|

Ketua Partai Chongqing Terlihat Seperti Pecundang dalam Perebutan Kekuasaan
Tahun 2012 telah terbukti menjadi tahun yang sulit bagi Partai Komunis China (PKC).
Tepat sebelum pergantian tahun 2012, setelah berbulan-bulan perlawanan terhadap korupsi pemerintah daerah, penduduk desa Wukan mengusir kepala PKC dan beberapa anggota komite PKC dan mendeklarasikan mereka akan memerintah diri mereka sendiri. Mereka telah memenangkan hak untuk mengadakan pemilu bebas pertama mereka pada Maret 2012, meskipun PKC bekerja di belakang layar untuk mencoba memanjakan mereka.
Pada 23 Januari, dalam sebuah wawancara dengan BBC, Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, membantah bahwa ia adalah anggota Partai Komunis dan China adalah negara komunis. Keanggotaannya di PKC adalah pengetahuan umum, dan sangkalan itu membuat orang bertanya-tanya mengapa ia berusaha untuk memisahkan diri dari PKC.
Sementara orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan PKC, bom yang lain jatuh.
Tamu Tidak Biasa
Pada malam 6 Februari, empat hari setelah ia kehilangan pekerjaannya sebagai kepala polisi, Wang Lijun, masih wakil walikota Kota Chong Qing meskipun ia telah diturunkan, lolos dari pengawasan kepolisian Chongqing. Dia melarikan diri ke konsulat AS di kota Chengdu, empat jam di sebelah barat dengan mobil.
Menurut laporan internet yang mengaku tahu apa yang telah terjadi di dalam konsulat, ia menunjukkan kepada para pejabat konsuler AS bukti kalau supir dan stafnya telah ditangkap oleh bosnya, Bo Xilai, kepala Partai Chongqing, dan menunjukkan perlakuan kasar apa saja yang telah menimpa mereka.
Wang juga mengungkap tentang rencana Bo akan membunuh dirinya untuk menjaga dia mengungkapkan perbuatan kriminal dan politik Bo ke Beijing.
Wang percaya hidupnya dalam bahaya dan meminta suaka dari pemerintah AS. Dia menghabiskan lebih dari 24 jam di dalam Konsulat AS menunggu keputusan pemerintah AS. Gedung Putih menolak permohonannya tetapi setuju untuk memberinya bantuan kemanusiaan. Wang meminta Konsulat Jenderal AS untuk memindahkan dia dengan aman ke Beijing.
Qiu Jing, wakil kepala Departemen Keamanan Nasional RRC, dan Li Wei, wakil kepala Departemen Keamanan Publik RRC, dan lima pejabat senior lainnya segera tiba di Chengdu setelah konsul Jenderal AS memberitahu Beijing pada pagi hari 7 Januari.
Sementara itu, ketika Bo mengetahui Wang telah tersembunyi di Konsulat AS di Chengdu. Ia memerintahkan walikota Chongqing, Huang Qifan, untuk mengambil alih 70 mobil polisi dan tank untuk menangkap Wang. Mereka mengepung konsulat dan memblokir jalan, menuntut untuk mengambil Wang kembali ke Chongqing.
Beijing marah Bo telah mengerahkan pasukan menyeberangi perbatasan, karena Chongqing bukanlah bagian dari Provinsi Sichuan, tempat dimana Chengdu berada. Beijing memerintahkan pasukan keamanan nasional Sichuan untuk membubarkan polisi Chongqing. Pada tengah hari 7 Januari, polisi Chongqing telah dibubarkan.
Wang berjalan keluar dari Konsulat AS sekitar jam 6 sore pada 7 Januari dengan dijaga oleh pasukan kemananan nasional Sichuan. Sekitar jam 8:30 pagi 8 Januari, Wang berada di penerbangan CA 4113 menuju Beijing dengan tujuh pejabat senior Beijing.
Saksi melaporkan bahwa ketika Wang keluar dari konsulat, dia berteriak bahwa ia adalah korban dari ambisi politik dan perbuatan kriminal Bo Xilai, dan dia akan mengungkapkan semua yang diketahuinya untuk membuat Bo dan istrinya turun. Dia juga menunjukkan telah meninggalkan dokumentasi dan bukti di luar negeri untuk berjaga-jaga kalau ia kehilangan kebebasan atau terbunuh.
