Era Baru News >> Sejarah >> Sejarah >> Sebuah Buku yang Mempengaruhi Seumur Hidupku
Sebuah Buku yang Mempengaruhi Seumur Hidupku
Ditulis oleh Dajiyuan Senin, 01 Februari 2010

altAda sebuah buku telah menanamkan sebuah benih dalam lubuk hatiku. Saat itu adalah tahun pertama aku mengikuti kuliah. Demi menyelesaikan laporan pengalaman yang diwajibkan oleh dosen, aku telah mewawacarai seorang guru. Dia dengan tulus hati memperkenalkan padaku sebuah buku bagus yang  mempengaruhi seumur hidupnya.  Semua yang dia ceritakan,  aku susun kembali menjadi artikel di bawah ini.

Sun Yat Sen yang dikenal sebagai Bapak Negara pernah mengatakan, ajaran Buddha adalah sebuah filosofi kehidupan manusia, namun buku ini telah menumbangkan pandangan itu. Ia telah memperlihatkan sebuah wawasan yang berbeda dengan pandangan tradisional, membuat orang yang membacanya merasa sangat tergetar, tersadarkan bahwa dirinya ternyata sudah terlalu lama dan begitu dalam tersesat di dunia yang fana ini, sehingga membuat orang tidak rela melepas dan terus-menerus ingin membacanya; ada sebagian buku setelah dibaca satu kali sudah boleh dilepas, namun buku ini ternyata layak disimpan, dengan membacanya sekali dan sekali lagi akan ada peningkatan yang setingkat demi setingkat, ini adalah sebuah buku yang benar benar layak direkomendasikan.

Ini adalah sebuah buku bagus yang benar benar dapat membimbing hati manusia, mengajarkan orang harus berdasarkan kelemahan-kelemahan dari berbagai sifat manusia untuk mengatasi kebiasaan buruk dan konsep yang salah, bahkan kebiasaan dan konsep tersebut sudah kita anggap sebagai sesuatu yang umum, tidak lagi mengindahkannya, sehingga lambat laun terperosok dan bobrok, akhirnya terjerumus ke dalam kondisi yang tidak dapat melepaskan diri; dikarenakan kebiasaan dan pemikiran yang salah dipupuk sejak kecil sehingga membuat kita tidak bisa melihat  kebenaran dalam hidup. Pada saat terpuruk menyalahkan langit dan manusia, di saat mengalami kegagalan sekali jatuh tidak bisa bangkit lagi. Seumur hidup dilewati secara dungu dalam cengkraman penyakit dan penyesalan. Buku ini membantu kita menemukan arah hidup manusia dan makna kehidupan. Yang paling penting adalah mengajari kita dengan cara yang benar untuk menyadari diri sendiri dari dalam, di tengah konflik dan kerunyaman kehidupan bisa mengintrospeksi diri, meningkatkan diri dan  melampaui diri.

Ini adalah sebuah buku yang dapat mengubah nasib, berawal dari perubahan pemikiran dan kebiasaan seseorang, lambat laun akan bisa mengubah nasib seseorang, Di saat kita tersadarkan seketika karena penjelasan yang menyentuh hati dalam buku ini, kita akan tahu bahwa semua hal di dunia ini ada hubungan sebab dan akibat, kita tidak lagi mengeluhkan kekayaan yang bukan milik kita, tidak lagi kesal karena tidak mendapat peningkatan posisi, dalam ketenangan menerima secara alami, dengan lapang dada menghadapi keadaan yang menyenangkan maupun yang menyesakkan hati di dalam kehidupan, tidak serakah, tidak mengeluh. Pada saat hati kita tidak tergoda oleh faktor eksternal, maka akan ada kedamaian dan ketenangan. Kalau hati setenang air danau, pengaruh buruk dari luar tidak mampu menyerang, tubuh secara alami akan sehat walafiat.

Ketika seseorang dapat melepaskan sifat egoisnya, dia akan dapat melihat betapa luasnya langit; saat seseorang dapat melepaskan keterikatan ,dia bisa merasakan ketenangan dan kedamaian. Buku tersebut dapat menuntun kita kembali pada keindahan yang sejati, kembali ke taman surga nan indah.

Di dalam buku diuraikan: “ Fa* Buddha** secara jelas dan gamblang memperlihatkan segala misteri, mulai dari partikel, molekul hingga alam semesta, dari yang lebih kecil sampai yang lebih besar, meliputi segala- galanya, tidak ada yang tertinggal. Dia adalah karakter alam semesta “Sejati Baik Sabar” yang diuraikan secara berbeda pada tingkat yang berbeda, yaitu yang disebut “Tao” oleh aliran Tao dan disebut “Fa” oleh aliran Buddha”. Dia adalah prinsip kebenaran kehidupan manusia, jalan bagi kehidupan.

*Fa: Fa bisa diartikan sebagai hukum kebenaran alam semesta yang maha besar.
**Buddha: Bukan merujuk pada agama Buddha, melainkan arti kata “Buddha” dari bahasa sansekerta: “Sang Sadar”

Isi dalam buku mengajarkan kita untuk mengenal ilmu pengetahuan yang terbatas dari ruang dimensi yang berbeda, kemudian melangkah lebih jauh menuju lingkup alam semesta yang lebih luas. Inilah sebabnya mengapa banyak ilmuwan pada akhirnya menjadi penganut agama yang taat. Pada saat kita mempunyai pemahaman yang lebih mendalam terhadap kehidupan  alam semesta dan sifat-sifat manusia, maka kita mau tak mau harus tunduk pada kebesaran dan keajaiban alam; apa yang disebut ilmu pengetahuan hanyalah pengetahuan dan pengenalan sekarang yang menggantikan pengetahuan sebelumnya, apa yang ditemukan hari ini adalah yang kemarin belum diketahui, bahkan tidak mengerti apa yang disebut alam dewa adalah sesuatu yang eksis secara nyata. Kita manusia sebenarnya adalah demikian kecil namun sombong. Maka ketika kita memahami lebih banyak pada diri sendiri, kita akan semakin rendah hati. Buku ini memberitahu kita: bila ingin mengungkap misteri alam semesta, ruang waktu dan tubuh manusia, satu satunya adalah Fa Buddha .

Buku yang demikian bagus layak direkomendasi kepada semua orang. Buku tersebut berjudul “Zhuan Falun”, penulisnya adalah Li Hong Zhi. (Erabaru/akw)