| Cara Hidup Orang Dulu yang Menginspirasi | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Bai Song |
| Selasa, 05 Juni 2012 14:40 |
|
Orang-orang pada zaman kuno makan dua kali sehari dalam jumlah yang sangat sedikit. Mereka juga sangat jarang makan daging, yang baik untuk peningkatan kelancaran pencernaan.
Sejak zaman kuno ada banyak contoh tentang orang-orang yang jatuh sakit karena makan berlebih, yang kemudian pulih melalui pola makan dan penambahan konsumsi sayuran.
Saat ini salah satu teman saya yang bernama Yuan hanya makan semangkuk kecil nasi dengan beberapa mentimun setiap kali makan. Dia sekarang berumur 40 tahun, tetapi ia terlihat seperti berumur sekitar 20 tahun.
Mereka percaya bahwa banyak penyakit disebabkan oleh makan terlalu sering, makan berlebihan dan memakan berbagai macam makanan. Selain itu, mereka menilai kesehatan seseorang dari esensi hidup, energi vital dan aspek mental mereka dari pada sekedar mengutamakan penampilan wajah.
Jika seseorang dapat tetap tenang tanpa terlalu banyak keinginan, maka ia akan menemukan bahwa ia secara alami akan makan lebih sedikit dan jarang sakit. Bahkan roti kukus yang sederhana dapat menjadi makanan lezat jika dimakan dalam keadaan pikiran yang damai.
Secara umum, mereka yang tanpa banyak keinginan dan hidup dalam kedamaian batin tidak perlu tidur demikian lama. Misalnya, sebelum berbaring di tempat tidur, orang zaman dulu memberi perhatian pada pikiran mereka dan kebajikan melalui meditasi atau introspeksi diri.
Penekanannya adalah pada melatih hati atau watak dan menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Sebagai contoh, setelah bertahun-tahun melakukan meditasi, sastrawan terkenal Qian Mu memiliki mata berbinar dan energi melimpah setiap hari, yang ia sebut-sebut sebagai hasil dari upaya "statis"-nya. Justru sebaliknya, berbagai macam makanan, permainan dan hiburan telah membuat orang menjadi lebih lelah dan lebih cepat tua.
Orang zaman dahulu santun saat berjalan, sama halnya ketika mereka beristirahat dan duduk. Mereka mencari ketenangan batin di lingkungan yang bising, merasa tenang saat sibuk bekerja, dan mengatakan bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan pikiran yang damai tanpa terputus. Orang-orang menjadi terkungkung dalam keadaan mental yang sibuk, tidak peka, gugup dan penuh kecemasan. Cara hidup orang pada zaman kuno dapat mengembalikan orang kepada keadaan alami dan meningkatkan taraf jiwa mereka. Dikutip dari "The Watch Magazine" (secretchina/wid/asr) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Tikus Yongzhou
- Rahasia Tidur Nyenyak
- Hidup Kembali Dengan Mesin CPR, Setelah Meninggal 40 Menit
- Tanaman Bisa Saling Mendengar
- Pisau diatas Hati





Mozilla Firefox