Era Baru News >> Wisata >> Pariwisata >> Tarian Polandia Pukau Warga Indonesia
Tarian Polandia Pukau Warga Indonesia Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Wayan Adi/Erabaru-News   
Jumat, 03 Juli 2009 09:42

ancoldua

Jakarta – Sejumlah Tarian Tradisional memukau Warga Indonesia, khususnya yang sedang berlibur di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (02/07). Sejumlah tarian rakyat yang telah ditetapkan menjadi tarian Nasional Polandia pun dibawakan dengan indah dan gemulai oleh 30-an penari pria dan wanita. Diantaranya Selesia Dance dan Polonez.

Diiringi music tradisional Polandia, Para penari yang berpasangan pun berdansa ala Polandia. Mereka bergerak dengan lincah bersama iringan irama, sambil sesekali menyapa pengunjung Ancol dengan senyum khas Eropa Timur.

“Ini adalah tarian elegan di Eropa Timur. Pakian yang kami tampilkan ini adalah gabungan Pakaian Tradisional dari sejumlah daerah di Polandia,” tutur Carolina, salah seorang Penari Polandia.

Pengunjung Ancol pun semakin terkagum-kagum hingga tak bisa menggambarkan kekagumannya, ketika dua penari pria bahu membahu memutar pasangannya, seakan terbang melayang di angkasa. Ketangkasan, kepiawaian dan wibawa para penari pun membuat tarian yang dibawakan memang benar-benar elegan.

Penampilan tarian rakyat Polandia ini merupakan bagian dari Indonesia International Folklore Festival kedua yang dihadiri lima negara yaitu Indonesia, Polandia, India, Filipina, dan Malaysia.

Dalam festival ini mereka tidak hanya tampil di Panggung, tapi juga tampil dalam parade ditengah-tengah pengunjung Gelanggang Samudra, Ancol.

Kepala Departemen Corporate Plane, Taman Impian Jaya Ancol, Y.J. Harwanto mengatakan bahwa festival ini akan menjadi bagian penting bagi Ancol.

“Sebagian destinasi wisata, Ancol telah menjadikan budaya sebagai bagian tak terpisahkan. Festival-festival budaya telah memberikan warna tersendiri bagi ancol,” ujar Hawe, panggilan akrab Harwanto.

Sementara itu, Arsena Media Kreasi selaku host Indonesia International Folklore Festival ke dua ini mengatakan pentas ditempat umum jauh lebih baik dari pada pentas di panggung.

“Saya tidak suka mereka hanya pentas di gedung kesenian. Sebab disana hanya pecinta seni yang datang. Saya ingin mengajak masyarakat berinteraksi dengan penarinya, masyarakat juga bisa bertanya langsung kepada penari,” tutur Noviarifta Ilyas, Direktur Arsena.

Lebih lanjut Noviarifta mengatakan Folklor berarti kesenian rakyat. Karenanya tujuan dari Festival Folklor adalah saling memperkenalkan kesenian rakyat antar Negara. Dengan harapan, persatuan masyarakat dunia akan semakin erat melalui seni dan budaya yang mereka ciptakan dan pelihara kelestariannya.(EB-News/waa)

 

Bagikan halaman ini ke :

|