Dilaporkan Qiu menyampaikan kepada Wang janji dari Hu Jintao, kepala PKC, kalau kasusnya akan ditangani dengan adil.
Dari Aset menjadi Penyakit
Wang telah menjadi anak ajaib dan tangan kanan Bo sejak ia menjadi kepala Partai Chongqing. Dia merekrut Wang dari Kota Jinzhou, Provinsi Liaoning, di mana Bo berusaha untuk menjadi ketua Partai disana.
Wang membawa banyak teman dekatnya untuk membantu dia di Chongqing. Dengan nama "da he," yang berarti menindak para mafia, Bo menyingkirkan hampir semua pejabat yang dipromosikan oleh pembesar-pembesar Partai sebelumnya, dan menyita kekayaan dan uang dari ribuan pemilik bisnis. Wang menjadi pahlawan nasional dan dipromosikan menjadi wakil walikota dalam waktu tiga tahun.
Sayangnya untuk Bo dan Wang, salah satu mantan pemimpin Partai Chongqing adalah He Guoqiang, mantan kepala Komite Disiplin Partai Komunis China Pusat. Dia sangat marah melihat betapa Bo dan Wang memperlakukan mantan rekan-rekannya di Chongqing dan diam-diam mulai mengumpulkan bukti untuk melawan Wang.
Pada akhir tahun lalu, He menempatkan beberapa mantan rekan Wang di Biro Kepolisian Tieling di Provinsi Liaoning dalam penjara atas kejahatan korupsi, dan memperoleh bukti kejahatan-kejahatan Wang sendiri.
Kabarnya, orang dari Komite Disiplin He berbicara dengan Wang dan menunjukkan padanya apa yang mereka miliki. Mereka ingin Wang membantu memberikan informasi tentang kegiatan Bo di Chongqing untuk menyelamatkan dirinya sendiri, dan Wang setuju. Bo memiliki seseorang di komite yang memberitahukan kesepakatan Wang itu.
Wang telah berubah dari aset besar menjadi penyakit besar bagi Bo, yang memutuskan untuk mencopot dia dari posisi kepala kepolisian pada 2 Februari. Bo juga menangkap 12 orang rekan dekat Wang, termasuk supirnya.
Salah satunya dilaporkan melakukan bunuh diri, dua tewas setelah menolak penangkapan, dan banyak dari mereka disiksa. Wang tahu waktunya sudah hampir habis dan membuat langkah berani yang mengejutkan semua orang.
Penantang bagi Beijing
Ayah Bo, Bo Yibo, adalah veteran pemimpin Partai Komunis. Ia menjadi sangat berpengaruh setelah Deng Xiaoping meninggal. Dia diduga membantu Jiang Zemin, mantan kepala PKC, untuk menyingkirkan saingan politiknya. Sebagai imbalannya, Jiang mempromosikan Bo Xilai berkali-kali dengan tujuan menjadikannya perdana menteri China.
Oleh karena itu Bo Xilai melakukan semua yang diinginkan Jiang, khususnya, menganiaya praktisi Falun Gong. Di mana-mana tempat Bo bekerja telah menjadi sebuah neraka bagi para praktisi Falun Gong.
Akibatnya, Bo telah berulang kali didakwa dengan kejahatan terhadap kemanusiaan di mana-mana, di tempat ia berkunjung di luar negeri. Sebuah kabel Departemen Negara AS 2007 dirilis oleh WikiLeaks menunjukkan kalau Wen Jiabao, perdana menteri China saat ini, menggunakan fakta bahwa Bo telah menjadi sasaran tuntutan hukum internasional untuk memblokir Bo menjadi wakil perdana menteri China.
Sebaliknya, pada 2007 Bo dikirim ke paling barat daya China untuk menjadi kepala Partai Chongqing. Dia telah disingkirkan dari pusat kekuasaan.
