|
Sleman - Pengungsi korban bencana erupsi Gunung Merapi di Dusun Singlar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini mulai kekurangan logistik karena donatur semakin berkurang.
"Di Dusun Singlar ini terdapat sebanyak 327 jiwa pengungsi yang terdiri 199 kepaka keluarga (KK), saat ini mereka mulai kekurangan logistik karena pasokan bahan makan dari sejumlah donatur berangsur-angsur mulai berkurang," kata Kepala Dusun Singlar Broto Mulyono, Kamis (7/3).
Menurut dia, para pengungsi di Dusun Singlar selama ini memang masih dibantu logistik dari pemerintah Kabupaten Sleman melalui dinas sosial namun kenyataan untuk memenuhi kebutuhan makan bagi pengungsi masih minim.
"Kondisi saat ini sudah jauh berbeda dengan sebelumnya ketika masih mengungsi di Tlogowono. Suplai bantuan dari donatur selalu mengalir dan tidak ada masalah, tetapi sekarang ini benar-benar sulit," katanya.
Ia mengatakan, selain masalah logistik, kendala yang dihadapi saat ini terutama menyangkut ketersedian air bersih.
"Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi pengungsi khususnya untuk mandi dan mencuci, kini hanya mengandalkan air hujan. Sedangkan untuk keperluan minum dan memasak menggunakan droping air dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan (PUP) Kabupaten SLeman," katanya.
Broto mengatakan, sudah sejak empat hari lalu droping air dari PMI dihentikan hingga pasokan air bersih semakin berkurang.
"Sebelumnya untuk mencukupi kebutuhan air kami dipasok tiap hari sebanyak lima tanki air bersih dari PMI," katanya.
Sebanyak 119 KK pengungsi di barak Dusun Singlar tersebut merupakan calon penghuni "shelter" atau hunian sementara di Dusun Jetis Sumur, namun karena hingga kini "shelter" belum selesai dibangun maka mereka masih tinggal di barak pengungsian.
"Mereka masih mengungsi karena pembangunan 'shelter' masih dalam proses penyelesaian. Mereka berharap segera menempati 'shelter' agar dalam masa pemulihan ini lebih terkonsentrasi dalam menata kehidupannya kembali pasca erupsi," katanya.
Selama dipengugsian para korban erupsi Gunung Merapi ini mendapatkan penghasilan dengan mengikuti program padat karya pemerintah maupun PNPM Mandiri.
"Selain itu sebagian warga difasilitasi salah satu LSM membuat batako," katanya.(ant/waa) |