| Berlayar ke Benua Antartika |
| Ditulis oleh Wayan Manuh/ Era Baru | Senin, 08 Maret 2010 |
|
Pada hari ke 34 kami tiba di Antartika, ini adalah pengalaman pertama penulis ikut berlayar sejauh ini. Tentu saja bagi semua penumpang adalah sangat menyenangkan, karena bisa melihat dari dekat bagaimana keadaan benua es ini. Kota yang terakhir kami kunjungi sebelum sampai ke Antartika adalah Kota Ushuaia di Chili. Sedangkan hari berikutnya kami melewati Cape Horn yang terkenal dengan keganasan ombak dan angin, yang merupakan jalur pelayaran yang paling ditakuti dan paling ganas di dunia. Horn atau tanduk paling ujung selatan dari Amerika latin ini berada pada 56°Lintang Selatan. Angin yang tak terhalang daratan bisa betiup dari barat ke timur. Hembusan angin ini menimbulkan ombak besar, pendek , tinggi dan semakin berbahaya mendekati laut yang semakin dangkal di Cape Horn. Ketinggian ombak di sini bisa mencapai ketinggian 100 feet atau 30 meter. Pada garis Lintang ini sering diberi julukan “roaring forties" /gemuruh empat puluh, the "furious fifties"/amukan lima puluh dan the "screaming sixties"/gemuruh enam puluh, sebagai penamaan atas ketinggian dan bunyi gemuruh ombak yang terjadi. Kapal-kapal yang berlayar melewati Cape Horn disarankan berada tidak jauh dari 40° Lintang Selatan. Pada bulan Februari di mana adalah musim panas di belahan Selatan Bumi, juga banyaknya bongkahan es atau Icegerg pada posisi pelayaran itu, juga merupakan bahaya bagi kapal. Palmer station
Antartika sendiri merupakan benua yang penuh dengan sebutan serba paling…Benua yang paling dingin, paling tinggi, paling panas, paling extrim dan lain-lain. Untuk bisa mengunjungi tempat yang “disakralkan dunia” ini, diperlukan persyaratan khusus dan semua pendatang harus mematuhi peraturan atau perjanjian internasional tentang kelestarian Antartika. Sebab, Benua inilah tempat satu-satunya pengukur segala gejala fenomena alam di belahan bumi lainnya. Termasuk bagaimana lubang Ozone, bagaimana mencairnya glacier dan lain lain. Seperti yang diungkapkan oleh peneliti di Palmer Station. Kegiatan mereka disini adalah meneliti atau memonitor ekosistem laut, studi atmosfer dan dampak dari meningkatnya radiasi sinar ultraviolet pada kehidupan laut dan masyarakat. Penelitiannya meliputi perubahan iklim kondidi es dan turunnya salju. Ini menyebabkan menurunnya populasi Penguin Adele sebanyak 64% yakni 3300 pasang sejak tahun 1974. diperkirakan akan punah pada tahun 2014 karena pencairan es, yang merupakan habitat hidup mereka. Hari ini kami mengunjungi pulau Booth Island di semenanjung Antartika. Berputar-putar menyaksikan keindahan gunung yang berselimut es, hanya beberapa bagian yang kelihatan bebatuannya, dengan menggunakan keker pendekat kita bisa menyaksikan bahwa disini ada kelompok penguin, mereka tinggal di tempat yang agak tinggi dan bisa dicari dengan meneliti jalur salju yang dibuatnya dari arah air. The Antartic Treaty(Perjanjian Antartika)Perjanjian yang ditandatangani tahun 1959 oleh wakil dari 12 negara, yang ikut serta dalam Tahun Geofisikal Internasional. Perjanjian in melarang operasi militer, ledakan nuklir dan pembuangan radio aktif di Antartika mau bekerjasama dalam penelitian ilmu pengetahuan dan saling bertukar data ilmiah. Pada tahun 1991, 24 negara menandatangani protokol Perjanjian 1959 yang mana melarang explorasi minyak dan mineral selama 50 tahun di Antartika. Sebanyak 18 negara sekarang mengoperasikan