Saturday, November 27, 2021
No menu items!
HomeKESEHATANMenguji Kesehtan Jantung dengan Kekuatan Genggam

Menguji Kesehtan Jantung dengan Kekuatan Genggam

Kesehatan, kekutan genggam, uji kesehatan jantung dengan kekuatan genggam, kesehatan jantung, jantung Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa uji kekuatan genggam lebih efektif dibandingkan dengan mengukur tekanan darah dalam menguji kesehatan jantung seseorang. (Fotolia) Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa uji kekuatan genggam lebih efektif dibandingkan dengan mengukur tekanan darah dalam menguji kesehatan jantung seseorang. Penelitian yang diterbitkan dalam majalah medis ‘The Lancet’ edisi terbaru ini menyebutkan, kekuatan genggam seseorang dapat digunakan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki risiko penyakit jantung, stroke atau kematian dini.

Laporan BBC mengatakan, penelitian yang diselenggarakan oleh para ahli dari McMaster University, Kanada terhadap 140.000 orang dari 14 negara menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : Setiap pelemahan 5 kilogram kekuatan genggam dari seseorang memiliki potensi peningkatan risiko kematian dini sebesar 16 %, risiko serangan jantung mematikan sebesar 17 % dan risiko terserang stroke sebesar 9 %.

Secara umum, kekuatan genggam akan menurun seiring bertambahnya usia seseorang. Kaum wanita muda berusia sekitar 20 tahun rata-rata memiliki kekuatan genggam sebesar 34 kg dan akan menurun hingga 24 kg pada saat berusia sekitar 70 tahun. Hal serupa bagi lelaki, kekuatan genggam akan menurun dari 54 kg menjadi 38 kg pada usia 70 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin cepat melemahnya kekuatan genggam seseorang memberi indikasi makin besarnya risiko yang bersangkutan terserang penyakit jantung.

Salah seorang penanggungjawab dalam penelitian itu, Profesor Darryl Leong mengatakan, uji kekuatan genggam seseorang merupakan metode sederhana dan cepat dalam menilai apakah yang bersangkutan memiliki risiko terhadap penyakit jantung. “Penelitian lebih lanjut akan tertuju pada menemukan cara-cara dalam meningkatkan kekuatan otot, serta memahami sejauh mana hubungan antara memperbaiki kekuatan otot dengan menurunkan risiko serangan jantung,” jelasnya.

Salah satu kesimpulan yang diperoleh dari penelitian itu adalah bahwa ketika kesehatan jantung memburuk, pengerasan pada dinding pembuluh darah dapat memberikan dampak berupa menurunnya kekuatan otot yang menyebabkan melemahnya kekuatan genggam seseorang.

Namun, Yayasan Jantung Inggris memberikan komentarnya bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan guna memastikan hubungan antar kekuatan genggam dengan jantung. “Kita semua tahu bahwa penyakit jantung tidak disebabkan oleh satu faktor risiko saja tetapi beberapa”.

Sampai saat ini, ahli medis mengevaluasi besarnya risiko penyakit jantung seseorang, masih didasarkan terutama pada aspek-aspek seperti usia, riwayat keluarga, gaya hidup, berat badan, tinggi rendahnya kolesterol dan tekanan darah.(Sin/Yant)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments