|

Kata Pengantar: Mr. Ping adalah manusia aneh yang berkultivasi Tao bawaan yang pernah saya kenal dengan usia lebih dari 500 tahun. Semua artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan kenangan, bahkan mengintegrasikan kenangan beberapa orang, serta percakapan saya dengan Mr. Ping selama bertahun-tahun. Saya merangkumnya menjadi satu, ada tambahan beberapa tulisan di antaranya, agar artikel lebih logis dan nyambung, namun tidak menyimpang dari fakta. Karena pengalaman ini, saya menemukan di dalam dunia ini ada banyak hal yang sama sekali tidak terbayangkan oleh orang, setelah membaca, kebanyakan dari mereka akan mengubah pola berpikirnya.
22. Burung Primitif Taichi Sejati
Mr. Ping duduk bersila dalam kereta langit diam tidak berbicara, menggerakan berbagai macam isyarat tangan, mengarahkan Naga menyusun strategi perang. Setiap gerakan isyarat tangannya mewakili sebuah strategi perang, mempunyai makna sendiri, saya tidak mengerti, namun Naga-naga itu mengerti. Mr. Ping Mengomando strategi Naga melawan strategi setan, setan-setan itu tidak mampu menyerang masuk, kami juga tidak bisa menyerang mereka.
Tiba-tiba monster-monster itu dibawah komando seorang pemimpin berjubah hitam, dengan cepat mengubah bentuk strateginya. Saya melihat mereka satu per satu bertumpuk, bagian kepala menyambung ke ekor, bagian ekor menyambung ke kepala, satu demi satu, dan akhirnya secara keseluruhan membentuk kesatuan, setan berjubah hitam itu berdiri pada posisi paling atas. Tiba-tiba ia membuka jubahnya, semakin diregangkan semakin lebar dan akhirnya semua setan ditutupinya, menjadi selembar kulit ular.
Tiba-tiba mereka menggulung menjadi seekor ular hitam. Pemimpin setan berubah menjadi kepala ular, semua setan berubah menjadi badan ular. Ular menyerap Qi langit dan bumi, menjadi semakin besar, semakin lama semakin panjang, dan akhirnya membentuk dua lingkaran, kami terperangkap dalam lingkarannya. Tidak pernah melihat monster raksasa sebesar itu, saya sangat takut.
Tiba-tiba saya mendengar kata-kata Mr. Ping, dia meminta saya untuk tidak takut, dia katakan dia bisa menghancurkan strategi itu. Saya sangat terkejut, berpaling melihat Mr. Ping mulutnya masih tertutup, menggerakan isyarat tangan mengomando strategi Naga. Dia tidak berbicara apa-apa, namun suaranya mampu menembus tempurung otak bagian atas saya, langsung masuk ke dalam pikiran saya. Apa yang saya pikirkan juga tidak perlu berbicara, Mr. Ping bisa langsung mengerti.
Mr. Ping tidak mengeluarkan perintah untuk menyerang, hanya secara diam-diam mengamati, ia memasukkan suara ke dalam pikiran saya, apapun yang terjadi janganlah panik, dengan diam mengatasi segala macam gerakan, pertama memandang perubahannya. Hati saya perlahan-lahan menjadi tenang kembali.
Tiba-tiba ular itu mengangkat kepalanya, berdiri tegak, kepala ular menjulur ke langit, menjulurkan lidahnya, dari mulutnya terus-menerus menyemburkan asap kabut dan percikan api, tingginya ribuan meter. Saya tiba-tiba terkejut. Ular itu membuka mulutnya ke arah kami, berusaha keras mengisap Qi. Saya melihat pasir di tanah juga berterbangan karena dihisapnya, tersedot ke dalam mulutnya. Kereta langit berguncang keras, dihisap ke mulutnya, sekelompok Naga berusaha menarik kereta langit, dengan segala upaya menariknya, berusaha keras membebaskan diri dari hisapannya. Meskipun kelompok Naga itu telah berusaha keras, tapi masih tidak bisa lolos dari hisapannya, semakin lama semakin dekat dengan mulut ular.
