Era Baru News >> Top News >> China Update >> Pejabat Militer China Diam-diam Pindahkan Uang ke LN
Pejabat Militer China Diam-diam Pindahkan Uang ke LN
Ditulis oleh Shen Ming   
Sabtu, 30 Juni 2012 07:37

 

alt
Perwira militer China ketakutan dan mentransfer dana keluar negeri dari rekening rahasia, yang mana banyak uang menuju Taiwan, menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Majalah Excellence Taiwan.
 
Sekutu mantan pemimpin Partai Jiang Zemin mulai panik setelah jatuhnya anggota kunci, Bo Xilai, mantan kepala Partai Chongqing, kata artikel tersebut berjudul " Aset China Lari ke Luar Negeri." 
 
Seorang klien China dilaporkan meminta seorang pengusaha Taiwan untuk mentransfer investasi senilai 93.3 juta dolar (881 miliar Rupiah) dari China ke Taiwan baru-baru ini. Pengusaha itu mengetahui bahwa ia diminta untuk menyelesaikan beberapa transfer uang lebih besar sebelum suksesi Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi rezim China akhir tahun ini.
 
Liao Ran, koordinator senior program Transparency International, mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa korupsi merajalela di militer China.
 
Dalam dekade terakhir, ketua Komisi Militer Pusat, Jiang Zemin membiarkan korupsi merajalela untuk memperoleh dukungan dan loyalitas dari banyak pejabat partai dengan menutup mata terhadap korupsi mereka, sumber di China mengatakan kepada The Epoch Times.
 
Pada tahun 2002, Bank for International Settlements menemukan arus keluar uang yang tidak diklaim berasal dari China senilai lebih dari 2 miliar dolar. Uang itu ditransfer oleh Jiang sebelum Kongres Partai ke-16 tahun itu, dan dimaksudkan untuk digunaan sebagai masa depannya, kata mantan CEO Bank of China (Hong Kong), Liu Jinbao.
 
Sekarang, Komisi Militer Pusat mengawasi dengan ketat. Pada 21 Juni mengumumkan perubahan peraturan  yang mewajibkan perwira militer senior untuk melaporkan pendapatan, aset, dan investasi mereka.
 
Pengumuman itu adalah pertanda bahwa pimpinan pusat bermaksud untuk membersihkan mereka  yang tidak loyal, kata Mo Fengjie, presiden dari Pasal Pantai Barat dari Asosiasi Pengungsi Politik China. 
      
"Kemampuan mengawasi militer memberi kekuasaan politik," kata Mo dalam wawancara dengan televisi New Tang Dinasty Television. "Dari semua ini, mereka takut bahwa perwira tertinggi militer mereka tidak setia kepada mereka.
 
"Namun, mereka tidak memiliki cara lain untuk membersihkan militer dari perwira yang tidak setia. Oleh karena itu, mereka telah memutuskan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh aset mereka dan membersihkan yang korup. Namun sebenarnya setiap pejabat dalam militer China adalah korup."
 
Letnan Jenderal Gu Junshan wakil kepala PLA Departemen Logistik Umum dipecat pada Januari  karena terlibat dalam "masalah ekonomi", pengamat China untuk korupsi, melaporkan pada South China Morning Post  yang berkedudukan di Hong Kong.
 
Gu dilaporkan menerima komisi besar secara ilegal dalam pertukaran kontrak proyek-proyek militer untuk sektor swasta, tanpa persetujuan, kata sebuah laporan berita oleh Hong Kong Apple Daily. (EpochTimes/man)
 

Bagikan halaman ini ke :

|