Era Baru News >> Wisata >> Yogyakarta >> Ratusan Hektare Lahan Pertanian Sleman Tertimbun Material Merapi
Ratusan Hektare Lahan Pertanian Sleman Tertimbun Material Merapi
Ditulis oleh Era Baru News Selasa, 05 April 2011

Sleman - Sekitar 300 hektare lahan pertanian di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, rusak akibat tertimbun material erupsi Gunung Merapi, sehingga menurunkan jumlah produksi padi di wilayah ini.

"Kami harapkan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi DIY maupun BPN untuk melakukan pengukuran dan persertifikatan kembali lahan, khususnyan lahan pertanian yang terlah tertutup material vulkanik erupsi Merapi maupun karena tertimbun lahar dingin," kata Asekda Bidang Pemerintahan Kabupaten Sleman, Sunaryo pada Penyerahan Sertifikat Petani dan Penyerahan Kegiatan Pertanian di Balai Desa Argomulyo, Cangkringan, Selasa (5/4).

Menurut dia, kondisi lahan pertanian di Sleman dari tahun ke tahun semakin menurun, jika pada kurun waktu 2008-2009 luas sawah berkurang 81,94 hektare, pada 2010 kembali berkurang 87,66 hektare.

"Akibat terus berkurangnya lahan pertanian tersebut, saat ini luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman tinggal seluas 24.795 hektare saja," paparnya.

Berkurangnya lahan pertanian ini berpengaruh pada penurunan produksi padi di Kabupaten Sleman.

"Dari data yang ada pada 2010 Kabupaten Sleman mengalami surplus beras 85.236 ton dengan mampu menghasilkan 264.317 ton gabah kering giling. Namun tingkat produktivitas per hektarnya hanya mencapai 59,53 kwintal, angka ini menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 62,14 kwintal per hektare untuk padi sawah," ucapnya.

Sunaryo menuturkan, pemberian sertifikat lahan pertanian tidak hanya untuk memberikan kepastian hukum dan hak tanah para petani saja, tetapi lebih jauh dari itu untuk menghambat laju perubahan peruntukan lahan.

"Dengan sertifikasi pemerintah akan lebih mudah mengendalikan berubahnya lahan pertanian untuk nonpertanian," ujarnya, menegaskan.

Menurut dia, tidak dapat dipungkiri di Kabupaten Sleman yang memiliki letak geografis yang strategis dan dampak pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun areal pertanian terus berkurang.

"Ini akibat berubahnya fungsi lahan pertanian ke fungsi nonpertanian yang sebagaian besar digunakan untuk perumahan," katanya.(ant/waa)