Pada saat ini mulut Mr. Ping membaca mantera, dengan sebuah kibasan tangan, sebuah bayangan tiba-tiba berlari keluar dari lengan bajunya, jatuh ke tanah, berubah menjadi monster raksasa hitam besar. Saya melihat matanya sangat kecil, berwarna merah, di samping mulutnya berjenggot panjang, seluruh tubuh lengket, mulutnya penuh dengan gigi yang sangat tajam. Segera ia membuka mulut besar-besar menuju ular besar dan menggigitnya.
Ular tersebut tiba-tiba terkejut, segera berhenti mengisap, menundukan kepala menatapnya. Segera, monster hitam ini menggigit ular raksasa hingga berlubang besar, dan menyusup ke dalam lubang, masuk ke dalam tubuh ular. Ular menggeliat di tanah dengan putus asa, ingin mengusir monster raksasa hitam, tetapi tidak berhasil, monster raksasa hitam dengan keras menggigit tubuh ular, hingga menjadi berlubang-lubang, dalam sekejap ular terputus menjadi sembilan potong, energi hitam tercerai berai, dan berubah menjadi sejumlah monster yang cacat kaki tangan, bergulung di lantai.
Makhluk ini sangat kuat, apa sebenarnya mereka itu? Saya ragu-ragu bertanya. Apakah makhluk Yi? Mr. Ping menjawab dalam pikiran saya. Saya dapat menyadarinya.
Melihat kami akan segera menang, pemimpin tua itu, membawa sejumlah manusia iblis yang berubah menjadi bentuk manusia, bersila duduk membentuk lingkaran, mulutnya komat kamit membaca sesuatu.
Apa yang mereka lakukan? Saya bertanya lagi. Mereka sedang minta bantuan pada guru mereka. Mr. Ping mengatakan kepada saya, Mr. Ping terlihat sedikit khawatir dia katakan tidak tahu asal usul guru mereka, tidak tahu dari tingkat mana.
Ketika dia sedang khawatir, tiba-tiba langit terbuka, seekor burung besar terbang menghampiri. Di belakangnya diikuti kelompok burung yang sama namun lebih kecil.
Itu adalah burung Elang raksasa! Mr. Ping mengatakan kepada saya. Burung Elang raksasa khusus mengatasi Naga, situasinya sangat berbahaya. Mr. Ping dengan cepat membalikkan keretanya, memanggil Naga untuk balik, agar mereka dengan cepat menarik kereta lari. Tapi tetap terlambat, kawanan burung berhasil mengejar. Mereka terbang di sekitar kereta kami terbang mengayun, mengeluarkan cakar, menangkap para Naga. Situasi sangat kritis, banyak Naga yang dicakarnya hingga seluruh tubuhnya terluka, mereka tidak dapat melawannya, dengan luka ditubuh mereka melarikan diri masuk ke dalam air.
Saat itu monster ikan bertanduk tunggal dalam air berduyun-duyun menyerang, hingga Naga terkepung dan mengigitnya. Melihat Naga akan binasa di bawah air, Mr. Ping segera memerintahkan Yi menyelamatkan Naga. Monster raksasa hitam itu segera masuk ke dalam air, beberapa saat muncul gelombang besar, banyak monster bertanduk hanyut ke pantai. Makhluk Yi membuka mulutnya, menelan monster ikan itu, dan para Naga selamat.
Saya mengingatkan Mr. Ping, mengapa makhluk Yi ini tidak digunakan untuk menyerang burung-burung raksasa itu? Mr. Ping mengatakan kepada saya sama sekali tidak bisa, katanya Yi adalah makhluk dalam air, adalah raja dalam air, tidak mampu melawan burung. Saya sangat cemas.
Tiba-tiba pemimpin burung itu menyergap kami. Mr. Ping dengan cepat menanggalkan pakaian baju besinya dikenakan pada tubuh saya untuk menjaga saya. Kemudian dia membaca mantra, tubuhnya berubah menjadi Naga raksasa, berputar-putar, mengelilingi saya, mulutnya menyemburkan petir menyerang burung raksasa.
