| Pemrotes Aborijin Kepung PM Australia |
| Ditulis oleh Erabaru | Jumat, 27 Januari 2012 |
|
Sekelompok aktivis Aborijin mengepung PM Australia, Julia Gilard hingga harus dilarikan sejumlah pengawalnya ke tempat yang lebih aman, Kamis (26/1). Gillard dan pemimpin oposisi Tony Abbott sedang ambil bagian dalam acara Hari Nasional Australia di satu restoran di ibukota Australia, Canberra, ketika para pemrotes mengepung gedung tersebut. Mereka juga memukul-mukul jendela. Sekitar 50 polisi kemudian mengawal Julia Gillard dan Tony Abbot keluar dari pintu samping ke mobil. Gillard kehilangan sepatu ketika ia dan Tonny Abbot menyelamatkan diri. Tony Abbot tampaknya adalah sosok yang menjadi sasaran pemrotes yang meneriakkan kata-kata "malu" dan "rasis" di luar restoran. PM Gillard tidak mengalami luka dan setelah insiden tersebut dia mengadakan jamuan bagi para duta besar di kediaman resminya. "Satu-satunya hal yang membuat marah saya adalah insiden ini mengalihkan perhatian dari acara yang begitu sangat bagus," ujar Gillard kepada para wartawan seperti dikutip kantor berita AP. Pengunjuk rasa menggelar demonstrasi untuk menuntut hak-hak penduduk asli dan mereka berkemah di satu titik kawasan yang dikenal dengan nama "Aboriginal Tent Embassy". Mereka telah mendirikan tenda dan tempat penampungan di ibukota Australia itu yang menjadi lokasi kunci protes menentang Hari Nasional Australia. Hari Australia menandai kedatangan para pemukim Inggris pada 26 Januari tahun 1788. Warga Aborijin mengangap hari itu sebagai Hari Invasi karena wilayah Australia diduduki tanpa ada traktat dengan penduduk asli. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Berapa lama Anda Menyumpahi Anak Anda?
- Menyingkap Tirai Peradaban Kuno Indonesia
- Suhu Permukaan Pluto -220C
- Wang Ungkap Rahasia Kudeta pada AS
- Pembelot China Terlibat Pengambilan Organ
- Suarakan Impianmu
- Menentang Suksesi, Putra Tertua Kim Jong-il Bangkrut
- Bagaimana Wang Lijun Melarikan Diri ke Konsulat AS








Mozilla Firefox