Era Baru News >> Top News >> Internasional >> Rapat Umum Falun Gong di New York
Rapat Umum Falun Gong di New York
Ditulis oleh Oleh: Andrea Hayley Jumat, 10 September 2010

New York - Lebih dari 6.500 praktisi dari latihan meditasi tradisional Tiongkok yang dikenal sebagai Falun Gong berkumpul di New York akhir pekan lalu untuk konferensi, rapat umum, parade di Chinatown, dan demonstrasi latihan qigong besar-besaran di Times Square pada hari Sabtu (4/9).

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan meditasi jiwa dan raga, dan meliputi latihan yang bergerak lembut dan meditasi. Inti ajaran ini adalah Sejati, Baik, dan Sabar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pertemuan tahunan, yang termasuk bagian dari kegiatan publik besar-besaran untuk membantu meningkatkan kesadaran akan latihan tersebut dan penindasan yang sedang dialaminya di China.

Parade yang berlangsung satu jam dari awal sampai akhir melalui jalan-jalan di pecinan dipimpin oleh Marching Band Tian Quo dengan seragam biru.

"Kami sangat diterima di sini," kata Yi Rong, koordinator parade.

Selama parade, para gadis China berpakaian bidadari yang indah melambaikan tangan pada orang-orang di jalan, sementara kelompok lain memperagakan latihan gerakan, dan berbagai spanduk panjang warna-warni memberikan informasi tentang latihan itu dalam bahasa Mandarin dan Inggris, penari naga China dengan penuh semangat menghibur para penonton.

Seorang penonton, Kassandra Negron mengatakan bahwa ketika ia melihat parade semua orang tampak begitu damai. "Ketika mereka mulai melakukan rutinitas mereka memikat saya untuk tahu lebih banyak tentang Falun Gong," katanya.

"Saya pikir ini sangat menarik, inilah sesuatu yang saya ingin lihat. Hal ini benar-benar mengusik minat saya," kata Tim Chang seorang penonton setelah menyaksikan parade.

Falun Gong menyebar dengan cepat di China karena manfaat kesehatan dan ajarannya yang berakar pada kebudayaan tradisional Tiongkok, tetapi ketika latihan ini menjadi sangat populer, membangkitkan kemarahan Partai Komunis China (PKC). Pada tahun 1999 PKC melarang latihan tersebut dan kampanye sistematis yang brutal dilancarkan untuk memaksa para praktisi melepaskan kepercayaan mereka pada Falun Gong. Menurut Laporan tahunan Amnesty International yang diterbitkan tahun ini, fitnahan terhadap Falun Gong telah menjadi lebih buruk lagi tahun ini.

"Kampanye pemerintah terhadap Falun Gong makin intensif, dengan penahanan besar-besaran, persidangan yang tidak adil yang mengarah ke penahanan yang panjang, penyiksaan dan perlakuan buruk dalam tahanan yang mengakibatkan kematian," tulis laporan itu.

Lebih dari 3.000 nyawa telah melayang karena penyiksaan sistematis, kerja paksa, dan pengambilan organ dari para pengikut saat ditahan oleh rezim komunis China menurut pejabat pers kantor Pusat Informasi Falun Dafa,

Pada rapat umum pagi itu ratusan orang China berkumpul untuk mendukung 80 juta orang yang telah keluar dari PKC, Liga Pemuda Komunis dan Pelopor Muda.

Aksi semacam ini telah diselenggarakan secara global sejak The Epoch Times menerbitkan editorial "Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis" pada tahun 2004.

"Sembilan Komentar" menyajikan catatan sejarah brutal PKC tanpa sensor. Sebuah situs web yang dikelola oleh Epoch Times mencatat nama orang-orang yang telah didukung oleh fakta-fakta dalam komentar ini untuk mengundurkan diri dari partai komunis. Hingga saat ini 80 juta orang telah mengundurkan diri, banyak orang menggunakan nama samaran untuk melindungi diri mereka.

Dalam rapat umum tersebut, Kaichen Zhang, seorang mantan petugas Propaganda komunis China dari Shenyang, China, mengatakan ia mengundurkan diri karena "partai komunis adalah jahat dan anti-demokratis."

"Partai adalah untuk kepentingan sejumlah kecil orang. Adalah tidak benar membohongi orang-orang, katanya, menambahkan bahwa untuk memahami komunisme adalah sebuah proses yang membutuhkan keanggotaan 25 tahun untuk sepenuhnya menyadari.

Ini membantu dia dapat pindah ke Amerika Serikat.

"Hanya ketika saya tiba di Amerika baru saya merasa aman," kata Zhang, sambil tersenyum lebar.

Jared Pearman, seorang praktisi Falun Gong berbicara di rapat umum, mengatakan penganiayaan terhadap Falun Gong adalah penganiayaan terhadap orang tak bersalah, seperti kampanye sebelumnya yang dilakukan oleh rezim komunis China.

"Ini adalah tanggung jawab rezim komunis China. Apakah anda ingin menjadi bagian darinya? Atau apakah anda ingin menjadi bagian dari diri anda sendiri, hati anda sendiri, merasakan sendiri keadilan dan kebaikan," kata Pearman. (EpochTimes/dia)