| Anggota Kongres Amerika Serukan Kebebasan di China |
| Ditulis oleh Gary Feuerberg |
| Minggu, 15 Juli 2012 00:46 |
|
WASHINGTON-Suasana haru terlihat di Kota West Lawn, Amerika Serikat, Kamis (12/7) ketika lebih dari 1.000 praktisi Falun Gong seluruh dunia berkumpul menandai13 tahun penganiayaan terhadap Falun Gong oleh partai komunis China (PKC). Beberapa anggota Kongres yang bergabung bersama para perwakilan dari tokoh hak asasi manusia dan sejumlah LSM mengucapkan selamat kepada para praktisi karena keberanian mereka mengungkap kebebasan spiritual. Beberapa pembicara merasakan suasana telah mulai berubah. "Pada pawai tahun ini, kita berada pada saat-saat bersejarah—ketika orang-orang China dan beberapa pemimpin China secara bersama-sama, tampil berusaha untuk mengakhiri penganiayaan terhadap Falun Gong," kata Alan Adler, Direktur Eksekutif dari Friends of Falun Gong Amerika Serikat. "Suara keras untuk mengakhiri penganiayaan terhadap Falun Gong, saat ini di China berada dalam transisi kepemimpinan yang kritis, yang bisa membuat dampak besar pada China dan bagi seluruh rakyatnya." Para pembicara dan sebagian orang merasakan bahwa penganiayaan tersebut sepertinya segera akan berakhir. Sumber yang membuat mereka optimis adalah meningkatnya jumlah orang China mundur dari partai komunis dan organisasi afiliasinya. Pada 12 Juli jumlah mereka yang telah mundur dari PKC mencapai 120 juta. Didukung oleh data tersebut, Rong Yi, presiden Pusat Pelayanan Global Pengunduran Diri dari partai komunis China, mengatakan, "[orang China] telah membuat pilihan yang tepat bagi dirinya dan bagi negeri China. "Orang-orang menyadari bahwa China tanpa partai komunis, akan damai tanpa penganiayaan terhadap siapapun. Orang China melangkah keluar untuk memperjuangkan kebebasan dan hak asasi manusia," tambah Yi. Dia mengatakan bahwa gerakan Tuidang atau mundur dari PKC dapat membawa kebebasan bagi orang-orang China, seperti yang terjadi di negara-negara Eropa Timur dan Uni Soviet dua dekade lalu. Faith Mc Donnell, dari Institut Agama dan Demokrasi, mengatakan buku "Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis" adalah "Luar Biasa"--memberikan kebenaran kepada orang-orang China yang berada di bawah tekanan komunisme. Berbicara langsung di depan praktisi yang berkumpul, dia mengatakan, "Anda yang mengetahui kebenaran tentang kebohongan, tirani, dan teror komunisme adalah cahaya yang bersinar." “Kami Bersama Anda” Anggota Kongres, Dana Rohrabacher hanya memiliki waktu dua menit untuk berpidato. Tapi pada saat itu, ia dengan gamblang mengungkapkan watak jahat PKC, serta solidaritas dan rasa terima kasih rakyat Amerika: "Dalam jiwa dan hati kami, kami menyadari bahwa kalian berdiri pada Sejati, Baik, dan Sabar, demi kebaikan alam semesta. Tapi Anda dihadapkan dengan salah satu kejahatan terburuk yang belum pernah dialami manusia, "kata Rohrabacher. "Bagi kami dengan kebebasan berterima kasih kepada kalian atas keberanian kalian, dan kami akan berdiri dalam solidaritas bersama kalian.” Watak jahat PKC dan mekanisme penganiayaan menjadi perhatian serius dari anggota Kongres Ileana Ros-Lehtinen dari Florida. "Kantor 610, yang didirikan pada 1999 untuk menindas Falun Gong, adalah menakutkan dan sangat mirip dengan Gestapo serta KGB dalam propaganda dan kekejamannya." Ros-Lehtinen mencatat bahwa "kebijakan menjijikkan" China telah mengakibatkan ratusan ribu praktisi Falun Gong