| CT-Scan Tingkatkan Risiko Kanker Otak |
| Ditulis oleh Erabaru News |
| Rabu, 13 Juni 2012 09:15 |
|
Menurut temuan sebuah tim riset yang dipimpin Universitas Newcastle terungkap bahwa ct-scan yang dilakukan berulang kali pada anak dapat meningkatkan risiko kanker otak dan leukaemia hingga tiga kali lipat. Riset dilakukan dengan mempelajari catatan medis hampir 180 ribu pasien muda. Namun dalam laporan riset yang dipublikasikan di The Lancet, penulis menekankan bahwa manfaat ct-scan biasanya lebih besar dari risikonya. Mereka mengatakan riset itu menggarisbawahi fakta bahwa ct scan seharusnya hanya dilakukan jika dirasa perlu dan bahwa cara-cara mengurangi radiasi harus dicari. Selama dilakukan ct-scan, tabung sinar X berputar di sekeliling tubuh pasien untuk memproduksi gambaran detil tentang organ-organ dalam dan bagian tubuh lainnya. Dalam studi jangka panjang yang pertama kali dilakukan itu, peneliti melihat catatan pasien berusia di bawah 21 tahun yang pernah melakukan ct scan di berbagai rumah sakit Inggris antara 1985 dan 2002. Karena kanker terkait radiasi membutuhkan waktu untuk terbentuk, mereka meneliti data kasus-kasus kanker dan kematian hingga 2009. Kanker otak dan leukaemia adalah penyakit yang langka. Riset memperkirakan bahwa peningkatan risiko diterjemahkan menjadi satu kasus tambahan leukaemia dan satu tumor otak di antara 10.000 pemindaian kepala pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Dr Mark Pearce, seorang epidemiologi dari Universitas Newcastle yang memimpin riset ini mengatakan, "Kami menemukan peningkatan signifikan risiko leukaemia dan tumor otak, menyusul ct scan di masa anak-anak dan remaja. "Manfaat langsung ct-scan melebihi risikonya dalam banyak hal.” "Dosis ct-scan menurun secara dramatis seiring waktu, tetapi kita harus melakukan lebih banyak lagi untuk menguranginya. Hal ini seharusnya menjadi prioritas untuk komunitas klinis." CT-scan berguna untuk anak karena anestesia dan pembiusan tidak dianjurkan. Tipe pemeriksaan ini kerap diperintahkan setelah kecelakaan serius, untuk melihat adanya luka dalam, dan kemungkinan penyakit paru-paru. Peraturan penggunaan di Inggris mengatakan ct-scan hanya dapat dilakukan jika berguna secara klinis, dan ilmuan mengatakan penelitian mereka menekankan poin itu. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Anggota DPRD DKI Jakarta Ancam Copot Jokowi
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Direktur IMF Diperiksa Terkait Kasus Penyelewengan
- Seorang Pria Membunuh Ular Sanca Terbesar di Florida
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kisah Jejak Kaki
- Seumur Hidup
- Tidak Menyesal Berbuat Amal





Mozilla Firefox