Burung-burung raksasa itu menghindari petir, kemudian membawa sekelompok burung, menerjang Mr. Ping. Mereka merentangkan cakar mereka, dengan paruhnya yang tajam, mematuk dan mencakar tubuh Mr. Ping. Saya melihat sisik Naga pada tubuh Mr. Ping jatuh sekeping demi sekeping. Sekujur tubuh berdarah. Namun Mr. Ping demi melindungi saya masih dengan ketat mengelilingi saya, tidak menghindar juga tidak bisa melawan.
Melihat Mr. Ping akan segera mati, air mata saya mengalir. Saya mendongak ke langit: Dewa di seluruh langit, apakah tidak ada satu yang bisa datang membantu kami? Dengan mata terbelanga melihat kami dihancurkan oleh kejahatan? Saya dengan marah berteriak ke langit: Siapa yang bisa datang membantu Kami!
Tiba-tiba, saya mendengar suara ledakan besar, berasal dari kekosongan jauh tanpa akhir, melalui lapisan-lapisan ruang dan waktu, Bumi pun semua terguncang, kepala saya merasa sakit karena terguncang. Segera langit merekah, selapis demi selapis langit secara bersamaan merekah, sampai ke kekosongan yang tak terlihat ujung akhirnya.
Semua Elang raksasa juga terperangah, mereka tergantung di udara, tidak ada reaksi, tampaknya sedang menggigil. Tiba-tiba seberkas cahaya putih turun dari langit, bulu-bulu mereka beterbangan di langit, Elang raksasa terbelah menjadi dua bagian besar, dan burung-burung lain juga pingsan karena guncangan itu, satu demi satu jatuh ke tanah.
Pada saat itu, saya merasa ada kehangatan turun dari langit, cahaya putih besar menyelimuti saya, saya memejamkan mata, merasa mengantuk. Saya merasa seolah-olah tergeletak di sebuah perahu, mengambang di atas air, matahari menyinari saya, saya mencium bau aroma teratai, sangat nyaman, dalam hati muncul sukacita yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya, semuanya begitu indah.
Saya tidak tahu berapa lama saya tertidur, lalu perlahan-lahan saya membuka mata. Saya melihat Mr. Ping dan Shinse Ajaib duduk disebelah menatap saya. Saya telah kembali ke tubuh fisik manusia saya, masih di hutan kecil. Tapi hari telah terang, saya bertanya baru tahu hari sudah sore.
Saya melihat tubuh Mr. Ping luka dan memar hitam dan banyak bekas goresan. Dengan segera saya berharap Shinse Ajaib bisa mengobati Mr. Ping, Shinse Ajaib menggelengkan kepala. Mr. Ping sambil tersenyum kepada saya dan berkata, "tidak dapat disembuhkan, luka ini ada di tubuh sejati saya, tidak dapat disembuhkan dari tubuh fisik, secara otomatis akan segera sembuh, jangan khawatir."
Saya bertanya kapada Mr. Ping apa yang terjadi kemudian, pada akhirnya bagaimana. Mr. Ping mengatakan, saya mendatangkan burung Taichi, menyelamatkan kami. Saya terkejut dan bertanya bagaimana saya bisa memanggil burung Taichi ini. Mr. Ping mengatakan bahwa burung Taichi ini adalah burung unggas primitif, Raja dari segala unggas. Ia adalah Dewa pelindung saya, selalu berada pada tingkat tinggi mengamati dan melindungi saya, melihati saya reinkarnasi, untuk mencegah setan jahat menyerang saya. Tapi ia tidak mengganggu saya, hanya dalam keadaan sangat genting, baru bisa tampil menyelamatkan saja, maka selama ini saya tidak tahu keberadaannya, bahkan sebelumnya Mr. Ping juga tidak tahu.
Saya seperti tersadar mengangguk. Pada saat ini, Mr. Ping mengatakan kepada saya, sekarang dia akhirnya tahu apa masalah yang sebenarnya. Dia berkata ketika dia berada di rumah saya, pada malam hari di langit, dia selalu melihat sebuah bintang putih menyinari rumah saya. Tidak tahu apa sebenarnya itu, sekarang akhirnya dia tahu bahwa bintang raksasa itu sebenarnya adalah Dewa pelindung saya, adalah burung Taichi sejati - Ia selalu menjaga saya. (Dajiyuan/lim)
(bersambung) |