Era Baru News >> Top News >> Politik >> Peluang Bisnis Hortikultura
Peluang Bisnis Hortikultura
Ditulis oleh Era Baru News   
Selasa, 10 Juli 2012 11:28

alt

Jakarta – Masyarakat saat ini sudah mulai melirik lebih luas atas kualitas produktivitas produk hortikultura. Kejelian dan terbukanya wawasan masyarakat atas pentingnya mutu dan kualitas menjadi tantangan tersendiri dalam peluang bisnis investasi hortikultura. Didukung dengan jawaban pasar seperti untuk memenuhi benih yang bermutu masih belum mencukupi. 

“Saat ini kesadaran masyarakat terhadap kualitas serta produktivitas produk hortikultura semakin menuntut tersedianya benih bermutu yang cukup, namun kebutuhan tersebut sampai saat ini ternyata belum dapat terpenuhi,” ujar Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA, saat membuka workshop Peningkatan Investasi dan Pembiayaan Hortikultura di Jakarta beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bisnis investasi pertanian modern atau hortikultura dalam bentuk pengembangan usaha pupuk kimia, organik maupun peptisida menjadi peluang tersendiri. Hal tersebut didukung dengan terjadinya penurunan kesuburan lahan dan menjalarnya wabah tanaman.

Hortikultura kini dikenal dengan mengutamakan pada budidaya tanaman buah, tanaman bunga, tanaman sayuran, tanaman obat-obatan dan taman (lansekap). Jangkauan hortikultura lebih luas pada bidang pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi.

Menurut Suswono seperti dilansir dari Biro Umum dan Humas Kementerian Pertanian RI, Selasa (10/7/2012), selain kebutuhan investasi hortikultura, saat ini sekitar 70 persen produk pertanian Indonesia termasuk hortikultura dijual dalam bentuk primer.

“Padahal pertanian dalam negeri banyak mengimpor produk pertanian olahan seperti sari buah, buah kering, tepung cabe dalam jumlah yang besar,” paparnya.

Keuntungan dan potensi pertanian dalam negeri saat ini masih belum dinikmati dalam skala luas untuk pasar dalam negeri. Pihak luar negeri hingga kini masih mendominasi hasil pengolahan pertanian Indonesia.  

“Selama ini negara lain yang menikmati keuntungan dari proses pengolahan hasil pertanian Indoensia,” paparnya.  

Kata Suswono, pada faktanya terhadap 50 persen dari produk primer pertanian Indonesia dapat diolah di dalam negeri, maka banyak keuntungan yang dapat diperoleh misalnya meningkatnya sumber pendapatan negara dan pajak, menurunnya pengangguran serta meningkatnya usaha pertanian on farm. (deptan/mas)

 

Bagikan halaman ini ke :

|