ditahan di kamp kerja paksa, dan dipaksa bekerja sebagai budak. Lebih dari 3.400 praktisi dinyatakan telah meninggal akibat penganiayaan. Anggota Kongres Chris Smith berbicara tentang penyiksaan yang mengerikan itu mengatakan bahwa Falun Gong bertahan di bawah tekanan rezim komunis, dan menggemakan dukungan dari Amerika. "Pemerintah AS dan Kongres serta semua aspek kalangnan masyarakat berdiri sebagai solidaritas dan ingin membebaskan para praktisi Falun Gong di China," katanya. Mengutip Laporan bidang Hak Asasi Manusia Departemen Luar Negeri yang terbaru, anggota Kongres, Sam Farr mengatakan, "Media luar negeri dan domestik serta kelompok advokasi terus melaporkan kasus pengambilan organ, terutama dari praktisi Falun Gong dan suku Uighur.” "Saya sangat menghargai keberanian mereka yang dengan damai memprotes kekerasan...Perdamaian dan keadilan tidak hanya nilai, itu adalah panggilan untuk bertindak yang harus kita jalani setiap hari," kata Farr. Kedamaian dan Ketulusan Praktisi Falun GongBeberapa pembicara membandingkan kontrasnya kedamaian praktisi Falun Gong yang tanpa kekerasan dengan pelanggaran berdarah PKC. Peserta dari Kongres, Ted Poe mencatat bahwa "Praktisi Falun Gong adalah damai tanpa ambisi politik." Dr T. Kumar, Direktur Advokasi Amnesty International Amerika Serikat, mengatakan, "Praktisi Falun Gong tidak pernah menyakiti siapa pun, mereka hanya melakukan meditasi. Itulah titik tolak kami harus meminta [rezim] China: Mengapa anda ingin melukai dan membahayakan orang-orang yang tidak pernah menyakiti anda atau orang lain?" Pertanyaan inilah yangmembingungkan Alice Chung, putri dari Chung Ting-pang. Ayahnya, yang seorang praktisi Falun GongTaiwan, ditangkap 18 Juni dengan tuduhan "membahayakan keamanan negara." Wanita muda itu tampak sangat geram.. "Saya datang untuk meminta bantuan demi keselamatan ayah saya. Dia kini ditahan di China sejak tiga minggu lalu dan hingga kini kami tidak dapat menghubunginya," katanya. "Dan meskipun saya sendiri bukan praktisi Falun Gong, namun saya tahu itu adalah keyakinan yang baik dan membawa kedamaian serta kebahagiaan kepada keluarga saya." Rohrabacher telah menulis surat tanggal 10 Juli kepada pemerintah Taiwan yang menyesalkan sikap diam mereka atas penangkapan Chung dan kegagalan Taiwan dalam menuntut pembebasan seorang warga Taiwan. Annette Lantos, ketua Yayasan Lantos untuk Hak Asasi Manusia dan Keadilan, membacakan surat dari Dr Katrina Lantos Swett, putri bungsu anggota Kongres Tom Lantos. "Dengan lembut mereka mengatakan, latihan meditasi Falun Gong dan filsafat moral yang menekankan kasih sayang, kebenaran, dan toleransi, adalah benar-benar model warga negara di setiap komunitas di mana mereka tinggal," tulis Dr Swett. Beberapa pembicara tidak sabar dengan pemerintahan Obama karena tidak berbicara lebih keras terhadap hak asasi manusia di China. Amnesty Kumar mengatakan, "Hal yang saya ingin minta pada pemerintah AS dan Presiden Obama: Mengapa Anda diam dalam advokasi untuk membebaskan puluhan ribu praktisi Falun Gong." (EpochTimes/suk) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Memecah Rekor Mencapai Puncak Everest pada Usia 80
- 'Free Cina: The Courage to Believe' Diputar Perdana Untuk Umum di New York
- Anggota DPRD DKI Jakarta Ancam Copot Jokowi
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kisah Jejak Kaki
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup





Mozilla Firefox