Namun, Bo mengambil ini sebagai kesempatan untuk menantang Beijing. Dalam beberapa tahun di Chongqing, ia mengubahnya menjadi sebuah kota hampir independen dari pemerintah pusat.
Dia memprakarsai dan mempromosikan kegiatan massal gaya Mao untuk menyanyikan lagu-lagu merah dan membaca buku merah. Pertunjukan ‘Nyanyian Merah-nya’ telah dipertunjukkan sejauh Beijing dan Hong Kong.
Dia juga menempatkan ribuan pemilik bisnis ke penjara, mengklaim mereka terhubung dengan mafia, dan menyita harta benda mereka. Dia memberikan hukuman mati terhadap mantan wakil kepala polisi, Wen Qiang. Dia memenjarakan seorang pengacara yang membela salah satu pemilik bisnis di Chongqing.
Bo mendapatkan perhatian dari media China dan internasional. Setiap hari, dia membuat semacam pernyataan bahwa dia adalah seorang pemimpin yang lebih baik daripada yang di Beijing.
Selain itu, selama waktu Hu menghadiri APEC di Hawaii, Bo menghadiri pelatihan militer di distrik militer Chengdu, menunjukkan kalau dia bisa meluncurkan kudeta. Bo sama sekali tidak menyembunyikan ambisi utama politiknya karena ia juga memiliki pendukung di Beijing.
Hu Kehilangan Kesabaran
Perilaku Bo yang mendemonstrasikan kalau ia mampu melakukan sesuatu, sama seperti yang Mao lakukan di masa lalu. Hu dan banyak pemimpin China lainnya pasti merasa bahwa Bo bisa menyakiti mereka jika dulu ia mendapatkan kekuasaan yang cukup.
Bo telah menanti-nantikan Kongres Partai ke-18, yang akan berlangsung akhir tahun ini, untuk dipromosikan menjadi Komite Tetap Politbiro – sembilan orang yang menjalankan PKC. Tujuannya adalah untuk menjadi Kepala Komite Politik dan Hukum, yang akan memberinya kendali atas pasukan polisi nasional.
Hu tahu untuk menghentikan Bo, ia harus menjauhkan dia dari Komite Tetap dan mencegah dia mendapatkan kekuasaan yang akan datang kepadanya di Komite Politik dan Hukum.
Pada Januari 2012, semua jenderal militer membuat pernyataan publik yang mendukung pengaturan Hu untuk perubahan kepemimpinan mendatang China yang akan dimulai pada Kongres Partai ke-18.
Setelah menerima dukungan militer, Hu mengambil langkah tegas untuk menyingkirkan Bo melalui Wang. Hu telah melakukan hal yang sama di tahun 2006 pada Cheng Liangyu, mantan ketua Partai Shanghai, yang telah menantang otoritas Hu dengan dukungan dari Jiang Zemin.
Pada saat yang sama, sekutu Hu di militer, Jenderal Liu Yuan, anak Liu Shaoqi, pernah menjadi kepala PKC dan pewaris Mao Zedong sebelum dibersihkan dan dibunuh selama Revolusi Kebudayaan, mulai bertindak melawan Bo di militer.
Gu Junshang, jenderal berbintang dua dan wakil kepala Departemen Logistik Umum PLA, baru-baru ini menghilang dari jabatannya, dan menurut desas-desus, ia sedang diselidiki karena korupsi. Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah Jenderal Liu bersumpah untuk memerangi korupsi dalam tentara. Gu adalah sepupu istri Bo.
Xi Jinping, yang dijadwalkan akan diangkat menjadi kepala Partai pada Kongres Partai ke-18, dulu pernah mendukung kebijakan Bo di Chongqing. Tidaklah jelas sebenarnya apa pemikirannya waktu itu. Xi harusnya senang melihat Bo disingkirkan oleh Hu karena pada akhirnya Bo akan menantang otoritas Xi juga.
Dalam putaran perebutan kekuasaan, Bo tampaknya telah kalah. (EpochTimes/khl)
Michael Young, seorang penulis China-Amerika yang berbasis di Washington, DC, menulis tentang China dan hubungan China-AS. |