| Veto China—Rusia Dianggap Memberikan Lisensi Membunuh |
| Ditulis oleh Erabaru | Senin, 06 Februari 2012 |
|
Kubu oposisi Suriah menyebut veto Rusia dan China atas Resolusi PBB telah memberikan lisensi membunuh kepada pemerintah Suriah. Negara-negara barat menyesalkan langkah Rusia dan China yang menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi PBB yang berisi kutukan terhadap kebijakan Suriah dalam meredam aksi protes warganya. AS mengatakan veto yang dilakukan kedua negara itu sebagai sesuatu yang memalukan, sementara Inggris mengatakan veto itu sama saja dengan membiarkan rakyat Suriah terpuruk. "Pertumpahan darah yang terjadi terus di negara itu akan menjadi tanggung jawab mereka," ujar Dubes AS untuk PBB, Susan Rice. Menurut Rice, langkah penolakan China dan Rusia juga menunjukan bahwa kedua negara tersebut mempunyai tujuan untuk "menjual nasib rakyat Suriah dan melindungi kekuasaan tiran yang pengecut." Negara Barat lainnya yang mengecam veto China dan Rusia adalah Perancis. Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy mengatakan dia "sangat menyesalkan" veto yang digunakan China dan Rusia. Menurut laporan BBC, pertempuran masih terus berlangsung hingga Sabtu (04/01) sore. Aktivis di Suriah menyebutkan aksi pertempuran yang terjadi sepanjang hari Sabtu menewaskan setidaknya 55 orang. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Jackie Chan Mundur dari Film Laga
- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi





Mozilla Firefox