| Bukti Fosil Ungkap Dinosaurus Punah Akibat Meteorit |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 19 Juli 2011 |
|
Sebuah tanduk dari salah satu dinosaurus yang hidup paling akhir dapat menjadi bukti bahwa hantaman meteor raksasa telah mempunahkan reptil tersebut dari planet ini. Fosil tanduk sepanjang 45 cm dari keluarga dinosaurus pemakan tanaman, seperti Triceratops bertanduk tiga, telah ditemukan pada salah satu situs geologi yang dikenal sebagai Hell Creek Formation, Montana, Amerika Serikat, di mana banyak fosil dinosaurus lainnya juga telah tergali. Yang membuat salah satu lokasi ini menjadi spesiiologial adalah sekitar 13 cm di bawah lapisan bebatuannya terdapat tanda dari Cretaceus-Tertiary atau batas ‘K-T’—suatu titik fosil yang mencatat kematian dinosaurus. Hal ini menjadi petunjuk bahwa dinosaurus-dinosaurus pada jaman tertentu semua jejak keberadaannya lanyap. Dengan kata lain, keberadaan mereka hilang secara tiba-tiba, akibat bencana global dan bukan punah secara perlahan-lahan. Sebuah asteroid raksasa atau komet telah menghantam Bumi di lepas pantai Meksiko pada akhir Jaman Cretaceaus, 65 juta tahun lalu yang secara luas diyakini telah mempunahkan dinosaurus-dinosaurus tersebut. Namun sejumlah skeptis berpendapat bahwa tidak terdapat bukti fosil selama tiga juta tahun yang mengarah adanya hantaman meteor pada makhluk-makhluk tersebut. Adanya kesenjangan selama tiga juta tahun, telah mendorong kontroversi atas apa yang terjadi dengan dinosaurus-dinosaurus tersebut, sebagian pendapat ada yang mengatakan bahwa beberapa diantaranya telah berevolusi menjadi burung. Namun, dengan ditemukannya fosil tanduk ini telah membantah kesenjangan tersebut, menurut para ilmuwan yang menulis dalam jurnal Royal Society Biology Letters. Tim yang dipimpin oleh Dr. Tyler Lyson dari Universitas Yale, New Haven, AS menulis, “Dalam spesimen tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan itu tidak memperlihatkan fosil-fosil dinosaurus bukan burung dan tidak konsisten dengan hipotesis bahwa dinosaurus bukan burung punah sebelum peristiwa itu.” Para ilmuwan menunjukkan bahwa 125cm bagian lapisan bebatuan itu tersusun setelah peristiwa meteorit tersebut yang sepenuhnya tanpa fosil. (Erabaru/Telegraph/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Disambar Petir
- MA dan Menkumham Berikan Pertimbangan Grasi Corby
- Ancaman Peningkatan Program Nuklir Korut
- Robot Ikan Untuk Memerangi Polusi
- OECD: Krisis Eropa Dapat Menghambat Pemulihan Global
- Istri dan Pembelot Akan Segera Diadili
- Bagaimana Anjing Merespon Bahasa Manusia?
- Trik Psikologi untuk Mempermudah Diet
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga





Mozilla Firefox