Era Baru News >> Top News >> China Update >> Pemahaman Baru dari Seorang Ilmuwan Tiongkok
Pemahaman Baru dari Seorang Ilmuwan Tiongkok
Ditulis oleh Angela Wang   
Jumat, 10 Agustus 2012 09:34

alt

Saat seorang ilmuwan kelas dunia mengalami kegagalan pengobatan, ia untuk pertama kalinya  memperoleh pemahaman berbeda tentang dunia dan ilmu pengetahuan dimana ilmu yang ia pelajari tidak bisa menjangkau.

Li Baoqing berprofesi sebagai ilmuwan peneliti. Selama beberapa dekade ia bekerja di Chinese Academy of Sciences (Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok) bergengsi. Siswa yang jumlahnya tak terhitung menghormatinya sebagai pelopor dalam ilmu pengetahuan modern.

Pada akhir 90-an, Li memimpin proyek penting penghematan air pertanian nasional. Dia dan timnya mengembangkan rencana untuk memanfaatkan air hujan sebagai cara yang terjangkau untuk mencukupi pertanian berkelanjutan di Tiongkok. Proyek ini masih berlangsung di Akademi Ilmu Pengetahuan saat ini, yang dilakukan oleh tim ilmuwan dan rekan-rekan peneliti yang mengikuti Li.

Pada tahun 1991 Li dianugerahi gelar peneliti tingkat lanjut. Dua tahun kemudian ia diakui oleh Dewan Negara dan pada 1997 namanya tercantum dalam kamus Who’s Who Universitas Cambridge.

Tapi kehidupan Li tiba-tiba berubah ketika ia menghadapi hal-hal yang tidak mudah dijelaskan secara ilmiah.

Qigong

Pada awal 1990, setelah beberapa dekade penindasan di bawah komunisme, Tiongkok mengalami kebangkitan spiritualitas. Ratusan latihan "Qigong" yang berhubungan dengan sekolah Buddha dan Tao diperkenalkan kepada publik, dengan mengklaim fenomena supranatural dan penyembuhan yang dipublikasikan secara luas di media.

Istri Li, yang menderita banyak penyakit, diperkenalkan dengan Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, sebuah latihan qigong yang menyebar sangat cepat dari mulut ke mulut karena kesehatan dan manfaat lainnya.

Li mengatakan kepada Epoch Times bahwa penyakit istrinya segera lenyap dan ia kembali dalam keadaan sehat. "Ketika dia mengatakan kepada saya tentang hal itu, saya berpikir bahwa qigong hanya bisa menyembuhkan penyakit jangka panjang seperti yang dia miliki. Saya sehat dan hanya memiliki pilek dan demam dari waktu ke waktu, jadi saya pikir saya tidak perlu berlatih Falun Gong," kata Li.

Tapi pada tahun 1995 Li mulai menderita herpes zoster dan tuli mendadak. Dia mengatakan bahwa dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi rumah sakit tidak bisa membantu banyak. Dia kemudian mencoba akupunktur dan pengobatan tradisional Tiongkok, namun tidak ada perubahan berarti.

"Karena perawatan terlalu lama dan saya tidak yakin ada jaminan peningkatan, saya merasa frustrasi," kata Li.

Sejak saat itu, selama tahun baru 1996, Li diundang untuk menyaksikan serangkaian sembilan hari video ceramah yang diselenggarakan oleh Asosiasi Falun Dafa lokal. Dia dan istrinya hadiri bersama-sama.

"Saya akhirnya memulai perjalanan menemukan kedalaman dari Falun Dafa," kata Li.

Keajaiban

"Setelah sembilan hari kelas ceramah, tidak hanya rasa sakit hilang, saya bahkan berhenti merokok dan minum," kata Li. "Tanpa obat dan pengobatan--hanya dengan melakukan latihan dan mendengarkan ceramah, saya bisa menyingkirkan penyakit saya. Itu keajaiban pertama Falun Dafa yang saya rasakan."

Setelah itu, Li mulai membaca Zhuan Falun, buku utama Falun Gong, yang ditulis oleh pendirinya, Mr Li Hongzhi.

"Pedoman prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar mengubah pandangan saya tentang dunia ini," kata Li Baoqing.

Li Baoqing menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan Barat modern didasarkan pada eksperimen, kita menggunakan mata kita atau peralatan pengujian untuk menyelidiki benda-benda nyata dan tidak percaya pada hal yang tidak dapat kita lihat atau kita buktikan.

"Sebagai hasil dari pendekatan terbatas, kita sering tersesat," kata Li. "Tetapi para ilmuwan sejati tidak membatasi diri. Mereka adalah individu yang rendah hati yang berani mengakui keterbatasan penelitian kami dan terus mencari hal-hal baru bahwa ilmu pengetahuan tidak mengajari kita."

Li mengatakan bahwa para ilmuwan besar, termasuk Michael Faraday, Alexander Volta, George Simon Ohm, André-Marie Amper, James Clerk Maxwell, Thomas Edison, percaya akan adanya makhluk yang lebih tinggi. "Jadi, Anda jangan membatasi diri dan pengetahuan Anda hanya karena Anda adalah seorang ilmuwan," katanya.

Penganiayaan

Ketenangan spiritualitas Li di Tiongkokhanya berumur pendek. Pada 1999, Jiang Zemin, ketua partai komunis, melancarkan penganiayaan terhadap Falun Gong dengan surat keputusan untuk "merusak reputasi, pemiskinan secara finansial, dan penghancuran secara fisik para praktisi Falun Gong."

Seorang warga di Akademi Ilmu Pengetahuan, Li menyaksikan penganiayaan terhadap Falun Gong di lingkungan dan tempat kerjanya. Dia sendiri diculik beberapa kali dan dipaksa untuk menjalani kelas pencucian otak. Dana penelitiannya di Akademi Ilmu Pengetahuan itu juga dipotong.

Pada 2003, setelah secara ilegal ditahan beberapa kali, Li dan istrinya meninggalkan Tiongkok pergi ke Australia, di mana mereka sekarang tinggal. (EpochTimes/suk)

 

Bagikan halaman ini ke :

|