| Kematian Raja Mesir, Tutankhamun Karena Malaria |
| Ditulis oleh Erabaru News | Sabtu, 20 Februari 2010 |
|
Meskipun mumi King Tut telah diselidiki sebelumnya, para peneliti memembutuhkan waktu dua tahun untuk melakukan rincian analisis antropologis, radiologi, dan genetik (DNA) untuk memeriksa mumi anak Firaun dan 10 mumi kerajaan lainnya. King Tut meninggal di sekitar tahun 1324 SM pada usia 19 tahun setelah sembilan tahun di atas takhta dan tidak meninggalkan ahli waris. (EpochTimes/sum) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi

Mumi raja Mesir paling terkenal, Tutankhamun, telah tertular malaria dan kelainan tulang yang mungkin menyebabkan kematian-Nya, menurut temuan-temuan baru-baru ini yang diterbitkan dalam Jurnal E





Mozilla Firefox