Era Baru News >> Wisata >> Pariwisata >> Wisata Sepeda Eksklusive di Bekas Pangkalan Militer Rusia
Wisata Sepeda Eksklusive di Bekas Pangkalan Militer Rusia
Ditulis oleh Wayan Manuh/ Era Baru Jumat, 25 Juni 2010

batumiKali ini, koresponden Era Baru berkesempatan melakukan ‘wisata sepeda ekslusive’ di kota Batumi. Batumi adalah ibu kota daerah otonomi Republik Ajara dari negara Georgia.

Karena keberadaannya di pinggir pantai dengan iklim yang setengah tropis, membuat tempat ini menjadi tempat wisata populer dari negara-negara laut hitam seperti Turkey, Rusia, Armenian dan Azerbaijanis.

Penulis bersepeda dari arah pelabuhan, berjalan menyusuri jalan utama di bagian timur kota. Pemandangan yang ada sepanjang jalan adalah apartemen-apartemen.

Sekitar satu kilometer dari pelabuhan, penulis berbelok karena melihat keunikan bangunan dan menara dengan patung menjulang.

Ternyata ini adalah alun-alun utama kota.

Tampat ini sepertinya belum lama rampung sehingga terlihat bersih dan rapi. Air mancur yang keluar dari lantai besi-besi berlubang membuat keunikan sendiri dari negara bekas bagian penting dari pangkalan laut Rusia. Pemandangan di alun-alun ini sangat damai dari kota yang hanya berpenduduk 214,000 jiwa.

Cuaca siang ini sangat nyaman sekitar 25°C, jika kita terus mengayuh kearah selatan akan berjumpa bangunan yang tertinggi di Batumi yang sangat mencolok. Bangunan yang terlihat seperti tugu raksasa.

Bangunan Tugu raksasa dilengkapi jam  besar di puncak menara dan logo huruf ‘S’ di satu sisi yang merupakan lambang Sheraton Hotel.

Boulevardnya memanjang disepanjang pantai yang berkerikil hitam dan airnya sangat tenang siang itu.

Berbalik ke arah utara, kita akan bertemu dengan kereta kincir yang tinggi, di hamparan taman yang luas ini. Taman ini, barangkali masih dalam taraf penyelesaian karena terlihat sepi pengunjung.

Berlanjut mengayuh sepeda di jalan yang terbuat dari paving-paving segilima, serasa penulis adalah satu-satunya orang yang bersepeda di siang itu.

Beberapa ratus meter kemudian, tidak jauh dari pantai, bangunan besar yang sepertinya sudah dalam tarap penyelesaian berdiri kokoh di pinggir jalan utama.

Kota ini tidak begitu jauh untuk dijelajah dengan sepeda dari ujung ke ujung.

Pemandangan lain adalah taman air dengan latar belakang pegunungan yang  masih bersalju. Di taman air  ini ada panggung di tengah air, air mancur menari dan juga ada tempat khusus yang mengetengahkan beberapa bangunan khas China.

Bangunan unik lainnya adalah sebuah club dengan nama club Amsterdam lengkap dengan kincir anginnya.

Orang-orang dikota ini murah senyum, banyak yang tersenyum dan menyapa ketika penulis bersepeda.

Demikian juga di sebuah pasar, ketika mengabadikan gambar tentang pasar seorang ibu memberikan saya apel dan menawarkan air untuk mencucinya karena memang di jual dipingggir jalan yang tidak begitu bersih.

Saya mau memberinya uang tetapi ditolak. Saya tersentuh oleh kebaikannya.

Melewati pasar berjalan terus akan bertemu dengan bangunan gereja kuno yang unik dengan dua  minaretatu dengan dua menara di kiri kanan.

Jalan-jalannya banyak yang berlubang dan masih menyisakan bekas pernah terjadi huru hara atau peperangan. Seluruh kota terlihat sedang dalam proyek pengerjaan.

Dari gereja ini kita bisa menyusuri jalan-jalan kota yang basah tak beraspal, tetapi sepi penduduk.

Di pelabuhan sendiri juga unik, warga bisa menikmati pemandangan kapal pesiar, serta aktivitas karyawan dan tamu keluar masuk kapal.

Taman di pelabuhan ini tertata rapi, hijau dengan banyak bunga beraneka warna.

Perjalanan in berakhir ketika kami berangkat di lepas oleh marching band yang memainkan lagu-lagu daerah. Sehingga menghibur para tamu dan karyawan kapal yang berada di dek, menyaksikan kapal keluar dari dermaga.

Semua wisatawan kapal pesiar pun bertepuk tangan ketika marching band selesai memainkan lagu terakhirnya.

Nah anda berminat mencobanya?!.(man/waa)

 

Comments  

 
0 # Listyawati 2010-08-12 15:13
Waaah...pengalaman yg sangat menarik ya? berminat banget untuk mencoba tp gmn???
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # toraberas 2010-09-02 01:55
wah pengalaman yang unik dan menarik... tahun depan saya juga pengen coba ke Georgia. Kira2 gimana ya ngurus visanya, kan di Indonesia tidak ada kedutaannya. Apa bisa VOA di bandara Tbilisi? Apa ada penerbangan dari Istanbul? Thanks untuk infonya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # rere vebriani 2010-11-17 20:25
woooowww....coooooooooooooo ollllllllllll abieeezzzzzzzzz z........
Reply | Reply with quote | Quote