| Alesund : Kota Seni Di Norwegia |
| Ditulis oleh Epochtimes | Senin, 28 Juni 2010 |
|
Pada peralihan abad ke-20, Alesund sangat berjaya dan makmur. Lokasinya yang strategis terdiri atas tujuh kepulauan di sepanjang pantai Barat Daya Norwegia, Alesund dipenuhi bangunan yang terbuat dari kayu di mana kehidupan para pedagangnya sangat terjamin berkat perdagangan hasil laut. Pada malam musim dingin akhir Januari 1904, badai kencang menyerang kawasan ini dan menyambar sebuah bangunan kayu di Alesund dan dengan cepat kobaran api menyebar ke seluruh isi kota yang menyebabkan kebakaran hebat. Keesokan harinya, kota ini seluruhnya rata dengan tanah, 11.000 penduduknya kehilangan rumahnya karena musibah tersebut. Pada 1904 pasca musibah, jumlah pengangguran di negara ini sontak meningkat tajam sehingga mendorong sejumlah pekerja konstruksi di Alesund datang mencari pekerjaan. Kaisar Wilhelm II dari Jerman, yang telah jatuh hati dengan negara yang sering ia kunjungi itu, mengirimkan pasukan dan sejumlah barang kebutuhan untuk membantu membangun kembali kota yang hancur itu. Untungnya, para saudagar Kaya di Alesund pada akhirnya berinisiatif membayar lebih demi yang terbaik dan memutuskan untuk tidak menggunakan lagi bahan bangunan yang murah, tradisional, dan mudah terbakar dan membangun kembali kota mereka dengan menggunakan batu bata dan batu.
Pemerintah Norwegia bertujuan membangkitkan kembali kota Alesund, dan dalam tiga tahun, dari puing-puing bekas kebakaran pasca musibah 1904 menjadi sebuah pemandangan tepi laut, kini dijuluki sebagai “Kota seni terkaya dan terlengkap di benua Eropa.” Karena kebanyakan para arsitek Alesund telah terbiasa menggunakan teknik rancang bangun gaya gotik Jerman kuno, mereka cenderung mengabaikan tema asli negara Jerman itu sendiri, menyederhanakan struktural retorik yang rumit dari suatu mitologi abad pertengahan, dan sebagai gantinya menggunakan aliran bergaya “Norse”. Berpredikat insinyur rancang bangun fungsional, konsep hemat tempat tetapi bercorak, dan menyukai efek cahaya yang berlimpah, para tukang bangunan Alesund memilih model dari karya seni arsitektur Art Nouveau modern. Menggabungkan motif dari mitologi Norse dan sejarah Viking, membuat bangunan tersebut tampak alami, yang ditafsirkan melalui keistimewaan, perwujudan ilmu bangunan yang dibuat dengan tangan. Semuanya berakar di dalam sebuah kekayaan seni, bangunan-bangunan itu nampak telah tumbuh secara organis. Tidak ada bangunan di Alesund yang terlihat sama satu sama lainnya.
Dengan latar belakang pegunungan bersalju dan teluk yang sempit, Alesund kini merupakan sebuah maha karya arsitektur di mana penduduknya sangat antusias menjaga keutuhan struktur negerinya. Merupakan salah satu anggota dari Réseau Art Nouveau Network, sebuah organisasi beranggotakan 21 kota yang berkomitmen dan bertanggunjawab atas pemeliharaan kota-kota seni di benua Eropa. Dari 600 struktur bangunan yang didirikan di Alesund antara tahun 1904–1907, 400 diantaranya masih ada, ini merupakan suatu konsentrasi dari beberapa bangunan yang paling besar di dunia. Untuk meninjau kota secara keseluruhan dapat melalui Pusat Kekayaan Seni Alesund atau Jugendstilsenteret, merupakan sebuah museum yang dilengkapi dengan perlengkapan multimedia interaktif. Terletak di bekas toko obat Swan, dibangun antara 1905–1907, toko obat tersebut telah dikembalikan ke bentuk aslinya era 1907, lengkap dengan bagian yang ditonjolkan berupa, wall paper gambar bunga chrysanthemum model William Morris dari Jepang, furniture yang dibuat dengan tujuan khusus, dan koleksi dari kaca jendela dan kaca seni yang dipajang di atas beberapa lantai. Di museum tersedia slide-show yang memutar kondisi Alesund sebelum, selama, dan setelah kebakaran. Pengunjung bisa melihat kehidupan dan ruang kerja dari keluarga pencipta bangunan, juga terdapat café dan toko cinderamata. (Susan James/The Epoch Times/hty) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Cerita Tentang Einstein
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Kepala Babi Kembali Ditemukan di Depan Masjid
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Alesund, Norwegia, dari sebuah kawasan bencana, pertemuan dua buah sungai yang terbentuk dari serangkaian peristiwa alam menciptakan sebuah daratan seni di kota Norwegia.
Lima puluh orang arsitek dan ahli bangunan dari Inggris dan Jerman yang sudah terlatih dan sangat menguasai teknik gaya arsitektur baru Art Nouveau (gedung kesenian), atau Jugendstil, datang menawarkan bantuan.
Dilihat dari sudut manapun, struktur dan detil bangunan tetap menarik perhatian. Hiasan bunga yang bermekaran yang menawan di atas balkon dirancang dari dekorasi besi tempa. Pinggiran jendela berstruktur kontras, dan dihiasi ornamen kompleks yang bernuansa warna-warni di sepanjang bagian depan rumah, seperti pepatah burung phoenix yang terkenal, bunga mawar dari debu masa lalu menyambut kedatangan masa yang baru.






Mozilla Firefox