Teman-teman pada menunggumu!”

Burung itu menganggukkan kepalanya seakan mengerti apa yang dikatakan Yang Bao, ia mengepak sayapnya, dan terbang ke langit yang jauh bersama sekelompok burung itu.

Meski Yang Bao merasa berat melepasnya, namun ia tahu akhirnya mungil itu bisa terbang bebas di angkasa luas bersama dengan rekan-rekannya, dan jauh di dalam hatinya, ia juga merasa bahagia atas kegembiraan mungil itu.

Malam hari itu, Yang Bao terus merindukan burung itu, akhirnya tertidur. Di tengah tidurnya, seorang bocah laki-laki menghampiri Yang Bao. Raut wajahnya sangat rupawan..

Tangannya menggenggam tiga buah giok putih yang terang berkilauan, dan memberi hormat pada Yang Bao: “Saya burung mungil itu, waktu itu karena tidak hati-hati, dada saya luka dipanah oleh anak-anak yang nakal, jatuh dari atas pohon dan untung saja kalian sekeluarga menyelamatkan saya. Sekarang saya datang untuk mengucapkan terima kasih, terimalah tiga gelang giok ini, saya hadiahkan pada kalian sekeluarga untuk dikenakan, semoga membawa berkah kesejahteraan untuk kalian sekeluarga.

Yang Bao menerima gelang giok itu, dan dalam sekejap si bocah laki-laki itu lenyap.

Dengan rasa terkejut Yang Bao siuman dari tidurnya. Yang Bao mendapati ternyata di tangannya menggenggam tiga gelang giok persis seperti di dalam mimpinya.

Sejak itu usaha dagang ayah Yang Bao semakin lancar, ibu yang sakit-sakitan juga sehat kembali. Yang Bao tumbuh dewasa. tetap masih penuh cinta kasih dan perhatian, baik itu terhadap sesama maupun hewan kecil.

Teman yang Egois

ETIndonesia-Ketika angin pertama musim semi menghembus bumi, bunga-bunga mekar kembali, warna cerah terlihat bersinar dengan indah. saat ini tikus tanah juga mulai keluar, dengan hidung panjang yang sensitif mengendus-ngendus bau makanan.

Ketika dia berjalan tiba di tepi peternakan, kebetulan bertemu dengan seekor tikus rumah, ketika dia mengenali teman lamanya ini dia segera melangkah maju untuk menyapa.

Tikus rumah membalas sapaannya sambil berkata, “Oh abang tikus tanah, kita sudah lama tidak bertemu seluruh musim dingin ini Anda tidak pernah muncul, saya lihat Anda sekarang sangat kurus, pasti Anda kelaparan, mari sekarang saya akan mengundang Anda makan malam yang lezat!”.

“Terima kasih, teman baikku, Saya memang sangat lapar, begitu laparnya sampai bisa makan sebuah gunung!”, ujar tikus tanah sambil mengelus-elus perutnya yang kosong.

Tikus rumah mengundang tikus tanah ke gudang makanan di tempat pertanian, di sana makanan berlimpah, cukup untuk makanan para tikus selama satu musim dingin yang panjang. Tetapi tikus rumah masih tampak langsing, hal ini cukup membuat bingung tikus tanah.

“Silakan masuk, gudang besar ini biasanya tidak ada orang, tapi makanan yang menumpuk sangat menakjubkan, makan apa pun yang Anda inginkan, jangan segan-segan!”

Tikus tanah mencium bau makanan dan seluruh pikiran seperti mimpi, air liurnya telah menetes ke tanah, sedang mempersiapkan untuk menyantap makanan lezat tersebut, tiba-tiba mendengar teriakan melengking yang sudah sangat melekat di otaknya, memecahkan udara tenang ─ ─ “Meow!”

Tikus rumah melihat tanda-tanda bahaya segera berlari menuju lubang di sudut kamar dan bersembunyi disana, dan dari belakang berteriak: “Teman lama, tempat persembunyian ini terlalu kecil, Anda tidak boleh masuk, Anda harus bersembunyi di tempat lain, tetapi Anda jangan mengatakan kepada kucing saya bersembunyi di sini! “

Tikus tanah untuk sementara tidak bereaksi, baru datang ke tempat yang asing, dan penglihatannya juga buruk, bahkan belum bisa berusaha untuk lari dan lolos, bayangan gelap segera menutupi pandangannya, seekor kucing dengan cakar segera menangkap tikus tanah dan membanting dia diatas tanah!

“Oh, binatang apa yang menjijikkan ini, bau dan kotor? Untungnya, saya sudah kenyang, sudahlah kamu pergi jauh-jauh dari rumah ini!”

Kucing setelah selesai berbicara, melepaskan tikus tanah dan membalikkan badan dengan cepat menghilang.

Tikus rumah yang bersembunyi di lobang melihat kucing telah pergi, dia segera datang, dengan wajah terkejut bertanya: “Abang tikus tanah, Kapan Anda belajar keterampilan yang satu ini, Bahkan kucing yang mempunyai julukan sebagai pemburu tikus bisa melepaskan Anda, cepat ceritakan kepada saya, tadi kucing di telinga Anda mengatakan apa kepadamu? “

Emosi tikus tanah perlahan-lahan kembali menjadi tenang, sekarang dia baru menyadari mengapa tikus rumah dengan jelas memiliki makanan segudang utuh, setelah musim dingin tapi masih tidak bisa gemuk, lalu dengan perlahan dia berkata: “Saya benar-benar tidak ada keahlian khusus, hanya mendengarkan kucing mengatakan, ‘teman yang tidak dapat saling membantu dalam masa-masa sulit, jangan peduli kepadanya lagi!’ “

Begitu selesai berkata, tikus tanah lebih tinggal di alam bebas, meninggalkan gudang penuh makanan, daripada menghadapi hal fatal kehilangan nyawa, dan meninggalkan teman egois yang dalam keadaan krisis tidak bisa membantu teman, pergi mencari makanan di alam liar.