| NATO Kecam Penembakan Jet Tempur Turki |
| Ditulis oleh Erabaru News |
| Rabu, 27 Juni 2012 00:22 |
|
NATO sangat mengecam tindakan militer Suriah yang menembak jatuh jet tempur Turki. Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan dengan tindakan itu Suriah memperlihatkan ketidakpatuhannya atas norma-norma perdamaian dan keamanan internasional. "Kami menilai tindakan itu tidak bisa diterima dan mengecam sekeras mungkin," tuturnya. "Perhatian kami dalam masa yang sulit ini adalan kepada awak pesawat Turki yang hilang, keluarga mereka, dan yang mereka cintai. Kami terus mengikuti situasinya dari dekat dengan keprihatian yang serius." Pernyataan NATO ia sampaikan usai pertemuan para duta besar NATO di Brussels yang digelar atas permintaan Turki sehubungan dengan penembakan pesawat tempurnya oleh Suriah, Jumat 22 Juni. Untuk kedua kalinya sepanjang 63 tahun sejarahnya, NATO menggelar pertemuan berdasarkan Pasal 4 dalam traktat pendiriannya yang memungkinkan anggotanya meminta pertemuan jika merasa keamanannya terancam. Sementara itu Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, di depan parlemen di Ankara mengatakan tingkat kewaspadaan militer Turki ditingkatkan setelah insiden penembakan pesawat. Dia mengatakan bahwa jika pasukan Suriah mengancam perbatasan Turki, maka hal itu akan dilihat sebagai ancaman militer. Pemerintah Ankara berkeras bahwa pesawat tempur F-4 Phantom mereka ditembak jatuh oleh pasukan Suriah ketika berada di wilayah udara internasional. Namun Suriah menyatakan bahwa pesawat tempur Turki ditembak ketika berada di dalam wilayah udara Suriah. "Pelanggaran perbatasan jangka pendek tidak bisa menjadi alasan untuk sebuah serangan," tutur Erdogan. Dia menambahkan bahwa pesawat tempur mereka sedang melakukan penerbangan untuk menguji sistem radar Turki di kawasan Mediterania timur. Bagaimanapun Erdogan menegaskan bahwa pemerintahnya menggunakan pendekatan 'akal sehat' walau tidak bisa diartikan sebagai sebuah kelemahan. Turki sebelumnya sudah menyampaikan pernyataan kepada PBB untuk mengungkapkan keprihatinan atas insiden tersebut, namun tidak mengusulkan tindakan apa pun dalam suratnya. Dan sejak awal Turki sudah menegaskan pula bahwa mereka tidak menginginkan intervensi militer selain mengharapkan pernyataan dukungan. Laporan BBC mengatakan bahwa pertemuan NATO di Brussels memang lebih merupakan upaya memperlihatkan solidaritas NATO. Para pejabat Turki sudah berulang kali menyatakan bahwa mereka mengupayakan penyelesaian lewat jalan diplomasi atas insiden penembakan pesawat tersebut. Bagaimanapun insiden ini, lapor wartawan BBC, bisa dilihat sebagai petunjuk dari potensi dari penyebaran ketidakstabilan di Suriah dan sebelumnya sudah terjadi kontak senjata di Libanon. Pada sisi lain penembakan pesawat Turki memperlihatkan risiko bahwa negara lain bisa terperangkap ke dalam konflik internal Suriah dengan konsekuensi ketidakstabilan di kawasan yang lebih luas. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Wakil Presiden Parlemen Eropa Serukan Kebebasan Pers di China
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Tikus Yongzhou
- Rahasia Tidur Nyenyak
- Hidup Kembali Dengan Mesin CPR, Setelah Meninggal 40 Menit
- Tanaman Bisa Saling Mendengar
- Pisau diatas Hati
- Konjen RRC Berulah, Aksi Damai Falun Dafa Dihentikan
- Sekolah Penyiksaan yang Targetkan Falun Gong
- Ilmuwan India Ternama Ciptakan Sejarah Berbeda
- Perayaan 21 Tahun Falun Dafa di New York
- Hong Kong Menahan Praktisi Falun Gong
- Pisau diatas Hati
- Resiko Seorang pemimpin, Resiko yang Dipimpin
- Tanaman Bisa Saling Mendengar





Mozilla Firefox