lebih dari 30 stasiun penelitian yang berlangsung sepanjang tahun terhadap benua ini. Di McMurdo Amerika membangun desa ilmu pengetahuan yang mana bisa mengakomodasi peneliti pada musim dingin dan musim panas. Glacier dan IcebergBenua ini adalah benua es, benua yang terbesar dan berpenduduk paling sedikit. Populasi Antartika adalah 1000-5000 orang sepanjang tahun, baik mereka yang berkunjung atau mereka yang tinggal sementara untuk melakukan penelitian. Karena keberadaanya mendekati kutub selatan maka suhunya juga demikian extreme. Glacier merupakan tumpukan dari salju yang semakin tahun semakin tertekan kebawah dalam hitungan ratusan bahkan ribuan tahun. Salju-salju yang mengendap belum sampai cair sudah datang musim salju beikutnya sehingga kedalaman glacier atau tumpukan es ini bisa mencapai kedalaman 1,5 km. Karena perubahan iklim bumi yang semakin memanas, menyebabkan mencairnya es di kutub selatan dan utara. Demikian juga di Antartika. Reruntuhan dari glacier-glacier ini dinamakan ‘iceberg’. Iceberg juga berbahaya bagi dunia pelayaran. Salah satu korbannya adalah kapal Titanik yang tenggelam karena menabrak iceberg. Iceberg terbesar yang tercatat dan di foto dengan menggunakan satelit dinamakan iceberg B15 dengan permukaan yang diliputi luas sebanyak11,000 km², yakni sebesar pulau Jamaika di Karibia. Penguin, ikan paus dan anjing laut
Mereka banyak ditemui di apungan es. Makan dan minum di laut, penguin-penguin ini memang jago menyelam untuk mencari ikan. Ada lima jenis penguin di Antartika yakni adelie, chinstrap, gentoo, king dan emperor. Beberapa jenis anjing laut atau ‘seal’ seperti crabeater, elephant, fur, leopard, weddel dan ross. Sedangkan jenis ikan paus atau ‘whale’ yang dicatat mengunjungi Antartika secara rutin adalah dari jenis blue, humpback, killer, mingke, sei dan southern right. Menjelajahi perairan Antartika adalah sangat tidak lumrah dari berbagai sisi, karena perjalanan ini sebagian besar tergantung dari keadaan alam. Jadwal yang telah tertata bisa secara total harus berubah karena es dan kondisi meteorologi. Yang jelas, perjalanan ke Antartika bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan, yang terkadang tidak bisa di duga apa yang akan kita hadapi, apakah bongkahan es dengan penguinnya, atau harus berubah haluan beberapa kali karena jalan keluar tertutup es. Kapal Prinsendam harus berubah jalur dari yang di jadwalkan ke ‘Rencana B,’ternyata plan B juga tidak bisa akhirnya menggunakan ‘Rencana C’ untuk keluar dari laut yang penuh es.(man/waa) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Cerita Tentang Einstein
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Kepala Babi Kembali Ditemukan di Depan Masjid
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Penulis bersama 700 penumpang kapal Prinsendam, salah satu dari kapal pesiar milik Holland America Line, melakukan perjalanan mengelilingi Amerika Selatan. Perjalanan 70 hari ini di beri nama “2010 Grand South America and Antartica Voyage.”
Hari pertama pada siang hari kami tiba di Antartika dan berhenti sejenak untuk menaikkan tamu-tamu dari pusat penelitian Amerika di Palmer Station. Ada tujuh orang dari berbagai profesi datang ke kapal. Mereka memberikan presentasi apa yang dilakukan di Antartika, bagaimana dan apa kegiatannya serta berapa lama mereka tinggal di sini.
Mungkin jenis binatang inilah yang menjadi penduduk tetap dari benua Antartika. 





Mozilla Firefox