| Dua Bom Guncang Suriah, 25 Orang Tewas |
| Ditulis oleh Erabaru | Jumat, 10 Februari 2012 |
|
Setidaknya 25 orang tewas dan 175 orang terluka akibat ledakan dua bom di luar kompleks kantor keamanan di kota Aleppo, menurut laporan media pemerintah. Data tersebut didapat televisi pemerintah dari Departemen Kesehatan. Beberapa menit setelah ledakan, televisi pemerintah Suriah menyiarkan gambar-gambar jenazah dan potongan-potongan tubuh. Media resmi Suriah menuding kelompok-kelompok teroris berada di balik serangan karena yang menjadi sasaran serangan adalah kompleks intelijen militer dan pangkalan keamanan. Televisi pemerintah melaporkan korban tewas meliputi warga sipil dan anggota pasukan keamanan. "Warga sipil dan anggota militer mati syahid dan menderita luka-luka dalam ledakan teroris yang mengguncang Aleppo," lapor televisi pemerintah. Televisi kemudian menayangkan gambar-gambar dari lokasi ledakan kedua yang dikatakan disebabkan bom mobil bunuh diri. Ledakan menimbulkan lubang dengan luas beberapa meter di jalan. Selain itu ledakan melemparkan bongkahan-bongkahan beton ke daerah sekitar. Sambil meneteskan air mata, wartawan televisi Suriah mengatakan bom dengan sasaran gedung intelijen itu meledak di dekat taman, tempat orang-orang berkumpul pada saat makan pagi dan anak-anak bermain. Sejumlah buldoser terlihat membersihkan reruntuhan yang memenuhi jalan raya dan rumah-rumah penduduk di sekitar tampak mengalami kerusakan pada jendela. Kelompok Syrian Observatory for Human Rights yang berkantor di London mengukuhkan adanya dua ledakan. Semula kalangan aktivis oposisi menuduh pemerintah berada di balik serangan dan menuduh pemerintah mencoba mendiskreditkan gerakan pergolakan. Namun Kolonel Arif al-Hamoud dari Tentara Pembebasan Suriah, sekelompok tentara yang membangkang, beberapa waktu kemudian mengatakan kepada BBC bahwa kelompoknya berada di balik ledakan di Aleppo. "Apa yang terjadi di Aleppo adalah serangan militer terhadap Intelijen Militer, dengan meriam, roket dan bom. Dinding-dinding runtuh dan terdapat beberapa orang tewas di dalam pangkalan militer. Ini bukan bom mobil tetapi operasi militer," ujar Arif al-Hamoud. Wakil Kepala Tentara Pembebasan Suriah Kolonel Malik al-Kurdi mengukuhkan pengakuan itu. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Disambar Petir
- MA dan Menkumham Berikan Pertimbangan Grasi Corby
- Ancaman Peningkatan Program Nuklir Korut
- Robot Ikan Untuk Memerangi Polusi
- OECD: Krisis Eropa Dapat Menghambat Pemulihan Global
- Istri dan Pembelot Akan Segera Diadili
- Bagaimana Anjing Merespon Bahasa Manusia?
- Trik Psikologi untuk Mempermudah Diet
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Jackie Chan Mundur dari Film Laga
- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi





Mozilla Firefox