| China Menekan Portland Atas Pawai Tibet |
| Ditulis oleh Oleh: Nataly Teplitsky | Sabtu, 13 Maret 2010 |
|
Menanggapi tekanan dari para pejabat China, Komisaris Portland Randy Leonard berkata pada blognya: "Kita tidak seharusnya mengorbankan prinsip-prinsip kebebasan berbicara dan agama kita untuk melakukan bisnis dengan China." Setiap tahun pada 10 Maret, orang Tibet di seluruh dunia memperingati rekan setanah air yang telah kehilangan nyawa dalam perjuangan kemerdekaan di Tibet. Tahun ini adalah ulang tahun ke-51 pemberontakan di ibukota, Lhasa, dikenal orang Tibet sebagai Hari Kebangkitan Nasional Tibet. Pasukan komunis China menduduki Tibet pada 1949, dan China sekarang menyebutnya sebagai Daerah Otonomi Tibet. Pada 8 Maret, Konsulat China di San Francisco meminta Komisaris Leonard dan Walikota Adams membatalkan proklamasi dan membatalkan perayaan dijadwalkan pada 10 Maret. Setelah tiba di Balai Kota, wakil-wakil rezim China disambut oleh sekitar 100 pengunjuk rasa Tibet, yang bernyanyi, "China keluar dari Tibet!" Salah satu orang Tibet, Dechen Bartso, mengatakan bahwa "orang Tibet ingin memberitahu para pejabat tahu bahwa mereka tidak bisa ikut campur dengan bisnis kota dan terlibat dalam taktik memuntir lengan. " Sebelum kedatangan para pejabat, Komisaris Leonard menyapa kaum Tibet dan berpose untuk foto bersama mereka. Leonard mengatakan bahwa pihak berwenang China meminta kota untuk membatalkan proklamasi. Mereka juga ingin kota untuk mengeluarkan proklamasi baru menghormati RRC dan tidak mengizinkan kaum Tibet untuk merayakan ulang tahun di Balai Kota pada hari Rabu (10/03). Komisaris Leonard dan Walikota Adams tidak setuju dengan tuntutan, dan peringatan Tibet berlangsung pada 10 Maret di Balai Kota sesuai jadwal. Setelah itu, barisan melalui pusat kota Portland menuju Pioneer Square ditutup dengan menyalakan lilin. Mrs. Namgyal Gyalnub, Wakil President dari Asosiasi Kebudayaan Tibet Barat mengatakan, "Kami di sini untuk mengatakan kepada Konsulat China bahwa ini bukan China. Ini adalah Amerika, di mana ada kebebasan berekspresi dan HAM dan juga untuk meminta kota Portland untuk tidak menyerah pada tekanan dari China." Komisaris Leonard berpartisipasi dalam peringatan dengan menggantung bendera Tibet di kantornya. (EpochTimes/ray) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi

Walikota Portland Sam Adams telah mengeluarkan proklamasi "Hari Kesadaran Tibet, " meskipun mendapat tekanan dari penguasa komunis China.





Mozilla Firefox