| AS Kembalikan Sarkofagus Firaun 3.000 Tahun Kepada Mesir |
| Ditulis oleh Oleh Rossella Lorenzi | Selasa, 02 Maret 2010 |
|
Dihiasi dengan pemandangan religius warna-warni, ornamen peti jenasah tersebut bekas peninggalan seorang pria bernama Imesy. Zahi Hawass, Sekretaris Jenderal Majelis Tinggi Kepurbakalaan Mesir (SCA) tahun lalu telah mengatakan bahwa kemungkinan peti jenasah itu peninggalan dari firaun Ames, Dinasti ke-21, yang memerintah Mesir antara 1.070 hingga 945 SM. Peti jenasah yang panjangnya hampir 5 kaki tersebut disita oleh petugas bea cukai AS di Bandar Udara Internasional Miami dari seorang saudagar Spanyol, pada tahun 2008. Saudagar tersebut tidak memiliki dokumen untuk membuktikan kepemilikan artefak itu. Yang mencurigakan bahwa kemungkinan benda kuno itu meninggalkan Mesir secara ilegal. Kini pihak berwenang AS mulai melakukan investigasi.
Kini pengaturan penyerahan peti kuno itu sedang berjalan untuk diserahkan kepada Hawass, 10 Maret mendatang di Washington D.C, dalam sebuah upacara. Hawass menyatakan telah mengamankan kembalinya sekitar 5.000 harta peninggalan kuno selama masa jabatannya di SCA. (Erabaru/DiccoveryNews/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Pemerintah Amerika Serikat akan mengembalikan peti jenasah 3.000 tahun kepada pemerintah Mesir, ujar Menteri Kebudayaan Mesir, Faruq Hosni, Senin (22/2).
Seperti dilansir Diccovery News, dalam pernyataannya SCA mengatakan, "Mereka memastikan bahwa peti jenasah kuno itu telah meninggalkan Mesir setelah 1970 lalu, menurut catatan awal tertanggal 2007 ketika dipamerkan di Madrid,"





Mozilla Firefox